Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Menghindari Keramaian saat Liburan Musim Semi di Jepang

5 Cara Menghindari Keramaian saat Liburan Musim Semi di Jepang
ilustrasi liburan musim semi di Jepang (pexels.com/iSatoshi Hirayama)

Keindahan musim semi di Jepang menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian wisatawan. Bunga sakura, festival, dan kuliner musim semi memberikan pengalaman liburan yang berbeda. Di sisi lain, sejumlah tempat populer menjadi sangat ramai, bahkan diklaim overtourism, seperti sekitar kawasan Gunung Fuji, Tokyo, Osaka, dan Kyoto.

Kamu tetap ingin ke sana? Tenang, masih ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari keramaian saat liburan musim semi di Jepang. Daripada penasaran, yuk baca sampai selesai tipsnya berikut ini!

1. Pilih waktu di luar puncak musim sakura

Festival Wisteria di Ashikaga Flower Park
Festival Wisteria di Ashikaga Flower Park (commons.wikimedia.org/SLIMHANNYA)

Menjelang akhir musim dingin, biasanya Jepang akan merilis waktu mekarnya bunga sakura di setiap daerah. Wilayah bagian selatan yang lebih hangat membuat sakura mekar lebih dulu. Semakin ke utara, maka waktu mekarnya akan lebih lambat.

Informasi tersebut dapat membantumu untuk menghindari puncak musim sakura di kota tujuan. Selain itu, lebih baik hindari periode Golden Week yang biasanya berlangsung pada akhir April hingga awal Mei. Periode ini mencakup 4 hari libur nasional yang berdekatan dengan akhir pekan, sehingga aktivitas perjalanan domestik meningkat dan tempat wisata bisa lebih padat dari biasanya.

2. Kombinasikan tempat populer dan hidden gem

Yanaka Cemetery
Yanaka Cemetery (commons.wikimedia.org/Ka23 13)

Kamu membuat itinerary sendiri? Jika iya, maka sebaiknya mengombinasikan tempat wisata populer dan hidden gem. Tujuannya bukan sekadar menghindari keramaian, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang berbeda.

Tempat wisata populer memang umumnya mudah dijangkau dan informasinya lebih lengkap saat melakukan riset maupun menentukan rute perjalanan. Namun, kamu harus bersiap dengan ramainya pengunjung, terutama saat akhir pekan dan jam tertentu. Oleh sebab itu, tempat wisata hidden gem yang  biasanya lebih sepi dapat memberikan ketenangan, menjadi tempat untuk istirahat sejenak, serta mengurangi risiko kelelahan di perjalanan. 

3. Hindari berkunjung saat jam ramai

Sungai Meguro, Tokyo saat malam hari
Sungai Meguro, Tokyo saat malam hari (unsplash.com/mos design)

Ketika kamu memutuskan untuk mengunjungi tempat wisata populer, pertimbangkan untuk memilih waktu yang berbeda dari pengunjung pada umumnya. Datanglah saat pagi hari saat pengunjung belum ramai. Jika memungkinkan, bisa datang pada malam hari untuk menikmati musim semi dengan cara berbeda.

Selain itu, hari berkunjung yang tepat juga dapat menghindari keramaian. Saat weekday, pengunjung akan lebih sepi daripada weekend, kecuali ada festival lokal. Pemilihan hari yang tepat membuatmu dapat menikmati suasana dengan lebih nyaman. 

4. Batasi waktu berkunjung di setiap destinasi

ilustrasi orang melihat jam tangan
ilustrasi orang melihat jam tangan (unsplash.com/explorenation #)

Setelah menentukan hari dan waktu, sebaiknya tetap membatasi durasi kunjungan di setiap destinasi. Kamu bisa menuju tempat selanjutnya, jika pengunjung terlalu ramai. Cara ini berguna supaya tidak terjebak dalam keramaian, mengunjungi lebih banyak tempat, dan perjalanan tetap efisien tanpa terburu-buru.

Jangan lupa untuk menyesuaikan seberapa luas tempat yang dikunjungi dan aktivitas apa saja yang ingin dilakukan. Meski kamu tipe wisatawan yang suka mengeksplorasi tempat baru, tetapi tidak perlu memaksakan diri untuk menjelajah setiap sudutnya. Tidak hanya itu, pilih juga aktivitas yang tidak memerlukan antrean panjang agar dapat memanfaatkan waktu lebih efisien. 

5. Fleksibel dengan itinerary yang sudah dibuat

ilustrasi wisatawan dalam perjalanan
ilustrasi wisatawan dalam perjalanan (pexels.com/veerasak Piyawatanakul)

Sebagai traveler, kamu perlu bersiap dengan kondisi di lokasi mungkin tidak sesuai dengan itinerary yang sudah dibuat. Terlebih saat liburan musim semi banyak dilakukan di luar ruangan. Meski cuaca relatif cerah setiap hari, kadang hujan, atau bahkan terjadi sesuatu yang dapat menghambat perjalanan ke tempat tujuan.

Kondisi seperti itu menuntutmu untuk tetap fleksibel. Setidaknya, sudah punya rencana cadangan atau kemampuan mengambil keputusan cepat untuk menghadapi situasi tidak terduga. Misalnya, mengganti destinasi populer dengan menjelajah area di dekat penginapan.

Kamu bisa menerapkan kelima cara untuk menghindari keramaian saat liburan musim semi di Jepang biar lebih nyaman. Selain itu, dapat menghindari kelelahan di perjalanan serta bonus pengalaman tidak terlupakan. Semoga membantu!


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

5 Spot Bunga Nemophila di Hitachi Seaside Park, Instagramable Banget!

15 Apr 2026, 22:45 WIBTravel