5 Masjid dengan Peraturan Unik, Ada yang Khusus Perempuan!

- Lima masjid di berbagai negara memiliki aturan unik, mulai dari larangan bagi non-muslim hingga pembatasan akses demi menjaga kesucian dan kelestarian bangunan bersejarah.
- Masjid khusus perempuan di Qatar menjadi pusat ibadah sekaligus pemberdayaan wanita, sementara Masjid Tua Niujie di China melarang foto untuk melindungi artefak kuno.
- Masjid Sankore di Mali membatasi pengunjung karena struktur lumpurnya rapuh, sedangkan Masjid Haji Ali Dargah di India kini membuka akses bagi perempuan setelah keputusan hukum penting.
Masjid bukan sekadar tempat untuk melaksanakan salat, membaca Al-Qur’an, hingga berdakwah saja. Di belahan dunia lain, terdapat masjid dengan peraturan unik yang sangat spesifik, lho. Peraturannya bukan sebatas pada menggunakan penutup kelapa bagi perempuan, melepas alas kaki, atau menggunakan pakaian sopan.
Kalau kamu penasaran, ada lima masjid di berbagai negara dengan peraturan unik yang membuatnya menjadi berciri khas. Ada masjid apa saja, ya?
1. Masjid Nabawi, Arab Saudi

Jika Makkah menjadi kota di Arab Saudi yang tidak ada toleransi wisatawan non-muslim berkunjung ke tempat suci tersebut, maka lain hal dengan Madinah. Wisatawan non-muslim dapat memasuki Madinah, namun tidak bisa memasuki Masjid Nabawi.
Syariat atau aturan yang diterapkan pada Masjid Nabawi ini sesuai peraturan pemerintah Arab Saudi. Di mana, non-muslim dilarang keras memasuki area utama masjid supaya menjaga kesucian dari tempat ibadah tersebut. Selain alasan itu, peraturan ini diterapkan supaya fokus utama jemaah untuk beribadah dan berziarah tidak terganggu.
2. Al Mujadilah Center and Mosque for Women, Qatar

Indonesia memiliki Masjid Perempuan, yang mana masjid ini hanya boleh dikunjungi oleh perempuan saja. Begitu juga dengan Al Mujadilah Center and Mosque for Women, Qatar. Di mana masjid dengan bentuk bangunan futuristik tersebut dirancang oleh perempuan dan hanya perempuan yang bisa beribadah atau mengerjakan aktivitas keagamaan di masjid tersebut.
Bukan hanya berfungsi sebagai tempat salat, Al Mujadilah Center and Mosque for Women juga berfungsi sebagai pusat pemberdayaan, pendidikan, dan ruang sosial bagi wanita muslim, lho Meskipun diimami oleh perempuan, bahkan hanya ada perempuan saja, masjid ini sangat menyenangkan sekali untuk disambangi.
3. Masjid Tua Niujie, China

Masjid tertua dan terbesar di Beijing, China, ini bangunannya sangat unik. Dari luar tampak seperti kuil dengan atap melengkung, kayu bercat merah, serta interiornya dipenuhi dengan kaligrafi Arab yang mengesankan.
Karena masjid ini usianya cukup tua, pengelola masjid menerapkan protokol dokumentasi yang sangat ketat. Pengunjung dilarang keras mengambil foto untuk menjaga privasi jemaah dan kelestarian artefak Masjid Tua Niujie. Peraturan unik masjid tersebut tak cuma itu saja, lho.
Pengunjung juga dilarang menggunakan sandal meski berada di halaman utama masjid, lho. Tentunya alasan tersebut diterapkan sebagai bentuk menghormati serta menjaga umur dari masjid.
4. Masjid Sankore, Mali

Bergeser ke Timbuktu, Mali, kamu akan menemukan Masjid Sankore yang merupakan bagian dari Universitas Sankore kuno. Masjid ini memiliki keunikan arsitektur, yang mana bangunannya terbuat dari lumpur Sudano-Sahelian. Meskipun indah, masjid ini rentan sekali, sehingga diterapkan aturan khusus.
Peraturan unik tersebut tak lain adalah pembatasan akses yang sangat ketat untuk memasuki Masjid Sankore. Di mana beberapa bagian masjid hanya boleh dimasuki oleh petugas pemeliharaan saja.
Alasannya karena bangunan ini sepenuhnya terbuat dari lumpur, pasir, dan kayu. Strukturnya sangat mudah rapuh dan rusak jika terkena beban berlebih atau gesekan manusia yang terlalu sering. Setiap tahun, masyarakat setempat harus melakukan ritual pengolesan ulang lumpur pada dinding masjid agar tetap kokoh.
5. Masjid Haji Ali Dargah, India

Masjid yang berlokasi di Mumbai, India, ini kini boleh dikunjungi oleh perempuan. Dulu, aturan hanya lelaki yang boleh memasuki masjid Haji Ali Dargah, lho. Karena aturan tersebut, sempat terjadi perdebatan panjang mengenai kesetaraan gender dalam beribadah.
Selama bertahun-tahun, Masjid Haji Ali Dargah terdapat larangan bagi wanita untuk memasuki area sanctum sanctorum atau ruang paling suci di dalam makam. Namun, setelah perjuangan panjang melalui jalur hukum oleh aktivis perempuan, Mahkamah Agung India akhirnya mencabut larangan tersebut pada 2016.
Kenapa dulu wanita tidak boleh masuk ke dalam masjid? Konon, alasannya karena di masjid ini terdapat makam ulama suci India, yaitu Dargah Sayyid Peer Haji Ali, agar menghormati sang ulama.
Di luar itu, umumnya masjid memiliki aturan untuk berpakaian tertutup dan sopan. Selain itu juga mengecilkan volume suara apalagi jika datang pada saat jam ibadah salat. Nah, jika di sekitar kamu terdapat masjid dengan aturan yang unik juga, jangan kesal atau tidak mengikuti aturan tersebut ya. Karena aturan dibuat juga demi kebaikan pengunjung.


![[QUIZ] Kami Tahu Kamu Bakal Salat Tarawih di Masjid Bersejarah Ini](https://image.idntimes.com/post/20260227/upload_81de37bc19637132b36f826b079257f9_28f56781-244e-4b80-beb1-c2356dca4e34.jpg)














![[QUIZ] Dari Lagu Maher Zain Favoritmu, Kamu Bakal Liburan ke Sini saat Ramadan](https://image.idntimes.com/post/20251107/upload_8176f707fc7b61a770f57b61df5e57ec_eb9e827f-3dbd-4ef7-9865-4031d8649e8b_watermarked_idntimes-2.png)
![[QUIZ] Dari Kue Kering Favoritmu, Kamu Cocoknya Safari Ramadan di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20250220/cover-8e67e7ce09815bb112d9b81c9ed1c740.jpg)