Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapan Digital Arrival Card Harus Diisi?
ilustrasi traveling dengan pesawat (unsplash.com/JESHOOTS.COM)
  • Waktu pengisian digital arrival card berbeda tiap negara; Malaysia, Singapura, dan Indonesia umumnya membuka formulir 72 jam sebelum kedatangan, sementara Jepang disarankan hingga seminggu sebelum berangkat.
  • Pengisian sebelum berangkat membantu penumpang memeriksa data paspor, penerbangan, akomodasi, dan deklarasi, serta menyiapkan kode QR atau konfirmasi untuk pemeriksaan saat tiba.
  • Pelancong perlu mengikuti jendela waktu resmi negara tujuan, mengisi saat jadwal sudah pasti, menyimpan bukti pengisian, dan hanya memakai kanal pemerintah atau imigrasi resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjelang perjalanan ke luar negeri, ada banyak hal yang biasanya lebih dulu memenuhi pikiran. Paspor sudah masuk tas, tiket pesawat tersimpan di ponsel, hotel sudah dipesan, dan koper tinggal menunggu ditutup. Namun, sebelum perjalanan dimulai, ada satu urusan kecil yang sebaiknya gak ikut tertinggal, yakni mengisi digital arrival card.

Formulir kedatangan digital itu kini digunakan sejumlah negara untuk mengumpulkan informasi penumpang sebelum mereka tiba di perbatasan. Bagi sebagian wisatawan, formulir ini mungkin terdengar seperti urusan administrasi yang bisa diselesaikan nanti. Padahal, sejumlah negara meminta penumpang mengisinya sebelum tiba di negara tujuan.

Waktu pengisiannya pun tidak selalu sama. Ada negara yang membuka formulir sekitar tiga hari atau 72 jam sebelum kedatangan, sementara negara lain memiliki ketentuan waktu yang berbeda. Lalu, kapan sebaiknya digital arrival card harus diisi?

1. Waktu yang tepat mengisi digital arrival card

ilustrasi mengisi formulir online (unsplash.com/Joseph Frank)

Pengisian digital arrival card tidak ada satu waktu yang sama untuk semua negara. Setiap negara memiliki aturan sendiri mengenai kapan formulir ini dapat atau harus dikirimkan.

Di beberapa destinasi, formulir kedatangan digital baru bisa diisi dalam jangka waktu tertentu sebelum kedatangan. Contohnya seperti Malaysia, Singapura, dan Indonesia umumnya diisi tiga hari atau 72 jam sebelum tanggal kedatangan. Sedangkan Jepang, disarankan untuk diisi selambat-lambatnya 1 minggu atau sebelum keberangkatan.

Oleh karena itu, bagi kamu yang mencari patokan sederhana, H-1 sampai H-2 sebelum tiba dapat menjadi waktu yang nyaman apabila negara tujuan mengizinkannya. Pada saat tersebut, jadwal penerbangan biasanya sudah jelas dan informasi seperti nomor penerbangan serta alamat tempat menginap lebih mudah dipastikan.

Meski begitu, jangan menjadikan H-1 atau H-2 sebagai aturan mutlak. Sebelum mengisi, selalu periksa terlebih dahulu jendela waktu yang ditentukan oleh otoritas negara tujuan.

2. Kenapa sebaiknya diisi sebelum berangkat?

ilustrasi suasana bandara sebelum boarding (unsplash.com/Tomek Baginski)

Digital arrival card pada dasarnya dibuat untuk membantu proses kedatangan menjadi lebih teratur. Informasi yang diminta dapat mencakup data paspor, detail perjalanan, tempat tinggal selama berada di negara tujuan, hingga deklarasi tertentu sesuai aturan masing-masing negara. Mengisinya sebelum berangkat memberi kesempatan untuk memeriksa kembali semua informasi tersebut dengan lebih tenang. Jika ada nomor penerbangan yang keliru atau data akomodasi yang belum sesuai, kamu masih punya waktu untuk memperbaikinya.

Selain itu, mengisi formulir dari rumah atau hotel sebelum menuju bandara membuatmu gak perlu mencari waktu khusus setelah mendarat serta tidak terburu-buru. Pada beberapa negara, bukti pengisian juga diberikan dalam bentuk digital seperti kode QR atau konfirmasi yang perlu ditunjukkan saat pemeriksaan.

Namun, mengisi terlalu jauh sebelum perjalanan juga tidak selalu menjadi pilihan terbaik. Jika formulir baru dibuka 72 jam sebelum kedatangan, misalnya, kamu memang tidak dapat mengirimkannya seminggu sebelumnya. Inilah alasan mengapa waktu pengisian sebaiknya mengikuti aturan negara tujuan, bukan sekadar mengikuti kebiasaan dari perjalanan sebelumnya.

3. Tips aman mengisi digital arrival card

ilustrasi persiapan sebelum traveling (unsplash.com/Neakasa)

Cara paling sederhana adalah menjadikan beberapa hari sebelum kedatangan sebagai waktu yang tepat untuk memeriksa digital arrival card. Setelah tahu bahwa formulir sudah dibuka; siapkan paspor, tiket atau detail penerbangan, serta informasi akomodasi yang mungkin diperlukan.

Jika negara tujuan menerapkan batas 72 jam, mengisi pada H-1 atau H-2 bisa jadi pilihan yang cukup aman dan nyaman. Setelah selesai, simpan bukti pengisian apabila sistem menyediakannya. Selain itu, jangan terburu-buru mengisi melalui situs yang muncul dari iklan atau sumber tidak jelas. Gunakan kanal resmi pemerintah atau imigrasi negara tujuan agar aman dan perjalananmu pun lancar tanpa hambatan.

Jadi, kapan digital arrival card harus diisi? Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk seluruh negara. Patokan yang paling aman adalah mengisinya setelah jadwal perjalanan sudah pasti dan ketika waktu pengisian resmi telah dibuka. Kamu bisa memeriksa informasi terbaru melalui kanal resmi negara yang dituju agar tidak ada kendala. Sebab dalam perjalanan ke luar negeri, hal kecil yang sudah dibereskan sebelum berangkat sering kali membuat langkah pertama setelah mendarat terasa jauh lebih ringan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article