Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tokyo, Jepang (unsplash.com/Yu Kato)
  • Drone berbobot 100 gram atau lebih wajib didaftarkan ke MLIT, ditempeli kode registrasi, dan mengaktifkan Remote ID; drone lebih ringan tetap terikat aturan penerbangan.
  • Penerbangan drone memerlukan izin di sekitar bandara, kawasan padat penduduk, serta ketinggian di atas 150 meter; zona terbatas banyak ditemukan di Tokyo dan Osaka.
  • Pilot wajib menjaga drone dalam pandangan, tidak mengganggu orang atau lalu lintas udara, serta memenuhi prosedur rencana penerbangan, logbook, dan pelaporan insiden untuk menghindari sanksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Drone menjadi salah satu alat favorit traveler untuk mengabadikan momen liburan. Pasal, dengan drone, pemandangan kota dari langit dapat terekam dengan indah.

Namun, sebelum buru-buru menerbangkan drone, ada baiknya memahami aturan setiap negara yang dikunjungi. Jepang memiliki aturan ketat mengenai drone, terlebih lagi yang beratnya lebih dari 100 gram. Melanggar aturan berisiko terkena denda yang sangat besar hingga ancaman hukuman penjara.

Lantas, apa boleh menerbangkan drone di Jepang? Coba kamu baca artikel ini terlebih dahulu, ya!

1. Apa saja jenis drone yang wajib didaftarkan?

ilustrasi drone yang sedang terbang (unsplash.com/Jared Brashier)

Kalau kamu mempunyai drone dengan berat 100 gram atau lebih, maka wajib didaftarkan ke Kementerian Tanah, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT). Setelah didaftarkan, kamu harus menempelkan kode registrasi pada badan drone dan mengaktifkan fitur Remote ID sesuai ketentuan.

Menurut Undang-Undang Penerbangan Sipil, drone dengan berat di bawah 100 gram tidak perlu didaftarkan. Itu bukan berarti bebas terbang di mana saja, karena kamu wajib mematuhi aturan di sekitar bandara dan ketinggian yang berlaku.

2. Bisakah drone terbang di mana saja di Jepang?

ilustrasi drone yang sedang terbang (unsplash.com/Jakob Owens)

Kamu tidak bisa asal menerbangkan drone di tempat yang menurutmu sepi atau aman. Ada beberapa kawasan yang memerlukan izin dari MLIT, seperti ruang udara di sekitar bandara, kawasan padat penduduk, dan ketinggian di atas 150 meter.

Cek terlebih dahulu peta zona larangan drone di lokasi yang ingin kamu kunjungi. Apalagi di daerah Tokyo, Osaka, dan sekitarnya, banyak area yang terlihat biasa saja, tapi masuk dalam daftar zona terbatas.

Aturan ini diawasi oleh Badan Kepolisian Nasional Jepang. Meskipun drone kamu sudah terdaftar dan punya izin penerbangan, kamu tetap tidak boleh masuk ke zona merah tanpa izin.

3. Bagaimana aturan menerbangkan drone di Jepang?

Tokyo Tower (unsplash.com/Daryan Shamkhali)

Cara menerbangkan drone juga memiliki aturan sendiri. Drone harus diterbangkan dengan aman, tetap dalam jangkauan pandangan pilot, dan tidak boleh mengganggu orang lain atau lalu lintas udara.

MLIT juga menyebutkan bahwa prosedurnya mencakup pendaftaran drone, pengajuan izin atau persetujuan, pelaporan rencana penerbangan, pencatatan logbook, hingga pelaporan jika terjadi kecelakaan. Jika melanggar, kamu bisa kena denda atau sanksi hukum.

Kesimpulannya, kamu boleh membawa drone ke Jepang, asalkan kamu mau sedikit repot di awal. Jangan lupa daftarkan drone, cek zona merah, ajukan izin yang diperlukan, dan patuhi aturan. Kalau semua persiapannya sudah beres, kamu bisa menikmati pemandangan Jepang dari ketinggian tanpa rasa takut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article