Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

China Siapkan Standar Baterai Solid-State untuk Mobil Listrik Global

China Siapkan Standar Baterai Solid-State untuk Mobil Listrik Global
Ilustrasi baterai mobil listrik (byd.com)
  • IEC menyetujui proposal China untuk menyusun standar internasional baterai solid-state kendaraan listrik, mencakup penggunaan, pengujian, dan klasifikasi all-solid-state dengan ambang kehilangan massa 0,5 persen.
  • Perusahaan China mulai menyiapkan produksi dan prototipe: Sunwoda membangun lini 0,2 GWh, EVE menghasilkan prototipe 60 Ah, sementara pengujian sel menunjukkan kemajuan keselamatan terbatas.
  • Biaya elektrolit sulfida yang jauh lebih mahal serta kebutuhan menjaga kontak komponen dan tekanan mekanis masih menghambat penerapan massal, yang diperkirakan sekitar 2030 atau setelahnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

China tengah mendorong pengembangan baterai solid-state untuk kendaraan listrik ke tahap yang lebih serius. Selain memperluas produksi sel percobaan, Negeri Tirai Bambu juga ikut mendorong pembentukan standar internasional untuk teknologi baterai generasi berikutnya.

Langkah ini penting karena istilah solid-state selama ini bisa merujuk pada teknologi yang berbeda. Sebagian baterai yang dipasarkan sebagai solid-state masih menggunakan campuran elektrolit padat dan cair, sementara baterai all-solid-state dituntut memiliki karakteristik yang lebih ketat.

  1. 1. China dorong standar baterai solid-state global

    ilustrasi kualitas baterai mobil listrik (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)
    ilustrasi kualitas baterai mobil listrik (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)

    Pada 21 Agustus 2026, International Electrotechnical Commission (IEC) menyetujui proposal yang dipimpin China untuk membuat standar internasional terkait baterai solid-state pada kendaraan listrik. Standar tersebut nantinya mencakup panduan penggunaan, metode pengujian, serta parameter untuk baterai yang digunakan pada kendaraan jalan raya. Proses penyusunannya diperkirakan membutuhkan waktu 24 hingga 36 bulan.

    Salah satu poin penting yang dibahas adalah batas kehilangan massa sebesar 0,5 persen untuk menentukan klasifikasi baterai all-solid-state. Dalam metode yang diusulkan, sel baterai dikeringkan di ruang vakum bersuhu 120 derajat Celsius selama enam jam. Jika kehilangan massanya melebihi 0,5 persen akibat penguapan bahan organik yang mudah menguap, sel tersebut tidak memenuhi klasifikasi all-solid-state. China, Prancis, Jepang, dan Korea Selatan ikut terlibat dalam kelompok kerja ini.

  2. 2. Baterai solid-state mulai masuk tahap produksi

    ilustrasi stasiun pengisian baterai mobil listrik (pexels.com/philippe weickmann)
    ilustrasi stasiun pengisian baterai mobil listrik (pexels.com/philippe weickmann)

    Perkembangan teknologi juga terlihat dari sejumlah perusahaan China yang mulai membangun lini produksi sampel. Sunwoda Electronic, misalnya, menyatakan lini produksi khusus baterai solid-state miliknya telah tersambung pada Agustus 2026 dengan kapasitas desain 0,2 GWh per tahun. Perusahaan tersebut menargetkan sel generasi pertama berbasis polimer dengan kepadatan energi 400 Wh/kg, sementara pengujian pada kendaraan diarahkan untuk akhir 2026 dan 2027.

    EVE Energy juga melaporkan keberhasilan menghasilkan prototipe berkapasitas 60 Ah dari seri baterai solid-state Longquan. Selain itu, pengujian sejumlah sel menunjukkan perkembangan dari sisi keselamatan. Gaoneng Digital melaporkan sel 20 Ah tidak mengalami thermal runaway atau api terbuka setelah ditusuk jarum baja selama 60 menit. Namun, hasil tersebut hanya berlaku pada sel dan kondisi pengujian tertentu, sehingga belum bisa dianggap sebagai bukti keamanan seluruh baterai atau kendaraan.

  3. 3. Tantangan biaya masih menjadi pekerjaan besar

    Zeekr bikin baterai mobil listrik sendiri (Zeekr)
    Zeekr bikin baterai mobil listrik sendiri (Zeekr)

    Di balik perkembangan teknologi, baterai solid-state masih menghadapi tantangan biaya dan rekayasa. Salah satunya terlihat pada elektrolit padat berbasis sulfida. Data Shanghai Metals Market yang dikutip CarNewsChina.com menunjukkan harga Li₆PS₅Cl mencapai sekitar 4.300 yuan atau US$605 per kilogram pada Agustus. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding elektrolit cair yang berada di kisaran 30-50 yuan per kilogram.

    Selain harga material, produsen harus memastikan kontak antarkomponen padat tetap stabil ketika elektroda mengalami perubahan selama proses pengisian dan pemakaian. Karena itu, beberapa desain membutuhkan tekanan mekanis tertentu. EVE, misalnya, menyebut sel EV 60 Ah miliknya dapat bekerja dengan tekanan tumpukan hingga 5 MPa. Toyota dan Idemitsu Kosan juga menargetkan komersialisasi baterai all-solid-state pada kendaraan listrik sekitar 2027-2028. Secara lebih luas, penerapan massal teknologi ini diperkirakan masih berada di sekitar 2030 atau setelahnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More