Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) meninggalkan dampak di berbagai sektor, termasuk transportasi. Selain merusak rumah dan fasilitas umum, guncangan gempa juga berdampak pada sejumlah bandara dan pelabuhan yang menjadi bagian penting dari konektivitas antardaerah di NTT. Kerusakan yang dilaporkan pun beragam, mulai dari retakan pada dinding dan bangunan hingga bagian dermaga yang mengalami kerusakan dan roboh.
Kondisi tersebut membuat pemeriksaan terhadap fasilitas transportasi menjadi langkah penting untuk memastikan aktivitas penerbangan dan pelayaran tetap berlangsung dengan aman. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun melakukan pengecekan di sejumlah fasilitas yang terdampak untuk melihat kondisi bangunan, landasan, dermaga, serta sarana pendukung lainnya. Meski ada layanan yang sempat dibatasi atau dihentikan sementara karena faktor keselamatan, operasional transportasi di NTT secara keseluruhan tidak serta-merta berhenti.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan duka cita dan keprihatinan atas gempa yang melanda NTT. Ia menegaskan aspek keselamatan dan kelancaran operasional transportasi tetap menjadi prioritas, terutama di tengah upaya penanganan dampak bencana dan antisipasi terhadap kemungkinan bahaya susulan.
Lantas, bandara dan pelabuhan mana saja yang mengalami kerusakan akibat gempa NTT? Berikut daftar fasilitas transportasi yang dilaporkan terdampak.
