Pernahkah kamu memesan hotel karena tertarik dengan foto kamar atau fasilitas yang ditampilkan dalam iklan, tetapi ternyata kondisi aslinya jauh berbeda? Situasi seperti ini bisa merugikan wisatawan, terutama ketika mereka sudah membayar biaya menginap. Untuk memberikan perlindungan lebih kepada tamu, pemerintah Thailand tengah menyiapkan rancangan undang-undang yang memungkinkan wisatawan membatalkan pemesanan atau mengakhiri masa inap jika layanan akomodasi tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
Dilansir dari VnExpress, pemerintah Thailand mengumumkan rancangan kebijakan tersebut pada akhir September 2026. Nantinya, tarif kamar, ketentuan pemesanan, hingga janji yang dicantumkan dalam iklan akan menjadi bagian dari kontrak yang mengikat antara penyedia akomodasi dan tamu.
Dengan aturan ini, informasi yang disampaikan hotel atau penginapan kepada calon pelanggan tidak sekadar menjadi materi promosi semata. Penyedia akomodasi juga harus bertanggung jawab untuk memenuhi layanan sesuai dengan keterangan yang telah ditawarkan.