Panduan Menjaga Diri bagi Solo Traveler Cewek, Keamanan Adalah Kunci!

Bepergian sendirian bagi perempuan kerap dianggap sebagai tindakan yang berani sekaligus berisiko. Ada perasaan merdeka yang luar biasa saat kamu bisa menjejakkan kaki di tempat baru hanya dengan mengandalkan dirimu sendiri. Namun, kita tidak bisa menutup mata bahwa keamanan tetap menjadi prioritas utama agar petualanganmu gak berubah menjadi pengalaman yang traumatis.
Rasa takut seharusnya tidak menghentikan langkahmu, tetapi diubah menjadi kewaspadaan. Kunci utama dari solo traveling yang sukses bagi perempuan bukanlah kekuatan fisik, melainkan persiapan yang matang dan insting yang tajam. Berikut ini panduan untuk menjaga diri bagi solo traveler cewek. Keep scrolling!
1. Riset mendalam mengenai budaya dan norma lokal

Sebelum menginjakkan kaki di destinasi tujuan, pastikan kamu sudah memahami aturan tidak tertulis di sana. Hal ini termasuk cara berpakaian dan perilaku di depan publik. Di beberapa tempat, pakaian yang terlalu terbuka atau kontak mata yang terlalu lama dengan lawan jenis bisa dianggap sebagai sinyal yang salah. Menyesuaikan diri dengan penampilan warga lokal bukan berarti menghilangkan jati dirimu, melainkan cara cerdas untuk melebur agar kamu gak terlihat sebagai turis yang mencolok dan rentan.
Selain soal pakaian, riset juga area mana saja yang aman untuk dikunjungi dan area mana yang sebaiknya dihindari, terutama saat malam hari. Bacalah ulasan dari sesama traveler cewek di forum-forum perjalanan tentang pengalaman mereka di kota tersebut. Memahami kondisi keamanan sebuah wilayah akan membantumu menyusun rute yang jauh lebih aman tanpa harus mengorbankan keseruan perjalananmu.
2. Jaga komunikasi dan bagikan lokasi secara real time

Jangan pernah benar-benar tak ada kabar saat kamu sedang solo traveling. Pastikan setidaknya ada satu orang kepercayaan di rumah, bisa keluarga atau sahabat, yang tahu jadwal perjalananmu, mulai dari nomor penerbangan hingga nama hotel tempatmu menginap. Di era digital ini, kamu bisa memanfaatkan fitur share location secara real time agar mereka bisa memantau pergerakanmu jika terjadi sesuatu.
Selalu pastikan baterai ponsel kamu terisi penuh dan bawalah power bank cadangan ke mana pun kamu pergi. Memiliki akses internet yang stabil sangat penting, bukan hanya untuk pamer foto di media sosial, tapi untuk mengakses maps dan menghubungi layanan darurat jika diperlukan. Jika kamu merasa sedang diikuti atau berada dalam situasi yang tidak nyaman, berpura-puralah sedang melakukan panggilan video dengan seseorang agar orang jahat berpikir kamu sedang diawasi.
3. Pilih akomodasi dengan keamanan ekstra

Tempat menginap adalah benteng pertahananmu, jadi jangan hanya tergiur dengan harga yang murah. Pilihlah penginapan yang memiliki resepsionis 24 jam dan ulasan positif mengenai keamanannya. Jika kamu menginap di hostel, carilah yang menyediakan female-only dorm agar kamu merasa lebih nyaman dan privat saat beristirahat. Pastikan juga kamar yang kamu sewa memiliki kunci ganda yang berfungsi dengan baik.
Saat melakukan check-in, jangan pernah mengucapkan nomor kamarmu dengan keras di lobi yang ramai. Jika resepsionis melakukannya, jangan ragu untuk meminta mereka menuliskannya saja di kertas. Selain itu, bawalah pengganjal pintu portabel atau door stopper, jika merasa gak aman. Alat sederhana ini memberikan perlindungan ekstra yang sangat efektif untuk mencegah orang asing masuk ke kamarmu saat kamu sedang tidur terlelap.
4. Tampil percaya diri dan jangan terlihat bingung

Para pelaku kejahatan biasanya mengincar orang yang terlihat lemah, bingung, atau terdistraksi. Oleh karena itu, berusahalah untuk selalu tampil percaya diri seolah-olah kamu sudah sangat mengenal daerah tersebut, meskipun sebenarnya kamu baru pertama kali datang. Jika perlu melihat peta, jangan berhenti di tengah trotoar yang ramai. Tetapi masuklah ke dalam toko atau kafe terdekat untuk mengecek arah dengan tenang tanpa terlihat seperti turis yang tersesat.
Gunakanlah earphone jika perlu, tapi jangan menyalakan musik dengan volume keras. Ini bisa menjadi trik agar orang tidak sembarangan mengajakmu bicara, namun kamu tetap harus waspada dengan suara di sekitarmu. Jika ada orang asing yang bertanya terlalu personal, seperti di mana kamu menginap atau dengan siapa kamu bepergian, jangan ragu untuk berbohong. Katakanlah bahwa teman atau suamimu sedang menunggu di hotel agar mereka tahu kamu tidak benar-benar sendirian.
5. Percayalah pada insting

Insting atau firasat adalah senjata paling ampuh yang dimiliki oleh setiap perempuan. Jika kamu merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan pengemudi taksi, suasana sebuah gang, atau perilaku seseorang yang baru kamu temui, jangan abaikan perasaan itu. Lebih baik dianggap tidak sopan atau berlebihan daripada harus menanggung risiko keamanan. Jika hatimu merasa tak nyaman, maka segeralah pergi dari situasi tersebut tanpa perlu merasa bersalah.
Jangan pernah merasa tak enak hati untuk menolak tawaran bantuan atau ajakan dari orang asing jika kamu merasa tidak nyaman. Belajarlah untuk menolak dengan tegas namun tetap tenang. Selalu waspada terhadap minumanmu saat berada di tempat umum, dan jangan pernah meninggalkannya tanpa pengawasan. Bukan berarti kamu menjadi paranoid, tapi ini bentuk kasih sayang dan perlindungan tertinggi bagi dirimu sendiri.
Solo traveling adalah kado terbaik yang bisa kamu berikan untuk dirimu sendiri. Keamanan yang terjaga akan membuat setiap momennya menjadi kenangan yang manis. Dengan persiapan yang matang, kamu tidak hanya akan pulang dengan foto-foto indah, tapi juga dengan jiwa yang lebih kuat dan mandiri. Dunia ini terlalu luas untuk dilewatkan hanya karena rasa takut yang tidak berdasar!


















