Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jenis Tiket MRT Jakarta Lengkap dengan Fungsinya

Jenis Tiket MRT Jakarta Lengkap dengan Fungsinya
ilustrasi MRT (unsplash.com/TopoloGiraffe)
Intinya Sih
  • MRT Jakarta menyediakan dua jenis tiket utama: Single Trip Ticket untuk sekali perjalanan dan Multi Trip Ticket yang bisa digunakan berulang kali dengan sistem saldo isi ulang.
  • Single Trip Ticket cocok bagi pengguna sesekali atau wisatawan, berlaku hanya untuk satu rute, harus dikembalikan setelah digunakan, dan dikenakan denda jika hilang atau rusak.
  • Multi Trip Ticket lebih praktis bagi pengguna rutin karena dapat diisi ulang, saldo terpotong otomatis sesuai jarak tempuh, serta menghemat waktu tanpa perlu antre beli tiket setiap perjalanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kalau kamu baru pertama kali naik MRT Jakarta, mungkin masih bingung dengan jenis tiket MRT. Sebenarnya, apa saja jenis tiket MRT? Pertanyaan ini sering banget muncul di Google, apalagi buat pengguna baru yang ingin coba transportasi umum yang cepat dan nyaman di ibu kota.

Secara umum, ada dua jenis tiket utama MRT Jakarta, yaitu Single Trip Ticket (tiket perjalanan tunggal) dan Multi Trip Ticket (kartu jelajah berganda). Meski cuma dua, fungsi dan cara pakainya cukup berbeda. Supaya kamu gak salah pilih, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, ya!

1. Single Trip Ticket (Tiket Perjalanan Tunggal)

ilustrasi MRT
ilustrasi MRT (unsplash.com/Fadhila Nurhakim)

Single Trip Ticket adalah tiket yang digunakan untuk satu kali perjalanan saja. Jadi, setelah kamu masuk stasiun, naik MRT, lalu keluar di stasiun tujuan, tiket ini sudah selesai masa pakainya.

Tiket ini biasanya berbentuk kartu elektronik (bukan kertas), dan harus kamu tempelkan di gate masuk dan keluar. Setelah sampai tujuan, kartu ini wajib dikembalikan di mesin gate saat keluar.

Single Trip Ticket cocok buat kamu yang jarang naik MRT, wisatawan dari luar kota, atau pengguna yang hanya butuh sekali perjalanan. Karena hanya berlaku satu kali jalan, tiket ini gak bisa dipakai lagi setelah perjalanan selesai. Jadi, kalau kamu berencana naik MRT bolak-balik atau rutin, opsi ini kurang praktis.

2. Cara kerja dan ketentuan Single Trip Ticket

ilustrasi MRT
ilustrasi MRT (pexels.com/Roktim Razee 🇧🇩)

Biar makin jelas, kamu juga perlu tahu bagaimana sistemnya bekerja. Saat membeli tiket Single Trip, kamu akan memilih stasiun tujuan. Tarif yang dibayar menyesuaikan jarak tempuh. Setelah pembayaran selesai, kamu akan menerima kartu akses masuk.

Hal penting yang harus diingat adalah tiket hanya berlaku untuk rute yang dipilih, harus digunakan dalam waktu yang ditentukan, tiket tidak bisa dipakai ulang, dan harus dikembalikan setelah keluar dari gate. Kalau kartu hilang atau rusak sebelum dikembalikan, biasanya ada denda yang harus dibayar. Jadi, pastikan kamu menyimpannya dengan baik selama perjalanan.

3. Multi Trip Ticket (Kartu Jelajah Berganda)

ilustrasi MRT
ilustrasi MRT (pexels.com/Eric Prouzet)

Nah, kalau kamu termasuk pengguna rutin, Multi Trip Ticket adalah pilihan yang lebih fleksibel. Tiket ini bisa digunakan berkali-kali karena sistemnya isi ulang (top up).

Berbeda dengan Single Trip yang langsung habis setelah dipakai, Multi Trip memungkinkan kamu menyimpan saldo di dalam kartu. Setiap kali naik MRT, saldo akan otomatis terpotong sesuai jarak tempuh.

Keunggulan Multi Trip Ticket cukup banyak. Tiket ini bisa dipakai berulang kali, saldo bisa diisi ulang, lebih praktis untuk pengguna harian, dan gak perlu antre beli tiket setiap perjalanan. Buat pekerja kantoran, mahasiswa, atau kamu yang sering bepergian di Jakarta, jenis tiket ini jelas lebih hemat waktu dan tenaga.

4. Cara kerja dan ketentuan Multi Trip Ticket

Ilustrasi MRT
Ilustrasi MRT (pixabay.com/cegoh)

Untuk menggunakan Multi Trip Ticket, kamu cukup melakukan pembelian kartu terlebih dulu, lalu isi saldo sesuai kebutuhan. Saldo bisa ditambah kapan saja selama kartu masih aktif.

Sistem tarifnya tetap berdasarkan jarak tempuh. Jadi, setiap kamu tap masuk dan keluar, saldo akan terpotong otomatis sesuai stasiun asal dan tujuan.

Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan kalau pakai jenis tiket ini adalah pastikan saldo cukup sebelum masuk gate, simpan kartu dengan baik agar tidak rusak, dan kartu bisa digunakan selama masa aktifnya masih berlaku. Karena bisa dipakai berkali-kali, kartu ini lebih efisien dibanding Single Trip, terutama buat kamu yang mobilitasnya tinggi.

Kalau kamu hanya sesekali naik MRT, Single Trip sudah cukup. Namun, kalau kamu pengguna rutin, Multi Trip jelas lebih praktis dan efisien.

Dengan memahami perbedaannya, kamu gak akan salah pilih tiket lagi. Jadi, sebelum berangkat, tentukan dulu kebutuhan perjalananmu supaya pengalaman naik MRT makin nyaman dan lancar, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More