Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Pendaki Sering Menaruh Sepatu di Dalam Tenda?

4 min read
Kenapa Pendaki Sering Menaruh Sepatu di Dalam Tenda?
ilustrasi sepatu mendaki gunung (pexels.com/Marsel_Shots )
  • Pendaki menyimpan sepatu di dalam tenda dengan lapisan kantong agar terhindar dari hujan dan embun malam yang dapat membuat sepatu basah serta tidak nyaman dipakai.
  • Penyimpanan di dalam tenda membantu mencegah kalajengking, kelabang, ular, atau serangga lain masuk ke lubang sepatu dan berisiko menyengat maupun menggigit pendaki.
  • Sepatu di dalam tenda lebih terlindungi dari pencurian, gangguan hewan liar seperti tikus atau babi hutan, serta suhu malam yang membuat bahan sepatu dingin dan kaku.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dalam pendakian, sepatu adalah barang penting yang melindungi kaki dari berbagai macam bahaya. Sepatu yang didesain untuk medan terjal di gunung memang selalu bisa diandalkan oleh para pendaki. Kita juga bisa melihat pengalaman pendaki tersebut hanya dari cara mereka merawat sepatunya, bahkan sudah bisa terlihat dari cara mereka menyimpan sepatunya ketika beristirahat di area camp.

Kenapa para pendaki yang memiliki jam terbang tinggi sering kali menaruh sepatunya di dalam tenda yang telah lebih dulu dilapisi kantong plastik atau kantong lainnya agar tidak mengotori kain bagian dalam tenda? Ternyata, itu adalah salah satu trik yang dilakukan para pendaki agar sepatu mereka tetap aman dan nyaman dipakai untuk melanjutkan perjalanan ke puncak gunung atau turun ke basecamp.

  1. 1. Menghindari sepatu basah dari hujan atau embun malam

    ilustrasi tenda yang menggunakan flysheet
    ilustrasi tenda yang menggunakan flysheet (pexels.com/Dongdilac)

    Semakin malam kamu berada di gunung, suhu di sana juga bisa ikut menurun drastis. Selain cuaca buruk, seperti hujan deras yang bisa datang kapan saja, udara malam nyatanya bisa menghasilkan embun yang membasahi benda apa pun yang berada di luar. Meskipun kamu sudah menggunakan flysheet untuk menciptakan sedikit ruang di luar tenda, tetesan air hujan atau embun bisa saja membasahi sepatumu secara perlahan.

    Jika sudah basah seperti itu, kamu jelas tidak akan nyaman memakai sepatu basah yang akan membekukan kedua kaki. Menaruh sepatu di dalam tenda akan membuat kamu tidak perlu khawatir soal sepatu karena akan aman dari hujan deras atau embun malam.

  2. 2. Menghindari adanya hewan kecil berbahaya yang bisa masuk ke dalam sepatu

    ilustrasi kalajengking yang banyak ditemui di gunung
    ilustrasi kalajengking yang banyak ditemui di gunung (pexels.com/Alexey Demidov)

    Selain soal cuaca, menaruh sepatu di luar tenda sangat rawan dimasuki oleh hewan berbahaya, seperti kalajengking, kelabang, hingga ular. Meskipun memang jumlah populasi hewan biasanya berkurang di tempat yang lebih tinggi, hewan-hewan tersebut masih bisa kamu temui. Faktanya, serangga kecil memang sangat menyukai tempat gelap yang cukup untuk menghangatkan tubuh mereka, seperti lubang sepatu.

    Tak jarang juga banyak pendaki yang tersengat atau tergigit hewan berbisa karena tidak melihat saat memakai sepatunya. Akibatnya, kaki mereka bisa mengalami nyeri luar biasa hingga mengalami luka yang cukup serius. Menaruh sepatu di dalam tenda adalah cara kamu mengantisipasi hewan berbahaya yang tiba-tiba ada di dalam sepatu.

  3. 3. Meminimalisasi risiko kehilangan sepatu akibat oknum pendaki atau hewan liar di gunung

    ilustrasi sepatu mendaki gunung
    ilustrasi sepatu mendaki gunung (pexels.com/Marsel_Shots )

    Tindak kriminal memang selalu ada di mana pun, salah satunya adalah di gunung. Tak bisa dimungkiri bahwa harga untuk sebuah sepatu gunung sangat mahal dibandingkan dengan sepatu biasa lainnya. Mungkin itulah yang menjadi kesempatan bagi para oknum pendaki untuk mencuri barang mahal itu.

    Ketika sepatu kamu berada di luar tenda, otomatis kamu atau kelompok pendaki kamu tidak akan bisa melihat keberadaan sepatu karena sudah beristirahat di dalam tenda. Kelengahan inilah yang menjadi kesempatan emas bagi oknum pendaki untuk melancarkan aksinya.

    Selain mengantisipasi pencurian sepatu, hewan-hewan liar di gunung juga memiliki sifat jahil, lho. Hewan seperti babi hutan atau tikus gunung sering kali menyeret sepatu kamu entah ke mana atau bahkan bisa menggerogoti sepatu kamu karena bau dari sepatu yang menarik perhatian mereka.

  4. 4. Menjaga suhu sepatu tetap hangat dari dingin malam

    ilustrasi sekelompok pendaki yang sedang melakukan summit attack
    ilustrasi sekelompok pendaki yang sedang melakukan summit attack (pexels.com/ClickerHappy)

    Banyak sekali pendaki yang menargetkan summit attack pada dini hari untuk mengejar puncak gunung dan melihat matahari terbit (sunrise). Sebelum melakukan itu, tentunya para pendaki tersebut harus bermalam lebih dulu di area camp. Sepatu yang ditaruh di luar bisa saja menjadi sangat dingin dan membuat bahannya menjadi kaku karena titik dingin tertinggi di gunung terjadi pada malam hari.

    Hal tersebut jelas sangat bertolak belakang dengan aktivitas selanjutnya yang dilakukan oleh para pendaki yang ingin summit attack. Ketika mereka terbangun pada dini hari dan melanjutkan perjalanan mencapai puncak, mereka akan diperlihatkan sepatunya yang sudah membeku. Ketika dipakai pun rasanya tidak akan nyaman. Oleh karena itu, para pendaki yang ingin melakukan summit attack diharuskan untuk menaruh sepatu mereka di dalam tenda.

    Menaruh sepatu di dalam tenda adalah salah satu cara pendaki untuk menciptakan suasana aman dan nyaman dalam perjalanan mendaki setelah sempat bermalam di gunung. Dari keempat poin yang telah dibahas sebelumnya, kamu jadi sudah tahu kenapa pendaki suka menaruh sepatu mereka di dalam tenda, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More