Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Thru Hiking? Ini Pengertian dan Bedanya dengan Hiking Biasa

ilustrasi pendaki
ilustrasi pendaki (unsplash.com/Diego Marín)

Belakangan ini, istilah thru hiking makin sering muncul di kalangan pencinta alam dan pendaki. Tapi sebenarnya, apa itu thru hiking? Apakah sama dengan hiking atau trekking yang biasa kamu lakukan saat naik gunung di akhir pekan?

Secara sederhana, thru hiking adalah aktivitas berjalan kaki atau mendaki jalur jarak sangat jauh dari ujung ke ujung (end-to-end) dalam satu perjalanan penuh. Perjalanan ini bisa berlangsung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, dengan membawa perlengkapan sendiri dan hidup sepenuhnya di alam terbuka.

Di Indonesia, konsep ini bisa dibayangkan seperti menyusuri jalur panjang di Pegunungan Jayawijaya Papua atau lintasan ekstrem kawasan Leuser. Agar makin paham, berikut penjelasan lengkap tentang thru hiking.

1. Thru hiking bukan sekadar naik gunung lalu turun

ilustrasi pendaki
ilustrasi pendaki (unsplash.com/m c)

Thru hiking berbeda jauh dari pendakian gunung pada umumnya. Kalau hiking biasa biasanya dilakukan dalam hitungan jam atau hari, thru hiking menuntut komitmen jangka panjang. Kamu berjalan hampir setiap hari tanpa jeda panjang, mengikuti satu jalur utama sampai benar-benar selesai di titik akhir.

Yang bikin menantang, jalur yang dilalui gak cuma satu jenis medan. Kamu bisa melewati hutan lebat, pegunungan, lembah, sungai, hingga area permukiman. Itulah kenapa thru hiking sering disebut sebagai perjalanan end-to-end yang utuh dan berkesinambungan.

2. Durasi panjang dan mandiri adalah ciri utama thru hiking

ilustrasi mendaki gunung
ilustrasi mendaki gunung (unsplash.com/Jesse Desjardins)

Salah satu ciri paling khas dari thru hiking adalah durasinya yang sangat panjang. Perjalanan bisa memakan waktu berminggu-minggu sampai berbulan-bulan, tergantung panjang jalur dan kondisi fisik pendakinya.

Selain itu, thru hiker biasanya membawa semua perlengkapan sendiri alias backpacking. Mulai dari tenda, sleeping bag, logistik, sampai alat masak. Kamu dituntut mandiri dalam mengatur makan, istirahat, dan keselamatan diri. Karena itu, thru hiking bukan aktivitas yang bisa dilakukan secara spontan tanpa persiapan matang.

3. Pengalaman imersif di alam dan budaya sekitar

ilustrasi pendaki gunung
ilustrasi pendaki gunung (unsplash.com/Alina Fedorchenko)

Thru hiking gak cuma soal fisik, tapi juga soal pengalaman hidup. Karena dilakukan dalam waktu lama, kamu benar-benar “tinggal” di alam terbuka. Bangun pagi di tengah hutan, berjalan seharian, lalu tidur di alam bebas jadi rutinitas harian.

Menariknya, jalur thru hiking sering melewati wilayah dengan budaya yang beragam. Kamu bisa bertemu masyarakat lokal, melihat cara hidup mereka, bahkan belajar beradaptasi dengan kebiasaan setempat. Di Indonesia, jalur panjang seperti kawasan Leuser atau pedalaman Papua menawarkan pengalaman alam dan budaya yang sangat kuat dan autentik.

4. Persiapan mental sama pentingnya dengan fisik

ilustrasi pendaki
ilustrasi pendaki (unsplash.com/Anthony Da Cruz)

Banyak orang mengira thru hiking hanya soal kekuatan fisik. Padahal, tantangan mental justru sering lebih berat. Rasa lelah berkepanjangan, kesepian, cuaca ekstrem, hingga rasa rindu rumah adalah hal yang umum dialami thru hiker.

Kamu harus siap menghadapi hari-hari yang gak selalu menyenangkan. Ada saatnya hujan terus-menerus, jalur rusak, atau rencana gak berjalan sesuai harapan. Mental yang kuat, fleksibel, dan sabar jadi kunci utama agar perjalanan bisa selesai sampai akhir.

Jadi, apa itu thru hiking? Ini adalah bentuk petualangan ekstrem yang menggabungkan pendakian jarak jauh, kemandirian penuh, dan pengalaman hidup di alam terbuka secara terus-menerus. Bukan cuma soal mencapai puncak, tapi tentang proses panjang dari awal sampai akhir.

Buat kamu yang suka tantangan dan ingin merasakan alam secara lebih dalam, thru hiking bisa jadi mimpi besar berikutnya. Tapi ingat, persiapan matang dan pemahaman yang benar adalah kunci agar petualangan ini tetap aman dan berkesan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

5 Cara Aman Berkemah Bagi Pemula, Jangan Sampai Salah Langkah!

01 Feb 2026, 23:12 WIBTravel