Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Jenis Reschedule Maskapai, Kenali Bedanya Sebelum Terbang

5 Jenis Reschedule Maskapai, Kenali Bedanya Sebelum Terbang
Potret pesawat di landasan pacu suatu bandara (pexels.com/Wayne Jackson)
  • Reschedule sukarela terjadi atas permintaan penumpang dan dapat dikenai biaya administrasi, selisih harga tiket, atau keduanya sesuai aturan tarif dan maskapai.

  • Perubahan jadwal, rute, nomor penerbangan, atau koneksi yang dilakukan maskapai memiliki kebijakan penanganan berbeda, termasuk opsi pindah penerbangan atau pembatalan.

  • Pembatalan dan gangguan operasional umumnya tergolong perubahan tidak sukarela; maskapai dapat menawarkan penerbangan pengganti, rebooking, pengaturan rute, atau refund sesuai kebijakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kamu sudah memiliki tiket pesawat, tetapi tiba-tiba harus mengubah jadwal penerbangan? Jangan langsung mengira semua perubahan jadwal pesawat memiliki aturan yang sama. Sebab setiap maskapai memiliki jenis reschedule yang berbeda tergantung siapa yang mengajukan perubahan dan penyebabnya.

Memahami jenis reschedule penerbangan penting kamu ketahui, lho. Apakah akan dikenakan biaya, selisih harga tiket, atau justru bisa mendapatkan penerbangan pengganti tanpa biaya tambahan?

Yuk, kenali jenis reschedule maskapai berikut ini sebelum penerbangan!

  1. 1. Reschedule sukarela

    Reschedule sukarela terjadi ketika penumpang sendiri yang meminta perubahan jadwal penerbangan. Misalnya, kamu membeli tiket untuk Senin. Namun, kamu ingin berangkat pada Selasa karena ada perubahan rencana. Dalam istilah maskapai, kondisi seperti ini umumnya termasuk voluntary change.

    Ketentuan biaya reschedule pada kategori ini mengikuti aturan tiket dan maskapai yang digunakan. Penumpang dapat dikenakan biaya perubahan atau selisih harga tiket. Bisa juga keduanya, tergantung ketentuan tarif yang kamu beli. Contohnya seperti Citilink, menyebutkan bahwa reschedule yang dilakukan penumpang dapat dikenakan biaya administrasi dan selisih harga tiket baru jika ada.

  2. 2. Reschedule karena perubahan jadwal maskapai

    Potret suasana di bandara
    Potret suasana di bandara (pixabay.com/ROUNT)

    Jenis reschedule berikutnya terjadi ketika maskapai mengubah jadwal penerbangan yang sebelumnya sudah dipesan penumpang. Perubahannya bisa berupa waktu keberangkatan atau kedatangan, nomor penerbangan, rute, maskapai pengoperasi, dan susunan penerbangan tertentu. Kondisi seperti ini umumnya dikategorikan sebagai schedule change dan bukan perubahan yang diminta penumpang.

    Penanganannya dapat berbeda antara satu maskapai dengan yang lainnya, karena setiap maskapai memiliki batas toleransi dan kebijakan tersendiri. Dalam kondisi tertentu, penumpang dapat diberikan pilihan untuk pindah ke penerbangan lain atau membatalkan perjalanan sesuai kebijakan yang berlaku. Oleh karena itu, jangan langsung melakukan reschedule secara mandiri sebelum mengecek notifikasi dan aturan yang diberikan maskapai.

  3. 3. Reschedule karena penerbangan dibatalkan

    Reschedule juga bisa terjadi ketika maskapai membatalkan penerbangan yang sudah dipesan. Penyebabnya dapat berkaitan dengan persoalan operasional, kondisi cuaca, masalah teknis, maupun keadaan lain yang membuat penerbangan tidak dapat berjalan sesuai jadwal.

    Dalam kondisi tersebut, perubahan jadwal bukan berasal dari keinginan penumpang. Oleh karena itu, umumnya masuk kategori involuntary change.

    Maskapai biasanya akan memberikan alternatif penanganan sesuai kebijakan yang berlaku. Misalnya, memindahkan penumpang ke penerbangan lain atau memberikan pilihan refund dalam kondisi tertentu.

    Namun, bentuk kompensasi dan pilihan reschedule dapat berbeda berdasarkan maskapai, jenis tiket, rute, serta penyebab pembatalan. Oleh karena itu, periksa informasi resmi yang dikirim maskapai sebelum memilih penerbangan pengganti.

  4. 4. Reschedule karena gangguan operasional

    Potret interior terminal bandara
    Potret interior terminal bandara (pexels.com/Jimmy Liao)

    Berbeda dengan perubahan jadwal yang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Recshedule ini terjadi ketika jadwal penerbangan terganggu dalam waktu yang lebih dekat dengan keberangkatan.

    Contohnya adalah penerbangan terlambat, pembatalan mendadak, atau gangguan lain yang membuat jadwal awal tidak dapat dijalankan. Dalam praktik industri penerbangan, kondisi seperti ini dapat masuk kategori perubahan tidak sukarela atau involuntary.

    Gangguan tersebut juga membuat penumpang harus dipindahkan ke penerbangan lain agar tetap dapat sampai di tujuan. Jika perubahan maskapai menyebabkan jadwal lanjutan tidak lagi sesuai, penanganannya dapat mencakup rebooking atau pengaturan ulang rute. Karena situasinya berbeda dari reschedule atas permintaan sendiri, aturan biaya dan pilihan penerbangannya juga dapat berbeda.

  5. 5. Reschedule karena perubahan rute atau koneksi penerbangan

    Tidak semua reschedule hanya berkaitan dengan maju atau mundurnya jam keberangkatan. Perubahan juga dapat terjadi ketika maskapai mengubah rute, menambahkan titik transit, mengganti bandara, atau membuat jadwal baru. Hal tersebut bisa berpengaruh terhadap koneksi penerbangan penumpang.

    Contohnya, penerbangan yang sebelumnya langsung bisa berubah menjadi penerbangan dengan transit. Dengan begitu, jadwal perjalanan ikut berubah.

    Jika perubahan tersebut dilakukan oleh maskapai, penanganannya dapat berbeda dengan kondisi ketika penumpang sendiri meminta perubahan rute. Jadi, perhatikan terlebih dahulu apakah perubahan tersebut berasal dari maskapai atau memang atas permintaan pribadi sebelum melakukan proses reschedule.

    Kalau suatu hari jadwal penerbanganmu berubah, coba cek penyebabnya terlebih dahulu sebelum melakukan reschedule. Dari situ, kamu bisa lebih mudah mengetahui aturan yang berlaku dan menentukan pilihan penerbangan yang paling pas dengan rencana perjalananmu.

    Itu dia beberapa jenis reschedule maskapai yang perlu kamu ketahui sebelum penerbangan. Ternyata, reschedule bukan cuma soal perubahan waktu. Ada berbagai penyebab lain yang membuat jadwal penerbangan kamu berubah. Jadi, jangan lupa selalu cek informasi maskapai sebelum flight, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More