Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Candi Borobudur Dipugar, Begini Aturan dan Perubahan Kunjungan Wisatawan

4 min read
Candi Borobudur Dipugar, Begini Aturan dan Perubahan Kunjungan Wisatawan
Potret Candi Borobudur (pexels.com/明珠 梁)
  • Candi Borobudur menjalani pemugaran Mahastupa, terutama Yasti, untuk menangani pergeseran, pelapukan, rekahan, rongga, dan penggaraman demi kestabilan struktur.

  • Wisatawan tetap dapat berkunjung, tetapi pelataran utara dan zona kerja ditutup sementara. Pengunjung wajib mengikuti jalur, pembatas, serta arahan petugas.

  • Akses kunjungan dapat berubah sesuai evaluasi keselamatan. Pemugaran ditargetkan selesai 24 Oktober 2026, sementara pemasangan Chattra masih dalam pembahasan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, kembali menjalani pekerjaan pemugaran untuk menjaga kondisi dan kestabilan struktur bangunan cagar budaya tersebut. Kali ini, pekerjaan berfokus pada bagian Mahastupa, terutama Yasti yang berada di bagian paling atas stupa induk Candi Borobudur.

Pemugaran dilakukan untuk menangani sejumlah kondisi pada struktur, seperti adanya pergeseran pada bagian Yasti. Selain itu, pekerjaan konservasi juga mencakup penanganan pelapukan, rekahan, rongga, hingga penggaraman pada bagian Mahastupa. Proses konsolidasi dan konservasi diperkirakan berlangsung selama sekitar lima pekan, tetapi durasinya masih dapat menyesuaikan kondisi teknis di lapangan.

Di tengah pekerjaan tersebut, wisatawan masih dapat berkunjung ke Candi Borobudur. Namun, ada area tertentu yang tidak bisa diakses untuk sementara waktu, serta jalur kunjungannya dapat mengalami penyesuaian selama proses pemugaran berlangsung.

Lantas, apa saja aturan dan perubahan kunjungan wisatawan selama Candi Borobudur dipugar? Berikut informasi selengkapnya yang perlu kamu ketahui.

  1. 1. Wisatawan tetap bisa berkunjung ke Candi Borobudur

    Pemugaran pada bagian Mahastupa tidak membuat seluruh kawasan Candi Borobudur ditutup untuk wisatawan. Pengunjung masih dapat datang dan mengikuti jalur kunjungan yang telah ditetapkan selama pekerjaan berlangsung.

    Meski demikian, wisatawan perlu memperhatikan pembatas yang dipasang di sekitar area pekerjaan. Area yang sedang digunakan sebagai zona kerja tidak dapat dimasuki untuk sementara waktu.

    Pembatasan tersebut diterapkan untuk menjaga keselamatan wisatawan dan pekerja, sekaligus memastikan proses pemugaran dapat berlangsung dengan aman dan terkendali. Jadi, wisatawan tetap bisa menikmati kunjungan ke Candi Borobudur, tetapi tidak seluruh bagian kawasan dapat diakses seperti biasanya.

  2. 2. Pelataran utara ditutup sementara

    Potet Candi Borobudur
    Potet Candi Borobudur (unsplash.com/Maneesh Shahani)

    Salah satu perubahan yang perlu diperhatikan wisatawan adalah penutupan sementara area pelataran utara. Bagian tersebut digunakan sebagai zona kerja selama proses pemugaran dan konservasi Mahastupa berlangsung.

    Oleh karena itu, pengunjung tidak diperbolehkan memasuki area yang telah diberi pembatas. Jalur kunjungan akan diarahkan melalui area yang tetap dibuka, sehingga wisatawan dapat beraktivitas tanpa mengganggu pekerjaan pemugaran.

    Pembatasan ini bukan berarti kunjungan ke Candi Borobudur dihentikan sepenuhnya. Wisatawan tetap dapat datang, tetapi perlu mengikuti rute dan petunjuk yang telah ditentukan oleh pengelola selama pekerjaan berlangsung.

  3. 3. Akses wisatawan bisa berubah sesuai kondisi di lapangan

    Ketentuan kunjungan selama pemugaran tidak bersifat tetap. Pengelola akan melakukan evaluasi keselamatan secara berkala dan dapat menyesuaikan akses pengunjung berdasarkan perkembangan pekerjaan, serta kondisi teknis di lapangan.

    Artinya, area yang dapat dikunjungi wisatawan bisa saja mengalami perubahan selama proses pemugaran. Hal ini dilakukan untuk memastikan aktivitas wisata tetap berjalan tanpa mengganggu pekerjaan konservasi maupun membahayakan pengunjung. Wisatawan yang berencana datang ke Candi Borobudur selama periode pemugaran perlu mengikuti arahan petugas, serta memperhatikan pembatas atau perubahan jalur yang berlaku saat kunjungan.

  4. 4. Pemugaran berfokus pada Yasti dan konservasi Mahastupa

    Potret Candi Borobudur
    Potret Candi Borobudur (pixabay.com/qwertyvied)

    Pekerjaan yang dilakukan saat ini tidak sekadar memperbaiki bagian yang terlihat mengalami kerusakan. Pemugaran juga bertujuan menjaga kestabilan struktur Mahastupa dalam jangka panjang.

    Salah satu fokus utamanya adalah konsolidasi Yasti. Yasti merupakan bagian tertinggi dari stupa induk atau Mahastupa Candi Borobudur. Bagian ini ditangani untuk memulihkan kondisi sekaligus memperkuat kestabilan strukturnya.

    Sementara itu, konservasi Mahastupa dilakukan untuk menangani beberapa kondisi yang ditemukan pada struktur, termasuk pelapukan, rekahan, rongga, dan penggaraman. Pekerjaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian Candi Borobudur.

  5. 5. Chattra belum dipasang di puncak Candi Borobudur

    Pemugaran Mahastupa juga kembali menyoroti keberadaan Chattra yang berada di bagian paling atas struktur stupa. Namun, pemasangan Chattra hingga saat ini belum dilakukan.

    Chattra merupakan elemen arsitektur berbentuk payung bertingkat yang secara tradisional ditempatkan di atas Yasti. Elemen tersebut memiliki makna simbolis dalam tradisi Buddhis, antara lain berkaitan dengan penghormatan, perlindungan, dan kesakralan.

    Proses adaptasi Chattra masih dalam pembahasan. Keputusan mengenai elemen tersebut mempertimbangkan berbagai hal, mulai dari temuan arkeologis, dokumentasi historis, kajian arsitektur, hingga prinsip konservasi dan ketentuan pelestarian Warisan Dunia UNESCO.

    Pemugaran Candi Borobudur ditargetkan rampung pada pertengahan Oktober 2026, tepatnya Sabtu (24/10/2026). Namun, waktu penyelesaian tersebut masih dapat menyesuaikan dengan kondisi teknis yang ditemukan selama pekerjaan berlangsung. Setelah seluruh proses selesai, akses ke area yang ditutup sementara akan dibuka kembali secara bertahap, setelah pemeriksaan akhir memastikan kawasan tersebut aman untuk dikunjungi wisatawan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More