Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Etika Naik Transportasi Umum di Jepang, Jangan Sampai Salah

potret stasiun di Jepang
potret stasiun di Jepang (pexels.com/G N)
Intinya sih...
  • Jaga suara tetap pelan selama di kereta dan bus
  • Dahulukan penumpang turun sebelum masuk
  • Simpan tas dengan benar agar tidak mengganggu
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Naik transportasi umum di Jepang sering jadi pengalaman pertama yang bikin wisatawan kagum sekaligus canggung. Kereta dan busnya tak hanya tepat waktu, bersih, dan teratur, tapi juga punya aturan tak tertulis yang dijunjung tinggi. Kalau kamu berencana liburan ke Jepang, memahami etika ini bisa bikin perjalanan terasa lebih nyaman.

Banyak kebiasaan yang dianggap wajar di Indonesia ternyata kurang pantas dilakukan di transportasi umum Jepang. Hal-hal kecil seperti cara berbicara, berdiri, hingga menyimpan barang bisa jadi perhatian penumpang lain. Supaya kamu tidak salah, yuk, pahami lima etika penting berikut ini.

1. Jaga suara tetap pelan selama di kereta dan bus

potret interior shinkansen
potret interior shinkansen (commons.wikimedia.org/Keith Pomakis)

Transportasi umum di Jepang dikenal dengan suasananya yang tenang. Penumpang biasanya berbicara dengan suara pelan atau bahkan memilih diam selama perjalanan. Kondisi ini membuat banyak orang bisa beristirahat atau fokus dengan aktivitas masing-masing.

Berbicara terlalu keras, tertawa berlebihan, atau menerima telepon dengan suara nyaring dianggap kurang sopan. Jika memang harus menelepon, sebaiknya menunggu hingga turun atau menjawab dengan suara sangat pelan. Dengan menjaga volume suara, kamu sudah menghormati kenyamanan penumpang lain.

2. Dahulukan penumpang turun sebelum masuk

ilustrasi penumpang masuk ke dalam kereta dengan tertib
ilustrasi penumpang masuk ke dalam kereta dengan tertib (pixabay.com/wal_172619)

Saat pintu kereta atau bus terbuka, penumpang di Jepang terbiasa memberi jalan bagi orang yang akan turun. Mereka akan berdiri rapi di sisi pintu dan masuk setelah area kosong. Kebiasaan ini membuat arus penumpang tetap tertib dan efisien.

Masuk dengan tergesa-gesa atau menyerobot dianggap tidak sopan dan bisa mengganggu. Meski sedang terburu-buru, mengikuti alur ini menunjukkan bahwa kamu menghargai aturan bersama. Etika sederhana ini juga membuat perjalanan terasa lebih tertib dan nyaman.

3. Simpan tas dengan benar agar tidak mengganggu

ilustrasi orang duduk di dalam kereta di Jepang
ilustrasi orang duduk di dalam kereta di Jepang (unsplash.com/Alexander Schimmeck)

Membawa tas besar di transportasi umum Jepang perlu perhatian ekstra. Penumpang biasanya memindahkan ransel ke depan tubuh atau meletakkannya di rak atas. Tujuannya agar tidak menyenggol orang lain, terutama saat kereta sedang padat.

Meletakkan tas di punggung saat jam sibuk bisa dianggap kurang peka. Selain berisiko mengganggu, tas besar juga bisa memakan ruang penumpang lain. Dengan menyimpan tas dengan benar, kamu membantu menjaga ruang bersama tetap nyaman.

4. Hindari makan dan minum di dalam kendaraan

ilustrasi penumpang duduk di dalam kereta
ilustrasi penumpang duduk di dalam kereta (pexels.com/Darya Sannikova)

Berbeda dengan kebiasaan di beberapa negara, makan di transportasi umum Jepang umumnya dihindari. Bau makanan bisa mengganggu penumpang lain, apalagi di ruang tertutup seperti kereta. Oleh karena itu, kebanyakan orang memilih makan sebelum atau sesudah perjalanan.

Minum air mineral biasanya masih ditoleransi, tapi tetap dilakukan dengan sopan. Makan camilan, apalagi yang beraroma kuat, sebaiknya dihindari. Menghormati aturan ini menunjukkan kepedulianmu pada kenyamanan bersama.

5. Prioritaskan kursi khusus untuk yang membutuhkan

potret interior kereta listrik di Jepang (commons.wikimedia.org/MaedaAkihiko)
potret interior kereta listrik di Jepang (commons.wikimedia.org/MaedaAkihiko)

Di setiap kereta dan bus Jepang, tersedia kursi prioritas untuk lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan orang dengan kondisi khusus. Meski kursi tersebut kosong, penumpang lain biasanya tetap waspada dan siap memberikan tempat. Sikap ini sudah menjadi bagian dari budaya saling menghormati.

Jika kamu duduk di kursi tersebut dan melihat orang yang membutuhkan, segera berikan tempat. Bahkan tanpa diminta, tindakan ini sangat dihargai. Etika kecil seperti ini bisa meninggalkan kesan baik sebagai wisatawan.

Memahami etika naik transportasi umum di Jepang bukan hanya menyangkut aturan, tapi juga tentang empati. Dengan bersikap lebih peka dan menghormati kebiasaan setempat, perjalananmu akan terasa lebih menyenangkan dan berkesan sejak langkah pertama keluar stasiun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us

Latest in Travel

See More

Pantai Tanjung Penyu Mas Malang: Lokasi, Rute, dan Harga Tiket

20 Jan 2026, 14:00 WIBTravel