Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Sepatu Gunung Harus Upsize? Ini Alasannya

4 min read
Kenapa Sepatu Gunung Harus Upsize? Ini Alasannya
ilustrasi sepatu gunung (pexels.com/Diogo Miranda)
  • Sepatu gunung sedikit lebih besar memberi ruang bagi jari kaki saat turunan, sehingga mengurangi benturan berulang yang dapat memicu nyeri, kuku hitam, atau kuku lepas.
  • Upsize mengantisipasi kaki yang membengkak selama perjalanan panjang dan menyediakan ruang untuk kaos kaki tebal; ukuran dapat dicek dengan mencoba sepatu pada sore hari.
  • Sepatu tidak boleh terlalu longgar: jari perlu leluasa, tetapi tumit harus tetap terkunci agar pergeseran kaki, gesekan, dan risiko lecet berkurang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memilih sepatu gunung tidak cukup hanya berdasarkan ukuran yang biasa kamu pakai sehari-hari. Untuk aktivitas mendaki, sepatu berukuran upsize bisa memberikan ruang tambahan yang dibutuhkan kaki, terutama saat berjalan dalam waktu lama dan melewati turunan. Ukuran yang tepat juga membantu mencegah jari kaki terus menabrak bagian depan sepatu.

Selain itu, sepatu gunung yang terlalu sempit dapat membuat perjalanan terasa gak nyaman dan meningkatkan risiko lecet hingga kuku menghitam. Pasalnya, kaki bisa mengalami pembengkakan selama aktivitas panjang, sementara posisi kaki juga cenderung terdorong ke depan ketika melewati turunan. Karena itu, ada beberapa alasan kenapa memilih sepatu gunung dengan ukuran sedikit lebih besar penting buat kenyamanan jari kaki.

  1. 1. Mencegah jari kaki terbentur saat turun

    ilustrasi sepatu gunung
    ilustrasi sepatu gunung (pexels.com/Baihaki Hine)

    Turunan menjadi salah satu kondisi yang paling berisiko buat jari kaki. Saat berjalan menuruni gunung, tubuh dan gravitasi membuat kaki lebih mudah bergeser ke bagian depan sepatu. Kalau ruang di bagian depan sepatu terlalu sempit, jari kaki bisa berulang kali membentur ujung sepatu. Kondisi tersebut bukan cuma bikin sakit, tetapi juga dapat menyebabkan kuku mengalami trauma dan akhirnya berubah warna menjadi hitam.

    Ukuran upsize memberikan ruang tambahan supaya jari kaki tidak langsung menghantam bagian depan sepatu ketika kamu melewati turunan. Namun, bukan berarti sepatu harus kebesaran karena tumit tetap perlu terkunci dengan baik.

  2. 2. Mengantisipasi kaki yang membengkak

    ilustrasi sepatu hiking
    ilustrasi sepatu hiking (pexels.com/Maël BALLAND)

    Kaki bisa mengalami perubahan ukuran selama digunakan berjalan dalam waktu lama. Kondisi ini membuat sepatu yang terasa pas ketika dicoba di toko belum tentu tetap nyaman setelah beberapa jam berada di jalur pendakian. Karena itu, memilih sepatu sedikit lebih besar dapat membantu menyediakan ruang ekstra ketika kaki mulai membengkak.

    Salah satu cara mengecek ukurannya adalah mencoba sepatu pada sore hari ketika kaki sudah digunakan beraktivitas. Pastikan juga jari kaki masih bisa bergerak dengan leluasa dan tidak terjepit. Jadi, upsize bukan sekadar mengikuti tren, tetapi menyesuaikan ukuran sepatu dengan kondisi kaki selama pendakian.

  3. 3. Memberikan ruang untuk kaos kaki tebal

    ilustrasi sepatu hiking
    ilustrasi sepatu hiking (pexels.com/Noel Ross)

    Kaos kaki untuk mendaki biasanya memiliki bahan yang lebih tebal dibandingkan kaos kaki sehari-hari. Kalau kamu memilih sepatu dengan ukuran yang terlalu pas, tambahan ketebalan tersebut bisa membuat ruang di dalam sepatu terasa semakin sempit.

    Dengan ukuran yang sedikit lebih besar, kamu memiliki ruang untuk menggunakan kaos kaki pendakian tanpa membuat jari kaki tertekan. Saat mencoba sepatu, sebaiknya gunakan kaos kaki yang memang akan kamu pakai ketika mendaki agar ukurannya lebih akurat.

  4. 4. Menghindari kuku hitam atau lepas

    ilustrasi sepatu hiking
    ilustrasi sepatu hiking (unsplash.com/Patrik László)

    Kuku hitam menjadi salah satu masalah yang cukup sering dikaitkan dengan sepatu yang kurang sesuai. Benturan berulang antara jari dan bagian depan sepatu, khususnya ketika turun, dapat menyebabkan perdarahan di bawah kuku. Kalau kondisi tersebut terus terjadi, kuku bisa mengalami kerusakan dan bahkan terlepas.

    Memberikan ruang yang cukup di bagian depan sepatu dapat membantu mengurangi benturan tersebut. Idealnya, terdapat ruang sekitar satu lebar ibu jari antara jari terpanjang dan ujung sepatu ketika posisi kaki sudah berada di dalam sepatu. Namun, ukuran ini tetap perlu disesuaikan dengan bentuk kaki dan model sepatu.

  5. 5. Mengurangi risiko lecet

    ilustrasi sepatu gunung
    ilustrasi sepatu gunung (pexels.com/Yoan Siswaya)

    Sepatu yang terlalu sempit dapat menciptakan tekanan dan gesekan berulang pada jari maupun bagian kaki lainnya. Jika ditambah kondisi kaki yang berkeringat dan aktivitas berjalan selama berjam-jam, risiko lecet bisa semakin meningkat.

    Ukuran upsize dapat membantu memberikan ruang gerak yang lebih nyaman. Meski begitu, sepatu tidak boleh terlalu longgar karena pergerakan kaki yang berlebihan di dalam sepatu juga bisa memicu gesekan. Karena itu, selain memperhatikan ruang di bagian depan, pastikan tumit tetap terkunci dan tidak mudah terangkat ketika berjalan. Teknik mengikat tali sepatu juga dapat membantu menjaga posisi kaki tetap stabil, terutama saat melewati turunan.

    Memilih sepatu gunung berukuran upsize penting untuk memberikan ruang bagi jari kaki saat mendaki. Ukuran yang tepat dapat membantu mencegah benturan ketika turun, mengantisipasi kaki yang membengkak, memberi ruang untuk kaos kaki tebal, serta mengurangi risiko kuku hitam dan lecet.

    Namun, jangan menganggap semakin besar ukuran sepatu pasti semakin baik. Pastikan jari memiliki ruang yang cukup, sementara tumit tetap terkunci agar kaki tidak banyak bergerak di dalam sepatu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More