Jepang menjadi salah satu destinasi favorit untuk menikmati suasana musim gugur. Wisatawan yang berencana datang pada periode ini juga perlu memperhatikan kondisi cuaca, terutama karena Jepang memasuki periode dengan aktivitas taifun yang cukup tinggi.
Secara umum, taifun dapat terjadi mulai akhir musim semi hingga musim gugur, dengan aktivitas dan dampak yang lebih sering terjadi pada musim panas hingga awal musim gugur. September menjadi salah satu bulan yang perlu mendapat perhatian lebih, karena risiko kerusakan akibat taifun tergolong tinggi.
Dilansir dari Nippon.com, suhu laut yang lebih hangat membuat sebagian besar taifun terbentuk dan mencapai daratan Jepang pada periode Juli hingga September. Selain angin kencang, taifun juga dapat membawa hujan deras yang berisiko menyebabkan banjir, tanah longsor, hingga gangguan transportasi.
Kondisi tersebut bisa menjadi lebih kompleks pada September, karena biasanya terdapat front hujan musim gugur yang menetap di sekitar kepulauan Jepang. Ketika udara yang membawa banyak uap air dari taifun mengalir menuju ke front tersebut, aktivitas hujan dapat meningkat dan memperbesar risiko bencana di sejumlah wilayah.
Wisatawan pun sebaiknya memahami langkah yang harus dilakukan ketika kondisi memburuk, agar perjalanan tetap aman. Berikut sejumlah tips yang bisa diterapkan saat berlibur ke Jepang di tengah musim taifun.
