Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Bercanda soal Bom di Bandara Dilarang Keras?
ilustrasi terminal bandara (pexels.com/AirTeo | Air Travel)
  • Gurauan atau informasi palsu tentang bom di bandara dapat diproses hukum berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, dengan ancaman pidana berat bila menimbulkan korban.
  • Petugas wajib menindak setiap laporan bom secara serius melalui pemeriksaan menyeluruh, karena tidak boleh mengabaikan kemungkinan adanya ancaman nyata terhadap keamanan penerbangan.
  • Teriakan bom dapat memicu kepanikan, evakuasi penumpang, pemeriksaan identitas dan bagasi, sterilisasi pesawat, serta mengacaukan jadwal penerbangan hingga menyebabkan keterlambatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bercanda memang sering dianggap sebagai hal yang tidak serius. Namun, gurauan juga tentu ada batasannya. Ada hal-hal yang sama sekali tidak bisa dijadikan bahan bercanda, salah satunya adalah teriakan "bom"di bandara yang pasti sudah tidak asing lagi bagimu. Meskipun niatnya adalah sekadar bercanda, berteriak "bom" di bandara nyatanya bisa membawa kamu ke masalah yang sangat serius, lho.

Sebenarnya, kenapa bercanda soal bom dilarang di bandara? Apakah bisa berujung pada tindakan tegas? Untuk menjawab rasa penasaran kamu, kali ini akan dibahas beberapa alasan kenapa kamu tidak boleh berteriak "bom" di bandara. Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

1. Aturan tertulis yang bisa membuat seseorang masuk penjara

ilustrasi kedua tangan yang diborgol karena telah melakukan pelanggaran hukum (pexels.com/Kindel Media)

Berteriak "bom" di bandara bukanlah aturan tertulis yang hanya dikenakan sanksi biasa. Pasalnya, aturan tertulis juga memuat landasan hukum pidana yang sangat kuat. Regulasi tersebut juga tercatat jelas dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan yang menegaskan bahwa akan langsung menghadapi jalur hukum serius bagi siapa saja yang menyampaikan informasi palsu.

Tidak hanya itu, dalam aturan hukum lain, berteriak "bom" bisa membuat kamu terancam masuk penjara, bahkan hingga belasan tahun jika ada korban yang meninggal dunia. Jadi, jangan sampai niat bercanda konyol yang akan kamu lakukan itu justru berujung celaka yang merugikan diri kamu sendiri nantinya.

2. Khawatir jika ternyata memang ada penumpang yang membawa bom asli

ilustrasi penumpang pesawat (pexels.com/Pew Nguyen)

Seperti yang kamu ketahui, kasus pembajakan pesawat di berbagai negara hingga terorisme yang tidak segan membawa bom sangat sering terjadi, bahkan saat ini juga tidak menutup kemungkinan bisa saja terjadi. Oleh karena itu, informasi yang disampaikan oleh seseorang yang berteriak bahwa ada bom di dalam pesawat pastinya akan ditindak cepat oleh petugas maskapai. Pada dasarnya, pihak maskapai juga harus bertindak tegas demi keamanan penumpang.

Pihak maskapai dan seluruh petugasnya tentu saja tidak boleh menebak-nebak apakah benar ada bom di dalam pesawat atau tidak. Meskipun ternyata itu adalah informasi hoaks yang dilakukan oleh oknum penumpang, pihak maskapai akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, karena khawatir memang ada penumpang yang ternyata membawa bom asli.

3. Mengganggu kenyamanan seluruh penumpang

ilustrasi penumpang pesawat (pexels.com/K)

Berteriak "bom" di dalam pesawat adalah tindakan konyol sekaligus bodoh yang sangat mengganggu kenyamanan seluruh penumpang. Asumsi ancaman serius ini dapat memicu ketakutan berlebihan yang serentak dirasakan. Pasalnya, jika memang benar ada yang membawa bom yang sengaja diledakkan di dalam pesawat tersebut, seluruh penumpang tidak akan punya celah untuk menghindari ledakan itu karena ledakan bom umumnya terjadi ketika sebuah pesawat sedang terbang di udara.

Dalam banyaknya kejadian, hanya dengan berteriak 'bom' yang dianggap remeh, seluruh penumpang bisa saja dievakuasi kembali ke terminal sebelum nantinya pesawat lepas landas. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa akan dilakukan pemeriksaan data diri seluruh penumpang pesawat secara menyeluruh.

4. Memperlambat proses take-off pesawat

ilustrasi pesawat (pexels.com/Anderson Wei)

Jangan salah, berteriak bom di bandara nyatanya bisa mengacaukan jadwal penerbangan maskapai, lho. Jam penerbangan yang seharusnya bisa berjalan normal bisa menjadi berantakan seketika karena ulah konyol yang seharusnya tidak dilakukan. Alhasil, jadwal penerbangan untuk selanjutnya bisa saja mengalami delay yang sangat lama.

Selain pengecekan ulang data diri seluruh penumpang seperti yang sebelumnya dibahas, pesawat juga akan disterilisasi agar tidak ada bom asli yang tersimpan di celah-celah pesawat. Bahkan, koper kamu sebagai penumpang mungkin akan dibongkar oleh petugas kepolisian untuk memastikan keamanan secara menyeluruh.

Berteriak "bom" di bandara bukanlah lelucon yang bisa ditoleransi begitu saja. Gurauan soal bom di bandara adalah tindakan nyata yang dapat menyeret kamu ke dalam masalah hukum yang sangat serius. Dari keempat poin yang telah dibahas sebelumnya, kamu jadi sudah tahu kenapa berteriak "bom" di bandara sangat dilarang, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article