Potret pesawat Singapore Airlines (Pexels.com/JeffrySurianto)
Berikut sejumlah maskapai yang masih membatalkan atau menangguhkan penerbangannya ke beberapa destinasi di Timur Tengah.
1. Singapore Airlines: penerbangan Singapura-Dubai dan sebaliknya dibatalkan hingga 24 Oktober 2026. Maskapai menyebut kondisi geopolitik di Timur Tengah sebagai alasan penyesuaian tersebut.
2. Air Canada: penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Dubai (DXB) dibatalkan hingga akhir Maret 2027. Air Canada telah beberapa kali memperpanjang penangguhan penerbangan Dubai seiring perkembangan situasi di kawasan.
3. AirBaltic: penerbangan antara Riga dan Dubai ditangguhkan hingga 24 Oktober 2026. Jadwal penerbangan berikutnya kemudian direncanakan kembali setelah periode penangguhan tersebut.
4. British Airways: penerbangan London-Dubai dijadwalkan kembali pada 3 November 2026, sedangkan layanan ke Abu Dhabi masih ditangguhkan hingga musim dingin 2027-2028. Rute Bahrain juga belum dijadwalkan kembali hingga akhir Maret 2027.
5. Cathay Pacific: pembatalan penerbangan penumpang dari dan ke Dubai serta Riyadh hingga 31 Januari 2027. Maskapai juga menyediakan opsi perubahan jadwal, pengalihan rute, atau pengembalian dana bagi penumpang yang terdampak.
6. Finnair: penerbangan Helsinki-Dubai dihentikan selama musim dingin 2026-2027, tepatnya mulai 25 Oktober 2026 hingga 27 Maret 2027. Finnair menyebut situasi keamanan di Timur Tengah yang masih tidak stabil sebagai salah satu pertimbangannya.
7. Iran Air: penerbangan Iran Air antara Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran dan Uni Emirat Arab ditangguhkan tanpa batas waktu. Penangguhan ini berkaitan dengan keputusan Uni Emirat Arab yang menghentikan penerbangan maskapai Iran menyusul sanksi Amerika Serikat terhadap sektor penerbangan Iran.
8. ITA Airways: penerbangan dari dan ke Dubai ditangguhkan hingga 24 Oktober 2026. Di sisi lain, ITA Airways telah kembali mengoperasikan penerbangan antara Roma dan Riyadh.
9. KLM: penerbangan dari dan ke Dubai, Riyadh, serta Dammam ditangguhkan hingga 24 Oktober 2026. Penangguhan tersebut mencakup sejumlah layanan KLM di kawasan Timur Tengah.
10. Korean Air: penerbangan Incheon-Dubai masih ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Korean Air menyebut keterbatasan kapasitas wilayah udara akibat konflik sebagai salah satu faktor yang memengaruhi keputusan tersebut.
11. Japan Airlines: penerbangan Tokyo Haneda-Doha dan sebaliknya ditangguhkan. Dalam pembaruan terbarunya, rute tersebut belum dijadwalkan beroperasi hingga 27 Maret 2027, sedangkan maskapai tetap memantau situasi sebelum menentukan kelanjutan layanan.
12. Lufthansa: Lufthansa dan sejumlah maskapai dalam grupnya masih menangguhkan penerbangan ke beberapa kota di Timur Tengah. Untuk Lufthansa, layanan ke Abu Dhabi, Beirut, Dammam, Dubai, Riyadh, dan Muscat tercatat ditangguhkan hingga 24 Oktober 2026, dengan beberapa rute memiliki jadwal berbeda.
13. Virgin Atlantic: Virgin Atlantic menangguhkan penerbangan London-Dubai untuk waktu yang belum ditentukan. Artinya, maskapai belum menetapkan tanggal pasti untuk kembali mengoperasikan rute tersebut.
14. Wizz Air: Wizz Air menangguhkan sejumlah penerbangan ke Timur Tengah hingga menjelang akhir Oktober 2026. Namun, maskapai telah mengumumkan rencana untuk kembali mengoperasikan penerbangan ke Dubai dan Abu Dhabi mulai 25 Oktober 2026, bersama sejumlah rute menuju ke Jeddah dan Amman.
Itulah daftar 14 maskapai yang masih melakukan pembatalan atau penangguhan penerbangan ke sejumlah destinasi di Timur Tengah. Ada yang dijadwalkan kembali beroperasi pada Oktober atau November 2026, tetapi beberapa lainnya masih ditangguhkan hingga 2027 atau belum memiliki tanggal pasti untuk kembali terbang. Bagi kamu yang berencana bepergian ke kawasan tersebut, jangan lupa cek status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat, ya!