Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Alasan Ban Mobil Bisa Rusak Meski Jarang Digunakan

3 Alasan Ban Mobil Bisa Rusak Meski Jarang Digunakan
ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Luke Miller)
  • Suhu ekstrem dapat mengeras­kan karet ban saat panas atau menurunkan tekanan udara saat dingin, sehingga ban lebih rentan retak, pecah, atau kempes.
  • Parkir di permukaan tidak rata membuat beban mobil tidak terdistribusi seimbang, memberi tekanan berlebih pada satu sisi ban hingga berisiko retak, menggembung, atau berubah bentuk.
  • Ban kempes yang dibiarkan membuat dinding dan serat ban menahan beban berlebih, meningkatkan risiko bocor serta membuat pelek rentan penyok atau tergores.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sebagai pemilik mobil, kamu wajib memahami jenis perawatan yang harus dilakukan secara rutin. Hal ini bertujuan agar performa kendaraan tetap optimal dan terhindar dari kerusakan. Selain itu, kamu juga perlu mengetahui berbagai faktor yang dapat menyebabkan komponen mobil mengalami masalah.

Salah satu contohnya adalah kondisi ban yang tetap bisa rusak meskipun jarang dipakai. Karet ban dapat mengeras, retak, atau getas. Berikut ini macam-macam alasan ban mobil bisa rusak meski jarang digunakan.

  1. 1. Suhu terlalu dingin atau panas

    ilustrasi ban mobil
    ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Nischal Kanishk)

    Kondisi suhu yang ekstrem, baik terlalu panas maupun terlalu dingin, dapat memicu kerusakan pada ban mobil meskipun kendaraan jarang dipakai. Pada suhu panas, permukaan karet ban cenderung mengeras dan kehilangan elastisitasnya. Akibatnya, ban menjadi lebih rentan retak dan pecah.

    Di sisi lain, suhu yang terlalu dingin menyebabkan tekanan udara di dalam ban berkurang secara perlahan. Kondisi tersebut membuat struktur ban tidak bekerja secara optimal dan lebih mudah kempes. Karena itu, kamu perlu memperhatikan tempat penyimpanan mobil agar ban tidak terpapar suhu ekstrem dalam waktu lama.

  2. 2. Posisi parkir salah

    ilustrasi parkir mobil
    ilustrasi parkir mobil (unsplash.com/Claude Gabriel)

    Faktor manusia juga dapat menjadi penyebab ban mobil mengalami kerusakan meskipun jarang digunakan. Contohnya adalah kebiasaan memarkirkan kendaraan pada permukaan yang tidak rata atau memiliki ketinggian berbeda. Posisi seperti itu membuat distribusi beban mobil menjadi tidak seimbang.

    Akibatnya, salah satu sisi ban menerima tekanan lebih besar dibandingkan sisi lainnya. Kondisi tersebut dapat memicu ban retak, menggembung, bahkan berubah bentuk lebih cepat. Oleh karena itu, kamu sebaiknya memastikan area parkir dalam keadaan datar agar kondisi ban tetap terjaga.

  3. 3. Ban kempes yang tidak segera diganti

    ilustrasi periksa kondisi ban mobil
    ilustrasi periksa kondisi ban mobil (unsplash.com/Deniz Demirci)

    Kondisi ban yang kempes dan tidak segera ditangani dapat merusak struktur karetnya. Ketika tekanan udara berkurang, dinding ban akan menahan beban kendaraan secara berlebihan. Hal tersebut menyebabkan serat pada ban melemah sehingga risiko kebocoran menjadi lebih tinggi.

    Selain itu, ban kempes juga membuat pelek kehilangan bantalan pelindung dari benturan. Akibatnya, pelek dapat penyok atau tergores saat kendaraan berjalan. Karena itu, kamu perlu memeriksa tekanan ban secara rutin agar kerusakan seperti ini tidak terjadi.

    Kerusakan pada ban tidak hanya disebabkan oleh pemakaian yang sering, tetapi juga oleh faktor lingkungan dan kebiasaan pemilik. Suhu yang tidak stabil, posisi parkir yang tidak rata, serta ban yang dibiarkan kempes dapat membuat struktur ban melemah. Dengan begitu, kamu sebaiknya rutin merawat dan memeriksa kondisi ban supaya performa mobil tetap optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More