Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kini, Masuk Singapura Kian Diperketat dengan Singapore No-Boarding Directive

ilustrasi suasana di Singapura
ilustrasi suasana di Singapura (unsplash.com/Stephen H)
Intinya sih...
  • Singapura akan mulai menerapkan No-Boarding Directive (NBD) pada 30 Januari 2026 (Bandara Changi dan Seletar) untuk memperketat kontrol perbatasan, bahkan sebelum penumpang naik pesawat menuju Singapura.
  • Lewat NBD, ICA dapat mengeluarkan instruksi kepada maskapai agar menolak boarding penumpang yang teridentifikasi prohibited/undesirable atau tidak memenuhi syarat masuk (misalnya visa tidak valid atau paspor berlaku kurang dari 6 bulan).
  • Penyaringan dilakukan secara proaktif memakai data penumpang sebelum keberangkatan, termasuk informasi dari SG Arrival Card (SGAC) dan manifes penerbangan, sehingga pemeriksaan dipindahkan “ke hulu” agar proses imigrasi lebih efisien dan aman.
  • Jika ada penumpang yang ditolak (no-boarding) tetapi tetap ingin ke Singapura, mereka diminta menghubungi ICA melalui ICA Feedback Channel untuk meminta otorisasi sebelum memesan penerbangan baru; kebijakan ini juga dikaitkan dengan meningkatnya jumlah pelancong yang ditolak masuk (misalnya 41.800 dari Jan–Nov 2025).
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebagai salah satu destinasi wisata favorit sekaligus hub penerbangan dan bisnis internasional di Asia Tenggara, Singapura menerima jutaan wisatawan, pebisnis, dan pelancong transit dari berbagai negara. Posisi strategis ini menjadikan Singapura bukan hanya tujuan akhir perjalanan, tapi juga gerbang penghubung ke negara lainnya.

Di balik reputasinya sebagai negara yang modern dan ramah wisatawan, Singapura dikenal memiliki aturan imigrasi yang sangat ketat. Terbaru, Immigration & Checkpoints Authority (ICA) Singapura mengeluarkan kebijakan Singapore No-Boarding Directive (NBD) yang mulai diberlakukan pada 30 Januari 2026 di Bandara Changi dan Seletar, sebuah kebijakan yang membuat proses masuk imigrasi Singapura kini semakin diperketat, bahkan sebelum penumpang naik pesawat.

Seperti apa, bagaimana cara kerjanya, dan siapa yang terdampak dengan kebijakan Singapore NBD ini? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Table of Content

1. Apa itu Singapore No-Boarding Directive (NBD)?

1. Apa itu Singapore No-Boarding Directive (NBD)?

ilustrasi kedatangan di Bandara Changi
ilustrasi kedatangan di Bandara Changi (unsplash.com/David)

Singapore NBD merupakan sistem filtrasi atau penyaringan calon penumpang pesawat menuju Singapura yang dibuat oleh ICA Singapura. Sistem ini membuat maskapai memiliki wewenang untuk menolak calon penumpang yang berisiko tinggi atau tidak memenuhi syarat untuk menaiki pesawat sebelum mereka berangkat ke Singapura. Sehingga, aturan ini mencegah adanya masalah ketika penumpang memasuki wilayah imigrasi Singapura.

Sistem proaktif ini menggunakan data canggih yang menandai individu dengan catatan kriminal, risiko kesehatan masyarakat, atau pelanggaran visa sebelumnya. Sehingga terjadi peningkatan keamanan dengan memindahkan pemeriksaan ke hulu, serupa dengan sistem di Amerika Serikat dan Australia yang sudah ada sebelumnya.

Dengan kata lain, pemeriksaan tidak lagi hanya dilakukan saat kedatangan di imigrasi Singapura, tetapi sebelum calon penumpang meninggalkan negara asalnya.

2. Bagaimana cara kerja Singapore No-Boarding Directive (NBD)?

ilustrasi beberapa pesawat di Bandara Changi
ilustrasi beberapa pesawat di Bandara Changi (unsplash.com/Joshua Leong)

Dalam proses Singapore SBD, ICA memanfaatkan informasi informasi calon penumpang, termasuk yang disediakan dalam SG Arrival Card (SGAC), manifes penerbangan, dan sumber data lainnya untuk mengidentifikasi pelancong berisiko tinggi sebelum mereka tiba di pos pemeriksaan. Dari informasi yang ada, ICA memberi pengarahan kepada operator maskapai penerbangan dalam menentukan apakan calon penumpang tersebut boleh terbang ke Singapura atau tidak. Jika calon penumpang yang akan masuk ke Singapura tidak memenuhi syarat, maka maskapai berhak menolaknya.

Sistem kerjasama ini pun berlangsung dua arah. Sebaliknya, operator pesawat terbang juga akan memberikan informasi kepada ICA tentang riwayat penerbangan dari calon penumpang tersebut. Setelah menerima informasi wisatawan sebelumnya dari maskapai penerbangan, ICA akan menyaring wisatawan melakukan perjalanan ke Singapura. Mereka yang dilarang atau tidak diinginkan, dan juga yang tidak memenuhi syarat untuk masuk ke Singapura akan masuk filtrasi Singapore NBD.

Wisatawan yang ditolak sistem Singapore SBD namun masih ingin melakukan perjalanan ke Singapura, akan diminta untuk menulis ke ICA (melalui ICA Feedback Channel) guna meminta persetujuan untuk masuk, sebelum mengatur penerbangan baru ke Singapura. Sebab, dalam beberapa kasus, maskapai penerbangan mungkin diminta untuk melakukan pemeriksaan tambahan, seperti verifikasi visa atau pengajuan SGAC, sebelum mengizinkan penumpang atau anggota kru pesawat untuk naik ke pesawat.

3. Siapa saja yang terkena dampaknya?

ilustrasi salah satu destinasi wisata di Singapura
ilustrasi salah satu destinasi wisata di Singapura (unsplash.com/Bna Ignacio)

Setiap orang dengan hukuman pidana, risiko kesehatan masyarakat, atau pelanggaran imigrasi akan terkena dampak dari Singapore NBD ini. Selain itu, mereka yang tidak memiliki visa atau dokumen perjalanan yang diperlukan (misalnya paspor dengan masa berlaku minimal enam bulan), pun akan terkena Singapore NBD.

Selain itu, siapa pun yang dianggap dilarang atau tidak diinginkan oleh otoritas Singapura, pasti akan terkena NBD. Sehingga, hal ini akan memperkuat keamanan perbatasan Singapura dengan menjaga potensi ancaman dari mereka yang akan berkunjung ke Singapura.

4. Tren penolakan masuk Singapura yang meningkat

ilustrasi dokumen perjalanan
ilustrasi dokumen perjalanan (unsplash.com/Kit (formerly ConvertKit))

Singapore NBD ini diluncurkan di tengah peningkatan signifikan pelancong yang ditolak masuk oleh ICA. Pada tahun 2025, sekitar 41.800 orang asing ditolak masuk pada bulan November 2025. Jumlah tersebut naik drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sehingga adanya Singapore NBD ini berfungsi untuk mengalihkan kendali perbatasan ke hulu alias sebelum calon penumpang masuk pesawat, sehingga proses keimigrasian lebih efisien dan aman.

Dengan diberlakukannya Singapore No-Boarding Directive, Singapura menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan perbatasan tanpa mengurangi perannya sebagai pusat wisata dan penghubung global. Kebijakan ini menjadi pengingat bagi wisatawan dan pelancong transit untuk makin cermat dalam menyiapkan dokumen lengkap sebelum berangkat. Dengan persiapan matang, patuh terhadap aturan, perjalanan ke Singapura tetap berjalan dengan lancar dan aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
Eddy Rusmanto
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

7 Alasan Koper yang Beratnya di Bawah 7 Kg Bisa Ditolak Masuk Kabin

15 Jan 2026, 14:53 WIBTravel