Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

9 Tips Mendaki Gunung saat Akhir Tahun, Cek Cuacanya Dulu

ilustrasi tips pendakian gunung di akhir tahun
ilustrasi tips pendakian gunung di akhir tahun (pexels.com/Syed Qaarif Andrabi)
Intinya sih...
  • Pengecekan cuaca dan penentuan rute
  • Prioritaskan perlengkapan antiair dan kehangatan
  • Seleksi logistik makanan yang tepat
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Akhir tahun sering kali menjadi waktu yang ditunggu-tunggu untuk melakukan aktivitas seru, seperti mendaki gunung. Namun, pendakian di periode ini memiliki tantangan tersendiri, terutama karena bertepatan dengan musim penghujan di sebagian besar wilayah Indonesia dan peningkatan jumlah pendaki.

Kalau berencana menaklukkan puncak di penghujung tahun, mempersiapkan diri dengan matang jadi kunci untuk pengalaman yang aman dan berkesan. Oleh karena itu, kamu perlu menyimak tips mendaki gunung saat akhir tahun berikut agar petualanganmu berjalan lancar dan jauh dari risiko yang gak diinginkan.

Biasanya, memasuki bulan Desember hingga Januari, cuaca di pegunungan cenderung lebih ekstrem dengan intensitas hujan yang tinggi, kabut tebal, dan suhu yang lebih dingin. Kondisi ini menuntut persiapan logistik dan fisik yang berbeda dibandingkan pendakian di musim kemarau. Itulah sebabnya kamu perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin agar pergantian tahun di gunung terasa istimewa.

1. Pengecekan cuaca dan penentuan rute

ilustrasi perhatikan cuaca dan waktu mulai pendakian saat mendaki dengan anak
ilustrasi perhatikan cuaca dan waktu mulai pendakian saat mendaki dengan anak (pexels.com/Josh Willink)

Hal pertama yang wajib kamu lakukan adalah memeriksa prakiraan cuaca secara rutin, idealnya seminggu sebelum keberangkatan dan di hari-hari menjelang pendakian. Akhir tahun seringkali identik dengan curah hujan tinggi, jadi kamu perlu memilih jalur pendakian yang dikenal lebih aman dan gak terlalu rawan longsor atau banjir bandang. 

Apabila prakiraan cuaca memperlihatkan badai besar, jangan ragu untuk menunda atau membatalkan pendakian demi keselamatanmu sendiri dan tim, ya. Kamu juga perlu mencari tahu informasi terbaru mengenai kondisi jalur pendakian dari pihak pengelola atau ranger gunung, lho.


2. Prioritaskan perlengkapan antiair dan kehangatan

ilustrasi tas carier untuk mendaki gunung
ilustrasi tas carier untuk mendaki gunung (pexels.com/Ali Kazal)

Karena cuaca hujan dan dingin sangat mungkin terjadi, fokus utama perlengkapanmu harus pada insulasi dan perlindungan dari air, ya. Pastikan jas hujan, rain cover untuk ransel, dan dry bag untuk barang-barang elektronik atau pakaian ganti dalam kondisi prima.

Kamu juga harus membawa lebih banyak pakaian hangat, termasuk jaket gunung waterproof dan windproof, sarung tangan, kupluk, serta kaus kaki tebal berbahan wol atau sintetis. Ingatlah bahwa menjaga tubuh tetap kering dan hangat jadi kunci untuk menghindari hipotermia.


3. Seleksi logistik makanan yang tepat

ilustrasi membawa bekal makanan untuk mendaki gunung
ilustrasi membawa bekal makanan untuk mendaki gunung (unsplash.com/Jack Cole)

Pendakian di musim hujan menuntut logistik yang ringkas, tapi memberikan energi maksimal, serta mudah diolah dalam kondisi cuaca ekstrem. Pilih makanan yang gak mudah basi dan cepat matang, seperti makanan instan cepat saji, sereal, atau makanan ringan berkalori tinggi, seperti cokelat dan kacang-kacangan.

Kamu juga harus memperhitungkan waktu pendakian yang mungkin lebih lama dari biasanya karena jalur yang licin dan berlumpur. Jangan lupa bawa bekal air minum yang cukup atau tablet penjernih air jika sumber air sulit diakses karena hujan, ya.


4. Pemilihan lokasi dan teknik mendirikan tenda

ilustrasi tenda
ilustrasi tenda (pexels.com/Murray Hemingway)

Saat mendirikan tenda, hindari area di dekat sungai atau jalur air yang berpotensi menjadi jalur banjir saat hujan deras. Carilah tanah yang sedikit lebih tinggi, rata, dan pastikan tendamu memiliki flysheet yang rapat dan gak bocor.

Sebelum menancapkan pasak, kamu bisa membuat parit kecil di sekeliling tenda untuk mengarahkan air hujan menjauh dari area tidurmu. Teknik ini sangat penting untuk mencegah air masuk ke dalam tenda dan membuat kamu kedinginan atau basah, nih.


5. Menjaga kondisi fisik dan kesehatan

ilustrasi latihan fisik untuk mendaki gunung bagi pemula
ilustrasi latihan fisik untuk mendaki gunung bagi pemula (pexels.com/Bisesh Gurung)

Persiapan fisik gak hanya dilakukan dengan berolahraga rutin, tetapi juga dengan menjaga asupan vitamin dan istirahat yang cukup menjelang hari-H. Kondisi lembap dan dingin di pegunungan pada akhir tahun bisa membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit seperti flu atau demam, lho. Jadi, pastikan kamu membawa obat-obatan pribadi dan P3K yang lengkap, termasuk obat anti-nyeri, obat diare, dan vitamin C dosis tinggi. Membawa survival blanket juga bisa menjadi langkah preventif tambahan untuk menjaga suhu tubuh dalam keadaan darurat.


6. Manajemen waktu pendakian yang fleksibel

ilustrasi aturan keamanan mendaki gunung saat cuaca buruk
ilustrasi aturan keamanan mendaki gunung saat cuaca buruk (pexels.com/Corneliu Stefan Esanu)

Pendakian di musim hujan kerap kali memperlambat gerak tim secara signifikan, terutama di medan yang licin dan becek. Jadi, kamu perlu merencanakan jadwal pendakian dengan mempertimbangkan waktu istirahat yang lebih lama dan target waktu tiba di camp yang lebih awal. 

Hindari berjalan dalam kondisi hujan lebat atau menjelang malam hari, karena jarak pandang yang buruk dan suhu yang turun drastis akan meningkatkan risiko kecelakaan. Fleksibilitas dalam jadwal sangat diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan cuaca yang mendadak, lho.


7. Perangkat navigasi dan komunikasi darurat

ilustrasi power bank
ilustrasi power bank (unsplash.com/Markus Winkler)

Meskipun kamu sudah mengandalkan guide atau porter, membawa perangkat navigasi tambahan, seperti GPS atau peta topografi yang dilindungi plastik, adalah keharusan. Kabut tebal sering menyelimuti gunung di musim hujan, yang dapat membuat pendaki kehilangan orientasi dengan sangat cepat.

Pastikan power bank kamu terisi penuh dan bawalah handy talky (HT) jika sinyal seluler gak tersedia. Komunikasi yang efektif dalam tim adalah hal krusial, jadi pastikan semua anggota memahami prosedur darurat.


8. Etika dan kesadaran terhadap alam

ilustrasi mendaki gunung saat cuaca buruk
ilustrasi mendaki gunung saat cuaca buruk (pexels.com/Beepin4)

Pada akhir tahun, jumlah pendaki sering kali meningkat drastis, yang bisa memicu masalah lingkungan seperti penumpukan sampah. Kamu harus selalu menerapkan prinsip Leave No Trace (Jangan Tinggalkan Jejak) dengan membawa turun kembali semua sampahmu.

Selain itu, kondisi alam yang rentan longsor menuntut kamu untuk lebih berhati-hati dan gak bikin kegaduhan yang bisa memicu pergerakan tanah. Ingat, hargai alam dan hormati pendaki lain dengan menjaga ketenangan dan kebersihan lingkungan.

9. Peran penting tim dan ketua rombongan

ilustrasi mendaki gunung bersama teman-teman
ilustrasi mendaki gunung bersama teman-teman (pexels.com/Eric Sanman)

Pendakian gunung adalah aktivitas tim, dan pada kondisi ekstrem seperti akhir tahun, kekompakan tim menjadi penentu keberhasilan dan keselamatan. Jadi, pastikan ada satu ketua rombongan yang ditunjuk untuk membuat keputusan, mengawasi kondisi anggota, dan memastikan semua orang mengikuti jadwal.

Selalu berjalan berdekatan, terutama saat kabut atau hujan deras, dan jangan biarkan satu anggota pun terpisah dari rombongan. Komunikasi yang jujur dan saling mendukung sangat penting dalam menghadapi segala tantangan di jalur pendakian, ya.

Mendaki gunung di akhir tahun di Indonesia adalah pengalaman yang luar biasa. Menawarkan pemandangan yang berbeda dan tantangan yang lebih menguji mental dan fisik. Namun, tantangan musim hujan dan peningkatan jumlah pendaki menuntut kamu untuk gak pernah mengabaikan persiapan yang detail dan menyeluruh. Dengan mengikuti semua tips pendakian gunung di akhir tahun ini, kamu dapat meminimalisir risiko dan memaksimalkan kenikmatan petualanganmu. Ingatlah kalau puncak adalah bonus, dan pulang dengan selamat adalah tujuan utama. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More

6 Wisata Bogor Murah untuk Keluarga, Harga Tiket Mulai Rp15 Ribuan

02 Feb 2026, 13:45 WIBTravel