Kenapa Low Cost Airline Menjual Tiket dengan Harga Murah?

Low cost airlines atau maskapai berbiaya rendah menjadi pilihan favorit bagi banyak orang yang bepergian dengan anggaran terbatas. Perbedaan harga tiketnya bisa cukup signifikan jika dibandingkan dengan maskapai full service, meskipun rute dan durasi penerbangannya serupa. Kondisi ini sering memunculkan anggapan bahwa harga murah identik dengan kualitas rendah, padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.
Harga tiket yang lebih terjangkau pada low cost airlines merupakan hasil dari strategi bisnis untuk menekan biaya operasional. Maskapai jenis ini fokus pada efisiensi di berbagai aspek tanpa mengabaikan standar keselamatan penerbangan. Lantas, kenapa low cost airlines menjual tiket dengan harga lebih murah, ya? Ini beberapa alasannya!
1. Layanan tambahan tidak termasuk dalam harga tiket

Low cost airlines menerapkan sistem pemisahan layanan, di mana tiket dasar hanya mencakup fasilitas paling esensial. Penumpang yang membeli tiket murah biasanya hanya mendapatkan kursi dan bagasi kabin dengan batas tertentu. Jika menginginkan bagasi tercatat, makanan, atau pemilihan kursi, penumpang perlu membayar biaya tambahan sesuai kebutuhan.
Sistem ini memberi fleksibilitas bagi penumpang untuk mengatur pengeluaran mereka sendiri. Penumpang yang ingin hemat dapat memilih layanan minimum tanpa harus membayar fasilitas yang tidak dibutuhkan. Bagi maskapai, strategi ini memungkinkan harga tiket ditawarkan lebih rendah di awal.
2. Menggunakan jenis pesawat yang sama

Sebagian besar low cost airlines hanya mengoperasikan satu atau dua tipe pesawat dalam armadanya. Penggunaan pesawat yang seragam membuat proses perawatan dan perbaikan lebih sederhana dan efisien. Biaya pelatihan kru juga lebih rendah karena tak perlu mempelajari banyak tipe pesawat.
Efisiensi ini berdampak langsung pada penghematan biaya operasional. Maskapai dapat mengalokasikan dana dengan lebih terkontrol dan meminimalkan risiko teknis. Pada akhirnya, penghematan tersebut membantu menekan harga tiket yang dijual ke penumpang.
3. Waktu putar pesawat lebih cepat

Low cost airlines mengatur jadwal penerbangan agar pesawat tidak terlalu lama berada di darat. Proses naik-turun penumpang dan persiapan penerbangan berikutnya dilakukan seefisien mungkin. Dengan begitu, satu pesawat bisa terbang lebih sering dalam satu hari.
Semakin sering pesawat digunakan, semakin efisien biaya operasional per penerbangan. Biaya tetap seperti sewa pesawat dan perawatan dapat dibagi ke lebih banyak jadwal terbang. Hal ini memungkinkan maskapai menawarkan harga tiket yang lebih kompetitif.
4. Biaya operasional lebih rendah

Maskapai berbiaya rendah biasanya menggunakan bandara sekunder yang memiliki biaya layanan lebih murah dibandingkan bandara utama. Selain itu, struktur organisasi dibuat lebih sederhana agar pengeluaran untuk manajemen dan administrasi dapat ditekan. Sistem penjualan tiket juga banyak dilakukan secara online tanpa melibatkan banyak agen.
Pengurangan biaya ini tidak berkaitan dengan aspek keselamatan penerbangan. Fokus utama adalah menyederhanakan proses dan menghilangkan layanan yang dianggap tidak esensial. Dengan biaya operasional yang lebih rendah, maskapai dapat menjaga harga tiket tetap terjangkau.
5. Strategi penjualan dan promosi yang agresif

Low cost airlines sering menjual tiket jauh hari sebelum tanggal keberangkatan dengan harga promo yang sangat murah. Harga tiket akan disesuaikan secara dinamis berdasarkan tingkat permintaan dan ketersediaan kursi. Semakin awal membeli tiket, biasanya harga yang didapat akan semakin rendah.
Strategi ini membantu maskapai memastikan tingkat keterisian kursi yang tinggi. Pesawat yang terisi penuh memungkinkan biaya operasional tertutupi secara lebih efisien. Meski harga per tiket lebih murah, total pendapatan maskapai tetap dapat terjaga.
Gimana, rasa penasaranmu terjawab sudah, kan? Harga tiket pesawat yang murah gak berarti kualitasnya murahan, tetapi ada berbagai alasan yang sebenarnya memudahkan penumpang. Kamu gemar pakai low cost airline, gak?


















