Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Aturan Baru Smart Luggage di Pesawat, Catat!

5 Aturan Baru Smart Luggage di Pesawat, Catat!
ilustrasi koper listrik (unsplash.com/American Green Travel)
Intinya Sih
  • Maskapai mewajibkan baterai lithium-ion pada smart luggage bersifat removable agar aman dibawa, dan baterai yang dilepas harus dibawa ke kabin.
  • Kapasitas baterai maksimal 100 Wh diperbolehkan tanpa izin, sedangkan di atas 160 Wh dilarang total untuk penerbangan.
  • Penumpang wajib melaporkan smart luggage saat check-in agar petugas memastikan keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi penerbangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Smart luggage semakin populer di kalangan traveler karena menawarkan fitur canggih, seperti port USB untuk charging, GPS tracker, hingga sistem pengunci otomatis. Dengan teknologi tersebut, koper pintar ini memang bikin perjalanan terasa lebih praktis.

Namun, sebelum kamu membawanya ke bandara, ada beberapa aturan smart luggage pesawat yang wajib dipahami. Pasalnya, koper dengan baterai lithium-ion memiliki regulasi khusus dalam dunia penerbangan demi menjaga keselamatan penumpang.

Supaya perjalanan kamu tidak terganggu saat check-in, simak penjelasan lengkap aturan smart luggage saat bepergian naik pesawat berikut ini. Perhatikan, ya!

1. Baterai smart luggage harus bisa dilepas

ilustrasi koper listrik
ilustrasi koper listrik (unsplash.com/Vlada Karpovich)

Hal pertama yang harus kamu perhatikan adalah jenis baterai pada smart luggage. Maskapai penerbangan umumnya mewajibkan baterai tersebut bersifat removable atau bisa dilepas.

Kenapa aturan ini penting? Karena baterai lithium-ion memiliki potensi risiko jika terjadi kerusakan atau korsleting saat berada di bagasi pesawat. Dengan baterai yang bisa dilepas, risiko tersebut bisa lebih mudah dikontrol.

Berikut ketentuannya:

  • Jika baterai dilepas, koper boleh dimasukkan ke bagasi tercatat.
  • Baterai yang dilepas wajib dibawa ke kabin bersama penumpang.
  • Jika baterai tidak bisa dilepas, biasanya koper tidak diperbolehkan masuk bagasi.

2. Batas kapasitas baterai lithium-lon

ilustrasi koper listrik
ilustrasi koper listrik (pexels.com/Gustavo Fring)

Selain bisa dilepas, kapasitas baterai juga memiliki batas tertentu sesuai regulasi penerbangan internasional. Secara umum, aturan yang berlaku adalah sebagai berikut:

  • Maksimal 100 Wh: masih diperbolehkan dibawa dalam penerbangan.
  • 100—160 Wh: biasanya memerlukan izin khusus maskapai.
  • Di atas 160 Wh: dilarang dibawa ke pesawat secara total.

Sebagian besar smart luggage di pasaran sebenarnya sudah menggunakan baterai dengan kapasitas di bawah 100 Wh, sehingga relatif aman untuk dibawa traveling. Namun tetap saja, kamu perlu mengecek spesifikasi baterai pada koper sebelum berangkat ke bandara.

3. Aturan smart luggage di kabin dan bagasi

ilustrasi koper
ilustrasi koper (pexels.com/Eminent Luggage)

Banyak penumpang masih bingung apakah smart luggage boleh masuk kabin atau bagasi. Jawabannya tergantung pada kondisi baterai saat check-in.

Jika baterai dilepas, koper bisa dimasukkan ke bagasi tercatat dan baterai wajib dibawa ke kabin bersama penumpang. Namun, jika baterai tidak dilepas, maka koper wajib dibawa ke kabin, tetapi sistem baterai harus dalam kondisi off atau mati. Aturan ini diterapkan karena kabin pesawat lebih mudah diawasi oleh kru jika terjadi masalah pada baterai.

4. Perhatikan dimensi dan berat kabin

ilustrasi koper listrik
ilustrasi koper listrik (unsplash.com/American Green Travel)

Selain aturan baterai, smart luggage juga tetap harus mengikuti batas ukuran koper kabin yang berlaku di sebagian besar maskapai. Biasanya ketentuan umum yang digunakan adalah:

  • Berat maksimal: sekitar 7 kg.
  • Dimensi maksimal: 56 x 36 x 23 cm.
  • Total dimensi: tidak lebih dari 115 cm.

Jika koper kamu melebihi ukuran tersebut, kemungkinan besar akan diminta untuk masuk ke bagasi tercatat. Karena itu, pastikan smart luggage yang kamu gunakan masih memenuhi standar ukuran kabin pesawat.

5. Wajib melaporkan smart luggage saat check-in

ilustrasi koper listrik
ilustrasi koper listrik (unsplash.com/Eminent Luggage)

Hal penting lainnya yang sering terlupakan adalah pelaporan kepada petugas bandara. Penumpang yang membawa smart luggage wajib memberi tahu petugas saat proses check-in. Tujuannya agar pihak maskapai bisa memastikan beberapa hal ini:

  • Baterai sudah sesuai dengan regulasi.
  • Kapasitas baterai tidak melebihi batas.
  • Posisi baterai aman selama penerbangan.

Dengan melaporkannya sejak awal, kamu bisa menghindari masalah saat pemeriksaan keamanan bandara.

Smart luggage memang menawarkan banyak kemudahan bagi traveler, tetapi penggunaannya di pesawat tetap memiliki aturan khusus. Hal ini terutama berkaitan dengan baterai lithium-ion yang ada di dalam koper.

Dengan memahami aturan ini, kamu tidak perlu khawatir lagi saat membawa smart luggage ke dalam pesawat. Perjalanan pun jadi lebih praktis tanpa risiko ditahan di bandara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More