Popularitas destinasi wisata gak selalu membawa dampak positif ketika jumlah pengunjung sudah melampaui kemampuan suatu kawasan untuk menampung aktivitas wisata. Kepadatan berlebihan dapat memicu persoalan seperti kerusakan lingkungan, tekanan terhadap fasilitas publik, hingga menurunnya kenyamanan masyarakat lokal. Kondisi tersebut membuat pengelola destinasi perlu memikirkan strategi yang gak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan, tetapi juga pengendalian permintaan wisata.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah demarketing, yakni strategi untuk mengurangi atau mengarahkan permintaan ketika tingkat konsumsi terhadap suatu produk, layanan, atau destinasi dinilai terlalu tinggi. Dalam pariwisata, pendekatan ini dapat membantu mengatur arus pengunjung tanpa harus sepenuhnya menutup destinasi dari aktivitas wisata. Cara kerjanya pun cukup beragam dan menarik untuk dipahami, terutama di tengah persoalan overtourism yang dialami berbagai destinasi populer, yuk pahami bersama.
