Waspada, Ini Negara Eropa yang Paling Rawan Pencurian 2025!

Liburan semestinya menjadi sesuatu yang tak terlupakan, karena banyak kenangan indah yang tercipta. Misalnya seperti menemukan restoran baru, menyaksikan situs-situs bersejarah dengan mata kepala sendiri, atau sekadar menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta di tempat baru.
Namun, bagi sebagian wisatawan, liburan bisa menjadi kenangan buruk karena satu hal, yakni barang-barang dicuri. Sebuah studi dari Arizona State University menyatakan pencurian memang sering menimpa wisatawan, terutama saat lengah dan menganggap situasi selalu aman.
Oleh karena itu, Atmos, sebuah perusahaan perdagangan global, merilis daftar destinasi Eropa dengan tingkat pencurian atau perampokan wisatawan tertinggi. Riset ini dibuat berdasarkan tingkat kejahatan lokal, termasuk jumlah pencurian rumah, insiden pencurian kendaraan, statistik pencurian umum, dan tingkat perampokan sepanjang 2025.
Kira-kira mana saja negara Eropa yang paling rawan pencurian sepanjang 2025? Simak daftarnya berikut ini, yuk!
1. Inggris Raya menjadi negara paling rawan pencurian

Atmos menobatkan Inggris Raya (United Kingdom) sebagai destinasi paling berbahaya dan rawan pencurian di Eropa, terutama di kalangan wisatawan. Ada sekitar 254 ribu kasus pencurian yang tercatat setiap tahunnya. Artinya, pencuri membobol rumah setiap dua menit.
Wisatawan yang menyewa mobil atau kendaraan pribadi perlu turut waspada. Setidaknya, ada 364 ribu kasus pencurian kendaraan setiap tahun di seluruh negeri. Selain itu, kasus pencopetan di area ramai juga cukup tinggi, dengan total 121 ribu kejadian.
2. Prancis dan Denmark menyusul berikutnya

Selanjutnya, Prancis menempati posisi kedua. Dalam catatan Atmos, ada sekitar 63 ribu kasus perampokan setiap tahun. Sebagian besar terjadi di sekitar hotel mewah dan distrik perbelanjaan kelas atas. Wisatawan yang sering berjalan-jalan dengan tas branded dan perhiasan mahal sering menjadi sasaran para penjahat. Setidaknya, ada 126 ribu kasus pencopetan setiap tahunnya di sini.
Di urutan ketiga ada Denmark. Wisatawan yang menyewa rumah AirBnb di sini sering menghadapi risiko pencurian atau pembobolan properti. Jumlahnya pun cukup tinggi, yakni 23 ribu kasus per tahun. Selain itu, hampir 160 ribu orang melaporkan kehilangan barang setiap tahunnya. Angka ini tentu cukup tinggi jika dibandingkan dengan sebagian besar negara Eropa lainnya, serta mengingat negara ini tidak terlalu besar.
3. Negara di Eropa yang diklaim aman

Selain daftar negara paling rawan pencurian, laporan Atmos juga menyebut Latvia sebagai destinasi paling aman di Eropa. Negara ini hanya mencatat sekitar 700 kasus pencurian setiap tahunnya.
Namun, penting untuk diingat bahwa laporan ini tidak bertujuan menakut-nakuti wisatawan yang hendak bepergian. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat mencatat lebih dari 839.563 kasus pencurian rumah yang dilaporkan pada 2024, jauh melampaui tingkat kejahatan di tiga negara Eropa yang disebutkan di atas.
Wisatawan bisa tetap pergi liburan ke seluruh dunia, tetapi sebaiknya simpan barang berharga di tempat yang aman, seperti brankas hotel. Selalu berhati-hati dan waspada di mana pun berada, ya! Semoga perjalananmu selalu aman dan menyenangkan!
![[QUIZ] Dari Transportasi Umum Favoritmu di Jakarta, Kamu Cocok Liburan ke Sini](https://image.idntimes.com/post/20240129/pexels-photo-1374377-a0a51f7a58669ba98ac0be589946151c-74634323e65846f1ae4d86b352ef756e.jpeg)












![[QUIZ] Dari Menu Berbuka Favoritmu, Kamu Bakal Mudik Lebaran ke Kota Ini!](https://image.idntimes.com/post/20250406/whatsapp-image-2025-04-05-at-115553-1d2fdd614142c09f2d4d75cb1e88c9ba.jpeg)




