Apakah Gunung Fuji Bisa Didaki sampai Puncak?

- Gunung Fuji setinggi 3.776 mdpl dapat didaki hingga puncak saat musim resmi 1 Juli–10 September, ketika salju di jalur dan puncak telah mencair.
- Empat jalur resmi tersedia: Yoshida paling mudah dan ramai, Fujinomiya terpendek namun tercuram, Subashiri melewati hutan, sedangkan Gotemba terpanjang dan lebih cocok bagi pendaki berpengalaman.
- Pendaki wajib mendaftar online, membayar 4.000 yen, serta membawa sepatu trekking, pakaian dingin, dan jas hujan; waktu menuju puncak berkisar 4–10 jam tergantung jalur.
Melihat Gunung Fuji dari kejauhan menjadi wishlist banyak orang saat berkunjung ke Jepang. Namun, hanya sedikit orang yang tahu kalau ternyata Gunung Fuji bukan hanya bisa dilihat dari jauh, tetapi juga dapat didaki.
Dengan ketinggian 3.776 meter di atas permukaan laut (mdpl), pendakian Gunung Fuji merupakan aktivitas yang populer di Jepang. Berbeda dengan gunung di Indonesia yang puncaknya tandus dan dipenuhi pasir, puncak Gunung Fuji hampir selalu tertutup salju. Pemandangan ini mungkin membuat kita bertanya-tanya, dengan salju yang terlihat tebal, apakah Gunung Fuji bisa didaki sampai puncak?
1. Kapan waktu pendakian Gunung Fuji paling ramai?

Gunung Fuji (unsplash.com/Filiz Elaerts) Tidak seperti gunung-gunung di Indonesia yang bisa didaki hampir sepanjang tahun, waktu pendakian resmi Gunung Fuji baru dibuka pada pertengahan tahun. Tepatnya pada 1 Juli hingga 10 September. Selama musim pendakian, jalur pendakian akan dibersihkan dan fasilitas seperti pondok akan dibuka.
Pondok inilah yang nantinya digunakan para pendaki untuk beristirahat atau bermalam selama pendakian. Meski begitu, kamu sebaiknya menghindari pendakian dari 20 Juli hingga akhir Agustus. Waktu-waktu ini merupakan momen liburan sekolah sehingga jalur pendakian akan jadi lebih ramai. Saking ramainya, kamu bahkan harus antre di jalur pendakian.
2. Ada berapa jalur pendakian di Gunung Fuji?

ilustrasi jalur pendakian Fujinomiya (unsplash.com/William Warby) Gunung Fuji memiliki total empat jalur pendakian resmi. Setiap jalur ini memiliki karakteristik dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Jika kamu pemula dalam urusan pendakian, kamu bisa memilih Jalur Yoshida. Bisa dibilang, Jalur Yoshida merupakan jalur paling populer sekaligus yang paling mudah. Saking ramainya, pihak pengelola sampai harus membatasi pendakian menjadi 4.000 pengunjung per hari.
Jalur Fujinomiya merupakan jalur terpopuler kedua di Gunung Fuji. Salah satu alasannya adalah bahwa Fujinomiya merupakan jalur pendakian terpendek. Meski begitu, jika kamu pemula, ada baiknya menghindari jalur Fujinomiya, karena treknya merupakan yang tercuram di Gunung Fuji.
Berbeda dengan jalur lainnya, Jalur Subashiri merupakan satu-satunya jalur yang akan dilewati pendaki melalui hutan dan bunga-bunga liar. Pada musim panas, pendakian melalui jalur ini akan tetap terasa sejuk karena naungan pepohonan. Kelebihan lainnya dari jalur ini adalah bahwa setelah batas pepohonan, jalur ini akan bergabung dengan Jalur Yoshida.
Terakhir, ada Jalur Gotembayang yang merupakan jalur terpanjang di Gunung Fuji. Pendakian di sini dimulai dari ketinggian 1.440 mdpl dengan durasi cukup lama. Berbanding terbalik dengan Jalur Yoshida yang ramai, Jalur Gotemba lebih cocok untuk pendaki berpengalaman ketimbang pemula. Itulah alasannya jalur ini jadi yang tersepi.
3. Apakah Gunung Fuji bisa didaki sampai ke puncaknya?

ilustrasi gerbang torii menjelang puncak Gunung Fuji (unsplash.com/Xiong Mingiie) Bagi banyak pendaki, terutama pendaki pemula, puncak merupakan target yang harus dicapai. Lantas bagaimana dengan Gunung Fuji? Apakah gunung ini bisa didaki sampai ke puncak? Jawabannya adalah bisa.
Gunung Fuji bisa didaki hingga ke puncak. Mengingat sebagian besar waktu pendakian sendiri berlangsung di musim panas, salju sudah sepenuhnya mencair di sepanjang jalur maupun di puncaknya sehingga bisa dilewati. Namun, satu hal yang perlu diingat adalah jarak pendakian dan waktu tempuh menuju puncak bisa berbeda tergantung pada jalur yang kamu pilih.
Pendakian melalui Jalur Yoshida dimulai dari ketinggian 2.305 mdpl dan membutuhkan waktu pendakian 5-7 jam. Jalur Fujinomiya dimulai dari ketinggian 2.380 mdpl dan hanya membutuhkan waktu antara 4-7 jam untuk pendakian.
Subashiri dan Gotemba merupakan dua jalur terpanjang di Gunung Fuji. Pendakian melalui Jalur Subashiri dimulai dari ketinggian 1.970 mdpl, dengan waktu pendakian antara 6-7 jam. Terakhir dan yang terjauh, yakni Jalur Gotemba. Untuk mencapai puncak Gunung Fuji dari jalur ini, rata-rata pendaki membutuhkan waktu 7-10 jam, dengan garis awal pada ketinggian 1.440 mdpl.
Dibandingkan dengan jalur pendakian gunung-gunung di Indonesia, jalur pendakian ke puncak Gunung Fuji memang lebih tertata. Namun, bukan berarti kita bisa menyepelekan jalurnya. Sebagai gunung tertinggi di Jepang, pendakian ke puncak Gunung Fuji bukan hal yang mudah, terutama jika kamu adalah pemula yang belum pernah naik gunung sebelumnya.
Untuk bisa mendaki ke puncaknya, setiap pengunjung wajib melakukan pendaftaran online beberapa hari sebelum keberangkatan dan membayar biaya 4.000 yen Jepang per orang. Selain itu, para pendaki juga wajib memakai sepatu trekking, pakaian untuk cuaca dingin, dan pakaian anti-hujan. Tanpa ketiganya, kamu akan ditolak masuk dan dilarang melakukan pendakian.









![[QUIZ] Dari Karakter Favoritmu dalam Drakor Doctor X, Destinasi Korea Ini Cocok untukmu](https://image.idntimes.com/post/20261029/19435_242df424-215a-4892-865d-ab73fc3f9171.jpg)












