Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Hal yang Harus Diperhatikan saat Liburan di Tengah Gelombang Panas
Potret wisatawan sedang kepanasan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Liburan saat musim panas memang menyenangkan, apalagi jika kamu berencana menjelajahi berbagai destinasi populer di Eropa, Amerika, atau negara empat musim lainnya. Namun, belakangan ini sejumlah wilayah di dunia mengalami gelombang panas ekstrem dengan suhu mencapai lebih dari 40 derajat Celsius. Kondisi tersebut tentu membuat wisatawan perlu lebih waspada, agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga heat stroke yang berbahaya bagi kesehatan. Nah, supaya liburan musim panasmu tetap berjalan lancar, berikut beberapa hal penting yang wajib kamu perhatikan saat bepergian di tengah gelombang panas.

1. Hindari beraktivitas di luar ruangan saat suhu sedang puncak

Salah satu cara terbaik mengurangi risiko dampak panas ekstrem adalah membatasi aktivitas luar ruangan ketika matahari sedang terik. Umumnya, suhu tertinggi terjadi sekitar pukul 11.00 hingga 16.00 waktu setempat.

Jika memungkinkan, jadwalkan aktivitas wisata sejak pagi atau menjelang sore hari. Selain cuacanya lebih nyaman, suasana destinasi juga biasanya tidak terlalu padat sehingga pengalaman liburan menjadi lebih menyenangkan.

2. Minum air putih secara rutin

Potret minum air putih (pexels.com/Gustavo Fring)

Saat cuaca panas, tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat. Sayangnya, rasa haus seringkali muncul ketika tubuh sudah mulai mengalami dehidrasi ringan.

Minumlah air putih secara berkala, meski belum merasa haus. Selalu bawa botol minum isi ulang apabila destinasi yang kamu kunjungi menyediakan stasiun pengisian air minum. Jika banyak beraktivitas di luar ruangan, kamu juga bisa mengonsumsi minuman elektrolit untuk membantu mengganti cairan dan mineral tubuh yang hilang.

3. Gunakan pakaian yang ringan dan menyerap keringat

Pilihan pakaian juga berpengaruh terhadap kenyamanan selama berwisata. Sebaiknya kenakan pakaian berbahan katun, linen, atau material yang mudah menyerap keringat, serta memiliki sirkulasi udara yang baik. Pilihlah pakaian berwarna terang, karena lebih efektif memantulkan sinar matahari dibandingkan warna gelap yang cenderung menyerap panas.

4. Jangan lupa memakai tabir surya dan aksesori pelindung

Potret seseorang memakai sunscreen (pexels.com/Ron Lach)

Paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi tidak hanya membuat kulit terbakar, tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan kulit dalam jangka panjang. Gunakan tabir surya minimal SPF30 sekitar 15–30 menit sebelum keluar ruangan, lalu aplikasikan ulang setiap dua jam, terutama jika banyak berkeringat. Lengkapi pula dengan topi bertepi lebar, kacamata hitam berpelindung UV, dan payung untuk membantu mengurangi paparan sinar matahari secara langsung.

5. Kenali tanda-tanda heat exhaustion dan heat stroke

Jangan menganggap remeh gejala yang muncul akibat cuaca panas. Pusing, mual, tubuh terasa lemas, keringat berlebihan, sakit kepala, hingga kram otot bisa menjadi tanda heat exhaustion.

Apabila seseorang mulai mengalami kebingungan, kehilangan kesadaran, suhu tubuh sangat tinggi, atau tidak lagi berkeringat padahal sedang kepanasan, kondisi tersebut dapat mengarah pada heat stroke yang membutuhkan penanganan medis darurat. Segera cari tempat teduh, minum air, dinginkan tubuh, dan hubungi layanan kesehatan apabila gejalanya semakin parah.

6. Manfaatkan tempat ber-AC untuk beristirahat

Potret berkunjung ke kafe (pexels.com/Ron Lach)

Tidak ada salahnya memberikan waktu istirahat di tengah agenda wisata. Saat suhu mulai terasa menyengat, mampirlah ke museum, pusat perbelanjaan, restoran, kafe, atau transportasi umum yang memiliki pendingin ruangan. Memberikan waktu bagi tubuh untuk mendinginkan diri dapat membantu mencegah kelelahan akibat paparan panas yang berlangsung terus-menerus.

7. Periksa prakiraan cuaca sebelum berangkat

Sebelum memulai aktivitas setiap hari, luangkan waktu untuk mengecek prakiraan cuaca dan peringatan gelombang panas di destinasi yang akan dikunjungi. Beberapa negara biasanya mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem atau heat alert ketika suhu diperkirakan mencapai level berbahaya.

Informasi tersebut dapat membantumu menyesuaikan jadwal perjalanan, memilih aktivitas yang lebih aman, hingga mempersiapkan perlengkapan tambahan bila diperlukan.

Itu dia beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat liburan di tengah gelombang panas. Sebenarnya, liburan di tengah gelombang panas tetap aman dan bisa dinikmati selama kamu mempersiapkan diri dengan baik. Happy holiday!

Editorial Team

Related Article