Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Unik Menara Burana, Menara Kuno Jalur Sutra di Kyrgyzstan

5 Fakta Unik Menara Burana, Menara Kuno Jalur Sutra di Kyrgyzstan
Pemandangan Menara Burana dari kejauhan. (commons.wikimedia.org/Bgag)

Jika kamu berlibur ke Kyrgyzstan, kemungkinan besar akan melihat Menara Burana. Menara ini berdiri di sepanjang jalan menuju atau dari Bishkek. Menjulang sendirian di antara ladang hijau Lembah Chuy. Menara ini adalah tempat indah yang menunjukkan kekayaan sejarah negara Asia Tengah ini.

Menara Burana berjarak sekitar satu jam dari Bishkek. Jaraknya juga hanya 15 menit dari kota Tokmok. Dengan demikian, menjadikannya tempat yang mudah dan menyenangkan untuk dikunjungi. Yuk, simak fakta unik tentang Menara Burana berikut ini, guys!

1. Menjadi inti kota Balasagun

potret alat-alat yang terbuat dari batu di Menara Burana
potret alat-alat yang terbuat dari batu di Menara Burana (commons.wikimedia.org/Bgag)

Menara Burana dulunya berdiri di jantung kota Balasagun yang ramai di Jalur Sutra, tutur Kalpak Travel. Temuan awal menunjukkan bahwa situs ini berasal dari abad ke-5. Seiring waktu, semakin banyak orang datang dan menetap di sana. Tiga abad kemudian, kota ini telah berkembang menjadi lebih besar dan ramai.

Para pelancong dari Arab pada abad ke-17 menulis bahwa Balasagun dulunya adalah kota besar. Konon memiliki tembok yang lebar, banyak masjid, serta tempat untuk mengajar siswa. Dari sini, dapat dilihat bahwa Balasagun terencana dengan baik. Terdapat pula sistem pembuangan limbah dan tempat untuk mencetak koin.

2. Legenda tentang Menara Burana

Pemandangan Menara Burana dari dekat.
Pemandangan Menara Burana dari dekat. (commons.wikimedia.org/Adam Harangozó)

Burana adalah menara yang berdiri di samping masjid dan digunakan untuk menyerukan salat. Yang menarik adalah kisah tentang menara ini bukan tentang penggunaan keagamaannya. Sebaliknya, mengingatkan pada kisah Putri Tidur. Legenda ini menceritakan tentang seorang putri dari seorang khan atau raja setempat.

Ketika putri yang telah lama ditunggu-tunggu lahir, sang khan mengadakan pesta besar. Ia mengundang banyak orang untuk berbagi pandangan tentang putrinya. Sebagian besar mengatakan bahwa putrinya akan hidup panjang, tetapi ada yang memperingatkan bahwa ia akan meninggal pada usia 16 tahun. Untuk menjaga keselamatannya, sang khan membangun sebuah menara tinggi.

3. Arsitektur Menara Burana

potret sebuah yurt (rumah nomaden) di dekat Menara Burana
potret sebuah yurt (rumah nomaden) di dekat Menara Burana (commons.wikimedia.org/Dan Lundberg)

Menara Burana berdiri sebagai salah satu keajaiban tertua di Asia Tengah. Dibangun pada abad ke-11 dan kemudian menginspirasi menara-menara lain, seperti yang ada di Bukhara. Tidak dicat tetapi dihiasi dengan bentuk-bentuk rapi yang terbuat dari batu bata. Menara Burana menunjukkan gaya ini dengan pola bergaris dan delapan pintu palsu.

Menara Burana dulunya berdiri setinggi lebih dari 40 meter, tetapi sebagian runtuh setelah gempa bumi pada abad ke-14. Saat ini telah dipugar dan berdiri setinggi 24,6 meter. Pengunjung dapat mendaki hingga ke puncak, meskipun di dalamnya gelap. Dari puncak, mereka dapat menikmati pemandangan luas dan indah dari seluruh situs.

4. Memiliki kompleks mausoleum

potret balbal di situs Menara Burana
potret balbal di situs Menara Burana (commons.wikimedia.org/Bgag)

Penggalian di situs Menara Burana telah mengungkap empat area mausoleum dengan makam keluarga. Saat ini, hanya fondasi bata dan beberapa sisa bangunan tua yang dapat dilihat. Pengunjung dapat mendaki bukit terdekat untuk menikmati pemandangan yang jelas dari atas. Di dekat situs, terdapat juga ukiran batu yang disebut balbal.

Awalnya suku-suku Turkik mendirikan balbal untuk menunjukkan musuh-musuh yang telah gugur. Kemudian mereka gunakan untuk menghormati leluhur. Ukiran wajah dan tangan memberi gambaran yang jelas tentang pakaian dan senjata mereka. Beberapa batu menunjukkan orang yang memegang cangkir; mungkin terkait dengan kaum Nestorian, sebuah kelompok Kristen awal di Balasagun.

5. Mengalami restorasi selama abad ke-20

potret petroglif di situs Menara Burana
potret petroglif di situs Menara Burana (commons.wikimedia.org/Bgag)

Pekerjaan perbaikan pertama pada Menara Burana dilakukan pada tahun 1927–1928, yang membantu menjaganya tetap berdiri hingga saat ini, sebut Kyrgyz Tourism. Upaya ini memainkan peran penting dalam melestarikan menara. Namun, beberapa perubahan memengaruhi tampilan aslinya. Bagian dasar kehilangan detail desainnya dan bagian atasnya dibentuk ulang dengan cara yang kurang akurat.

Tujuan utama perbaikan adalah untuk mengembalikan ketinggian dasar seperti semula dan memperbaiki desain dan detail Menara Burana. Selain itu, memperkuat dasar dan bagian bawah. Bentuk menara sederhana, sehingga fokusnya adalah pada pola dan desain yang kaya. Tim memilih untuk mempertahankan gaya asli daripada menggunakan batu bata modern polos untuk bagian atas.

Menara Burana bukan hanya bangunan tua; ia menyimpan kisah-kisah dari masa lalu yang kaya. Sejarahnya sebagai bagian dari Jalur Sutra. Setiap bagiannya menunjukkan sedikit kehidupan dari masa lalu. Mengunjungi menara hari ini adalah cara mudah untuk belajar tentang sejarah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Travel

See More

5 Cara Menghindari Keramaian saat Liburan Musim Semi di Jepang

15 Apr 2026, 21:45 WIBTravel