Kilas Balik Perjalanan 9 Tahun Wuling di Indonesia

- Wuling memulai kiprahnya di Indonesia pada 2017 lewat MPV Confero dan kini memiliki lini produk beragam, termasuk SUV, kendaraan niaga, serta mobil listrik.
- Perusahaan memperkuat portofolio elektrifikasi dengan menghadirkan Air ev, BinguoEV, Cloud EV, dan Almaz Hybrid, serta menjadi produsen asal China pertama yang merakit baterai listrik secara lokal.
- Dalam perayaan ulang tahun ke-9, Wuling memperkenalkan Aira ev sebagai city car listrik terbaru yang akan diluncurkan di GIIAS 2026 untuk melengkapi jajaran kendaraan elektrifikasinya.
Jakarta, IDN Times - Sembilan tahun lalu, Wuling Motors memulai langkahnya di pasar otomotif Indonesia dengan menghadirkan MPV Confero. Kini, pabrikan asal China tersebut telah memiliki lini produk yang jauh lebih beragam, mulai dari kendaraan keluarga, SUV, mobil listrik, hingga kendaraan niaga.
Perjalanan tersebut turut ditandai dengan diperkenalkannya Aira ev dalam perayaan ulang tahun ke-9 Wuling di Indonesia.
City car listrik itu akan meluncur secara resmi dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dan menjadi model terbaru yang melengkapi jajaran kendaraan elektrifikasi Wuling.
1. Berawal dari MPV untuk keluarga Indonesia

Wuling resmi memulai operasinya di Indonesia pada 2017 dengan mengandalkan Confero sebagai produk perdana. Kehadiran MPV tersebut menjadi langkah awal perusahaan untuk bersaing di salah satu segmen otomotif terbesar di Tanah Air.
Seiring waktu, Wuling memperluas pilihan produknya melalui Cortez yang menyasar konsumen medium MPV, kemudian menghadirkan Almaz dan Alvez di segmen SUV. Tak hanya itu, perusahaan juga masuk ke pasar kendaraan niaga melalui Formo, Formo Max, dan Mitra EV.
President Director Wuling Motors, Tang Wensheng, mengatakan perkembangan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan.
“Dalam sembilan tahun perjalanannya, Wuling telah tumbuh bersama keluarga Indonesia. Setiap pencapaian yang kami raih merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh karyawan serta kepercayaan yang diberikan oleh pelanggan, baik di Indonesia maupun di berbagai pasar global,” ujar Tang Wensheng, Sabtu (11/7/2026).
2. Bertransformasi menjadi pemain kendaraan listrik

Perjalanan Wuling di Indonesia tidak berhenti pada kendaraan bermesin konvensional. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan mulai memperkuat portofolio kendaraan elektrifikasi seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap mobil listrik.
Dimulai dari Air ev yang menjadi salah satu pionir mobil listrik kompak di Indonesia, Wuling kemudian menghadirkan BinguoEV dengan karakter yang berbeda, disusul Cloud EV yang menawarkan dimensi lebih besar.
Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan Almaz Hybrid sebagai bagian dari strategi elektrifikasi.
Di sisi manufaktur, Wuling menyebut telah menjadi produsen otomotif asal China pertama yang melakukan perakitan baterai kendaraan listrik secara lokal. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen mendukung pengembangan industri kendaraan listrik nasional.
3. Aira ev jadi babak baru perjalanan Wuling

Momentum ulang tahun ke-9 dimanfaatkan Wuling untuk memperkenalkan Aira ev sebagai model terbaru dalam lini New Energy Vehicle (NEV). Kehadiran city car listrik ini sekaligus menandai babak baru perjalanan perusahaan di pasar otomotif Indonesia.
Menurut Wuling, Aira ev dikembangkan untuk menghadirkan solusi mobilitas yang lebih relevan bagi masyarakat dengan mengusung konsep kendaraan listrik yang praktis untuk penggunaan sehari-hari.
Model ini juga menjadi bukti bahwa strategi Wuling kini tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah produk, tetapi juga memperluas pilihan kendaraan listrik di berbagai segmen.

















