Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Ampuh Mengatasi Jet Lag agar Perjalanan Jauh Makin Nyaman

5 Tips Ampuh Mengatasi Jet Lag agar Perjalanan Jauh Makin Nyaman
ilustrasi jet lag, traveling (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Jet lag terjadi akibat perubahan zona waktu yang mengganggu ritme tubuh, menyebabkan kelelahan, sulit tidur, dan kurang fokus selama perjalanan jauh.
  • Persiapan seperti menyesuaikan pola tidur sebelum berangkat, menjaga hidrasi, serta mengikuti waktu istirahat sesuai zona tujuan membantu tubuh beradaptasi lebih cepat.
  • Paparan sinar matahari dan penggunaan aplikasi khusus seperti Timeshifter atau Entrain dapat mempercepat penyesuaian ritme sirkadian agar perjalanan terasa lebih nyaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Liburan atau perjalanan bisnis ke luar negeri tentu terasa menyenangkan, tapi ada satu hal yang sering mengurangi kenyamanan, yaitu jet lag. Kondisi ini biasanya muncul setelah kamu melintasi beberapa zona waktu dalam waktu singkat sehingga jam biologis tubuh menjadi terganggu.

Akibatnya, kamu bisa merasa lelah sepanjang hari, sulit tidur pada malam hari, kurang fokus, bahkan mengalami gangguan pencernaan. Menurut para ahli, jet lag memang sulit dicegah sepenuhnya, tapi dampaknya bisa diminimalkan dengan persiapan yang tepat.

Mulai dari mengatur pola tidur sebelum berangkat hingga memanfaatkan paparan sinar matahari, ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu tubuh beradaptasi lebih cepat. Dengan begitu, kamu bisa menikmati perjalanan tanpa harus kehilangan banyak waktu untuk memulihkan kondisi tubuh.

  1. 1. Atur pola tidur sebelum hari keberangkatan

    ilustrasi tidur
    ilustrasi tidur (magnific.com/artursafronovvvv)

    Banyak orang baru memikirkan jet lag setelah tiba di negara tujuan. Padahal, persiapan sebelum keberangkatan justru menjadi salah satu cara terbaik untuk mengurangi dampaknya. Dokter umum Dr. Megha Pancholi menyarankan agar jadwal tidur mulai disesuaikan sekitar dua hingga tiga hari sebelum bepergian.

    Jika tujuanmu memiliki zona waktu yang lebih cepat, cobalah tidur dan bangun sedikit lebih awal setiap harinya. Sebaliknya, jika kamu bepergian ke wilayah dengan waktu yang lebih lambat, tidurlah sedikit lebih malam dari biasanya. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC), juga menjelaskan bahwa perencanaan sebelum dan sesudah perjalanan dapat membantu mengurangi gangguan pada ritme sirkadian tubuh. Dengan perubahan bertahap, tubuh gak akan merasa terlalu terkejut saat harus mengikuti jadwal baru.

  2. 2. Penuhi kebutuhan cairan tubuh selama penerbangan

    ilustrasi tumbler, botol air minum
    ilustrasi tumbler, botol air minum (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Udara di dalam kabin pesawat ternyata jauh lebih kering dibandingkan udara di permukaan tanah. Kondisi ini membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui kulit dan pernapasan. Karena itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi salah satu langkah penting untuk membantu proses pemulihan setelah penerbangan panjang.

    Dr. Megha Pancholi menyarankan penumpang membawa botol minum sendiri dan mengisinya sebelum naik pesawat. Selain minum air putih secara rutin, kamu juga bisa mengonsumsi buah-buahan yang memiliki kandungan air tinggi. Healthdirect Australia menyebutkan bahwa membatasi konsumsi alkohol dan minuman berkafein selama penerbangan juga dapat membantu mengurangi gejala jet lag. Pasalnya, kedua jenis minuman tersebut dapat memperparah dehidrasi dan membuat kualitas tidur menjadi kurang optimal.

  3. 3. Sesuaikan waktu istirahat dengan zona waktu tujuan

    ilustrasi penumpang pesawat terbang
    ilustrasi penumpang pesawat terbang (unsplash.com/Aleksei Zaitcev)

    Begitu pesawat lepas landas, sebaiknya kamu mulai membiasakan diri dengan waktu di tempat tujuan. Cara paling mudah adalah mengubah jam tangan atau ponsel sesuai zona waktu negara yang akan dikunjungi. Langkah sederhana ini dapat membantu pikiran dan tubuh mulai beradaptasi dengan jadwal baru.

    Jika di tempat tujuan sedang memasuki malam hari, manfaatkan waktu di pesawat untuk tidur meskipun rasa kantuk belum datang. Sebaliknya, apabila di sana masih siang, cobalah tetap terjaga dengan membaca buku, menonton film, atau melakukan aktivitas ringan lainnya. Para ahli tidur menyarankan penumpang untuk tidur di pesawat hanya ketika waktunya memang bertepatan dengan malam hari di destinasi tujuan. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi rasa lelah dan kantuk berlebihan setelah mendarat.

  4. 4. Luangkan waktu terkena sinar matahari setelah tiba

    ilustrasi traveling, bawa koper
    ilustrasi traveling, bawa koper (pexels.com/Mikhail Nilov)

    Paparan cahaya alami memiliki peran penting dalam mengatur ritme sirkadian tubuh. Saat tubuh mendapatkan sinar matahari pada waktu yang tepat, otak akan menerima sinyal untuk menyesuaikan siklus tidur dan bangun dengan lingkungan baru. Inilah sebabnya banyak pakar menyarankan wisatawan untuk menghabiskan waktu di luar ruangan setelah tiba di destinasi.

    Kamu bisa berjalan santai di sekitar hotel, duduk di taman, atau menikmati suasana kota pada pagi maupun siang hari. CDC menjelaskan bahwa paparan cahaya yang sesuai dengan waktu setempat dapat membantu tubuh beradaptasi lebih cepat terhadap perbedaan zona waktu. Sementara itu, Healthdirect Australia menyarankan untuk menghindari tidur siang terlalu lama agar tubuh lebih gampang tertidur pada malam hari. Jika memang ingin tidur siang, usahakan durasinya tetap singkat.

  5. 5. Gunakan aplikasi yang dirancang khusus untuk mengatasi jet lag

    ilustrasi traveling
    ilustrasi traveling (pexels.com/Efrem Efre)

    Selain mengandalkan kebiasaan sehat, kamu juga dapat memanfaatkan teknologi untuk membantu proses adaptasi tubuh. Saat ini tersedia beberapa aplikasi yang dirancang berdasarkan ilmu tidur dan ritme sirkadian. Aplikasi tersebut mampu memberikan panduan yang disesuaikan dengan jadwal penerbangan, usia, serta kebiasaan tidur penggunanya.

    Salah satu aplikasi yang cukup populer adalah Timeshifter yang dikembangkan bersama pakar tidur dan ritme sirkadian. Ada pula Entrain yang dibuat oleh peneliti dari University of Michigan untuk membantu pengguna menentukan waktu terbaik mendapatkan paparan cahaya dan beristirahat. Dengan mengikuti rekomendasi yang diberikan aplikasi, kamu bisa mengetahui kapan waktu yang tepat untuk tidur, tetap terjaga, atau mencari sinar matahari. Cara ini dapat membantu tubuh menyesuaikan diri lebih cepat sehingga hari-hari pertamamu di destinasi baru terasa lebih nyaman.

    Jet lag memang menjadi tantangan bagi siapa saja yang melakukan perjalanan lintas zona waktu. Namun, kondisi ini gak harus membuat liburan atau perjalanan bisnis menjadi berantakan.

    Dengan mengatur pola tidur sebelum berangkat, mencukupi kebutuhan cairan, menyesuaikan waktu istirahat, serta memanfaatkan paparan cahaya alami, tubuh dapat beradaptasi lebih cepat. Jadi, sebelum merencanakan perjalanan jauh berikutnya, jangan lupa menerapkan beberapa tips di atas agar kamu bisa menikmati setiap momen tanpa terganggu rasa lelah berkepanjangan.

    FAQ Seputar Tips Ampuh Mengatasi Jet Lag

    Apakah arah penerbangan (ke barat atau ke timur) memengaruhi tingkat keparahan jet lag?

    Ya, sangat memengaruhi. Terbang ke arah timur biasanya menyebabkan jet lag yang lebih parah dibandingkan terbang ke arah barat. Hal ini terjadi karena terbang ke timur "memperpendek" hari Anda, sehingga tubuh dipaksa untuk tidur lebih cepat dari jam biologisnya, yang secara alami lebih sulit dilakukan oleh ritme sirkadian manusia.

    Berapa lama biasanya gejala jet lag akan bertahan setelah mendarat?

    Secara umum, tubuh manusia membutuhkan waktu sekitar 1 hari untuk menyesuaikan diri dengan setiap 1–2 perbedaan zona waktu yang dilewati. Jadi, jika Anda melewati perbedaan waktu sebanyak 6 jam, gejala jet lag mungkin akan terasa selama sekitar 3 hingga 5 hari.

    Apakah aman mengonsumsi suplemen melatonin untuk membantu mengatasi jet lag?

    Konsumsi suplemen melatonin buatan sering kali efektif untuk memberi sinyal pada tubuh bahwa sudah waktunya tidur, terutama saat terbang ke arah timur. Namun, penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu mengenai dosis dan waktu konsumsi yang tepat agar tidak justru mengacaukan jadwal tidur Anda.

    Bagaimana pengaturan pola makan di destinasi tujuan dapat membantu pemulihan tubuh?

    Selain jadwal tidur, jam biologis tubuh juga diatur oleh waktu makan. Begitu Anda tiba, segeralah mengonsumsi makanan berat sesuai dengan waktu makan lokal di tempat tujuan (meskipun Anda belum merasa lapar). Hindari makan berat di tengah malam waktu setempat karena dapat membingungkan sistem pencernaan dan memperpanjang efek jet lag.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More