5 Scam di Bandara Internasional yang Sering Mengincar Turis, Hati-hati!

Bandara internasional menjadi titik awal dan akhir perjalanan lintas negara. Di tempat ini, pergerakan penumpang berlangsung cepat dan penuh transisi. Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menjalankan berbagai modus penipuan.
Dalam hal ini, turis berada dalam posisi yang harus lebih waspada karena melakukan perjalanan. Situasi asing, kelelahan, dan fokus pada jadwal penerbangan dapat mengurangi kewaspadaan. Oleh sebab itu, beberapa jenis scam di bandara ini perlu diwaspadai saat bepergian.
1. Petugas palsu yang menawarkan bantuan

Salah satu modus yang muncul di area bandara adalah orang yang mengaku sebagai petugas. Mereka biasanya mendekat dengan menawarkan bantuan terkait bagasi, imigrasi, atau arah terminal. Penampilan mereka dibuat meyakinkan agar terlihat resmi.
Dalam praktiknya, bantuan tersebut diikuti permintaan biaya atau pengalihan ke layanan tidak resmi. Bagi yang belum memahami alur bandara bisa saja terjebak dalam situasi ini. Menghindari interaksi dengan pihak tanpa identitas jelas akan membantu meminimalkan risiko.
2. Penipuan taksi tidak resmi

Area kedatangan bandara sering menjadi lokasi tawaran transportasi. Beberapa pihak menawarkan jasa taksi dengan pendekatan langsung. Kendaraan yang digunakan tidak selalu terdaftar sebagai transportasi resmi bandara.
Masalah biasanya muncul pada tarif yang tidak transparan. Biaya perjalanan bisa berubah di tengah jalan atau saat tiba di tujuan. Menggunakan transportasi resmi atau aplikasi yang terverifikasi menjadi langkah yang lebih aman untuk terhindar dari praktik scam semacam ini.
3. Penukaran uang dengan kurs tidak jelas

Penukaran uang di bandara perlu dilakukan dengan hati-hati. Ada pihak yang menawarkan jasa penukaran dengan iming-iming proses cepat. Kurs yang digunakan juga sering kali tidak ditampilkan secara terbuka.
Setelah transaksi selesai, jumlah uang yang diterima bisa jauh dari perkiraan. Situasi ini menyulitkan, apalagi yang membutuhkan uang tunai segera. Dengan menggunakan loket resmi bisa membantu menjaga kejelasan nilai tukar.
4. Modus distraksi dan pencurian

Distraksi menjadi cara untuk mengalihkan perhatian korban. Pelaku bisa mengajak berbicara, menjatuhkan barang, atau berpura-pura meminta bantuan. Dalam momen singkat tersebut, barang pribadi dapat diambil.
Tas yang terbuka atau ponsel yang diletakkan sembarangan meningkatkan risiko. Menjaga barang tetap dekat dan memperhatikan lingkungan sekitar membantu mengurangi peluang pencurian. Kesadaran sedari awal memberi perlindungan tambahan.
5. Tawaran tiket atau upgrade palsu

Beberapa pelaku biasanya akan menawarkan tiket murah atau upgrade penerbangan. Tawaran ini biasanya muncul di area tunggu atau sekitar konter. Informasi yang diberikan terdengar masuk akal bagi penumpang yang terburu waktu.
Setelah pembayaran dilakukan, layanan yang dijanjikan tidak pernah ada. Situasi ini bisa membuat kehilangan waktu dan uang. Semua urusan tiket sebaiknya dilakukan langsung melalui maskapai atau konter resmi.
Bandara internasional menuntut kewaspadaan ekstra, terutama bagi yang masih awam perjalanan lintas negara. Mengenali pola scam sangat membantu menghindari situasi yang merugikan. Dengan sikap tenang dan informasi yang cukup, perjalanan dapat berlangsung lebih aman sejak langkah pertama.


















