Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Emergency dan Survival Kit yang Harus Dibawa saat Traveling

Emergency dan Survival Kit yang Harus Dibawa saat Traveling
Potret emergency kit (pexels.com/Roger Brown)
  • Emergency dan survival kit membantu menghadapi perubahan cuaca, kendala transportasi, atau keterbatasan akses listrik, toko, fasilitas kesehatan, dan bantuan selama traveling.
  • Perlengkapan utama mencakup obat pribadi serta P3K, power bank dan kabel, senter, peluit, perlengkapan kebersihan, jas hujan, air minum, dan camilan darurat.
  • Siapkan uang tunai, salinan dokumen, dry bag, selimut darurat, serta daftar kontak penting; sesuaikan isi kit dengan destinasi, durasi, aktivitas, cuaca, dan transportasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tak ada yang benar-benar bisa memprediksi bagaimana perjalanan akan berlangsung. Rencana yang sudah disusun dengan baik pun tetap bisa berubah ketika cuaca tiba-tiba memburuk, transportasi mengalami kendala, atau terjadi kondisi darurat di tengah perjalanan.

Hal-hal kecil seperti kehabisan baterai ponsel hingga situasi yang lebih serius bisa menjadi lebih sulit diatasi ketika kita sedang jauh dari rumah dan tidak memiliki perlengkapan yang memadai. Oleh karena itu, menyiapkan emergency dan survival kit sebelum traveling menjadi langkah sederhana yang akan membantu kita menghadapi situasi darurat.

Perlengkapan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar, sekaligus memberi cadangan ketika akses terhadap toko, fasilitas kesehatan, listrik, atau bantuan tidak tersedia dengan mudah. Isinya pun tak harus banyak, terpenting barang yang dibawa benar-benar fungsional dan disesuaikan dengan tujuan serta kondisi perjalanan.

Nah, supaya lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan, berikut beberapa emergency dan survival kit yang sebaiknya kamu bawa saat traveling!

  1. 1. Obat-obatan dan perlengkapan P3K

    Perlengkapan pertama yang wajib ada adalah obat-obatan pribadi dan kebutuhan pertolongan pertama. Simpan obat rutin dalam kemasan aslinya, agar lebih mudah dikenali dan tidak tercecer.

    Selain obat pribadi, kamu juga bisa membawa obat umum sesuai kebutuhan, seperti obat sakit kepala, obat maag, obat alergi, serta obat untuk mabuk perjalanan. Lengkapi dengan plester luka, kasa steril, antiseptik, dan tisu alkohol untuk menangani luka ringan.

    Jika memiliki kondisi tertentu atau membutuhkan obat resep, pastikan persediaannya cukup selama perjalanan. Untuk traveling ke luar negeri, periksa pula aturan negara tujuan terkait obat yang dibawa!

  2. 2. Powerbank dan kabel pengisi daya

    Potret power bank
    Potret power bank (pexels.com/Evan Mahmud Shuvo)

    Handphone kini bukan hanya digunakan untuk berkomunikasi, tetapi juga menjadi alat penting selama perjalanan. Tiket elektronik, peta, aplikasi transportasi, kamera, hingga akses layanan darurat biasanya tersimpan di dalam HP.

    Jadi, jangan sampai baterai habis ketika sedang berada di tempat yang tidak dikenal. Bawa powerbank dengan kapasitas yang sesuai kebutuhan dan kabel pengisi daya cadangan. Jika bepergian ke luar negeri, sesuaikan juga adaptor dengan jenis soket listrik di negara tujuan. Simpan semua perlengkapan tersebut di tempat yang mudah dijangkau, bukan di dalam koper yang masuk bagasi.

  3. 3. Senter kecil dan baterai cadangan

    Senter mungkin terdengar sepele, tetapi bisa sangat membantu ketika terjadi kondisi darurat. Misalnya saat listrik padam, berjalan di area minim penerangan, atau harus mencari sesuatu di tempat gelap.

    Pilih senter berukuran kecil, agar tidak memakan banyak ruang di tas. Senter pada ponsel memang dapat menjadi alternatif, tetapi memiliki perangkat khusus akan lebih aman karena tidak menguras baterai ponsel yang mungkin dibutuhkan untuk komunikasi. Jika menggunakan senter dengan baterai, jangan lupa membawa baterai cadangan, ya!

  4. 4. Peluit darurat

    Potret peluit
    Potret peluit (unsplash.com/Mandy Ferrer)

    Peluit termasuk perlengkapan kecil yang mudah diselipkan di tas, tetapi dapat berguna dalam situasi tertentu. Suara peluit dapat terdengar lebih jauh dibandingkan suara manusia, sehingga bisa digunakan untuk menarik perhatian ketika membutuhkan bantuan. Perlengkapan ini terutama bermanfaat ketika traveling ke kawasan alam, melakukan pendakian, berkemah, atau menjelajahi tempat yang jauh dari keramaian.

  5. 5. Masker, tisu, dan hand sanitizer

    Perlengkapan kebersihan juga sebaiknya masuk dalam survival kit. Bawa beberapa masker, terutama jika harus bepergian menggunakan transportasi umum atau berada di tempat yang ramai.

    Lengkapi dengan tisu kering, tisu basah, dan hand sanitizer. Ketiganya dapat membantu menjaga kebersihan tangan dan tubuh ketika fasilitas sanitasi sulit ditemukan. Barang-barang ini juga praktis digunakan setelah makan di perjalanan atau sebelum menyentuh makanan.

  6. 6. Jas hujan atau payung lipat

    Potret jas hujan
    Potret jas hujan (pexels.com/Mathias Reding)

    Cuaca bisa berubah tanpa banyak tanda, terutama ketika traveling ke daerah dengan curah hujan tinggi. Siapkan payung lipat atau jas hujan tipis di dalam tas, supaya hujan mendadak tidak sampai mengganggu rencana perjalanan. Jas hujan model ponco bisa menjadi pilihan jika kamu berencana melakukan aktivitas luar ruangan. Sementara itu, payung lipat lebih praktis untuk perjalanan di kawasan perkotaan.

  7. 7. Air minum dan camilan darurat

    Jangan lupa menyediakan sedikit makanan dan minuman untuk kondisi darurat. Botol air minum yang dapat digunakan kembali bisa menjadi pilihan praktis, agar tidak perlu terus membeli air kemasan.

    Untuk camilan, pilih makanan yang tahan lama, tidak mudah rusak, dan mudah dikonsumsi, seperti biskuit, granola bar, kacang-kacangan, atau makanan ringan lainnya. Perlengkapan ini bisa terasa sangat membantu ketika perjalanan tertunda, sulit menemukan tempat makan, atau kamu harus menunggu dalam waktu cukup lama.

  8. 8. Uang tunai dan dokumen penting

    Potret seseorang yang menarik uang tunai dari mesin ATM
    Potret seseorang yang menarik uang tunai dari mesin ATM (pexels.com/Proyek Saham RDNE)

    Meski pembayaran digital semakin mudah, uang tunai tetap penting untuk disiapkan. Tidak semua tempat menerima kartu atau pembayaran digital, terutama ketika mengunjungi daerah terpencil atau menggunakan transportasi lokal.

    Selain uang tunai, simpan salinan dokumen penting seperti kartu identitas, paspor, tiket perjalanan, dan informasi asuransi perjalanan. Kamu dapat menyimpannya secara digital di ponsel atau penyimpanan awan, serta membawa salinan fisik sebagai cadangan.

    Untuk traveling ke luar negeri, sebaiknya pisahkan uang dan dokumen penting di beberapa tempat. Jika salah satu tas hilang, maka seluruh barang berharga tidak ikut hilang sekaligus.

  9. 9. Kantong plastik atau dry bag

    Kantong plastik dengan penutup atau dry bag juga berguna untuk menyimpan barang yang basah maupun melindungi barang dari air. Kamu bisa menggunakannya untuk memisahkan pakaian kotor, menyimpan pakaian renang, atau melindungi dokumen dan perangkat elektronik ketika hujan. Pilih ukuran yang sesuai kebutuhan dan gunakan kembali selama perjalanan, agar tidak menghasilkan terlalu banyak sampah.

  10. 10. Selimut darurat

    Potret selimut darurat (pexels.com/cottonbro studio)
    ilustrasi selimut darurat (pexels.com/cottonbro studio)

    Jika ingin menyiapkan survival kit yang lebih lengkap, pertimbangkan membawa emergency blanket atau selimut darurat. Perlengkapan ini biasanya sangat tipis dan ringan, sehingga tidak membutuhkan banyak ruang.

    Emergency blanket dapat membantu mempertahankan panas tubuh dalam kondisi tertentu. Barang ini lebih relevan jika kamu berencana melakukan aktivitas di alam terbuka, seperti mendaki, berkemah, atau menjelajahi daerah dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.

  11. 11. Kontak darurat dan informasi penting

    Terakhir, pastikan kamu memiliki daftar kontak penting yang dapat diakses ketika terjadi keadaan darurat. Jangan hanya mengandalkan kontak yang tersimpan di ponsel, karena perangkat tersebut bisa kehabisan baterai, rusak, atau hilang.

    Catat nomor keluarga atau orang terdekat, kontak hotel atau akomodasi, serta informasi layanan darurat di destinasi tujuan. Jika traveling ke luar negeri, simpan pula alamat dan nomor kontak kedutaan atau konsulat Indonesia.

    Itu dia emergency dan survival kit yang harus dibawa saat traveling. Sebenarnya, gak semua perlengkapan di atas harus dibawa dalam ukuran besar. Tinggal sesuaikan isi survival kit dengan destinasi, durasi perjalanan, aktivitas, cuaca, serta moda transportasi yang digunakan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More