Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Cara Setting AC Mobil agar Asap Karhutla Tak Masuk Kabin
ilustrasi AC mobil (pexels.com/Erik Mclean)
  • Aktifkan mode sirkulasi udara dalam kabin saat melintasi area berasap agar AC mengurangi penarikan udara luar, meski kabin tidak sepenuhnya kedap polutan.
  • Periksa dan ganti filter kabin sesuai spesifikasi mobil; untuk area berasap, pengemudi dapat menanyakan filter kompatibel dengan penyaringan partikel halus lebih baik.
  • Tutup jendela, sunroof, dan ventilasi udara luar. Jika asap pekat mengganggu jarak pandang atau kesehatan, hentikan atau tunda perjalanan dan pantau kondisi udara serta jalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau mobil melewati asap kebakaran hutan, jendelanya harus ditutup. AC dipakai dengan udara berputar di dalam mobil, bukan mengambil udara luar. Filter AC juga perlu dicek supaya tidak kotor. Kalau asap sangat tebal, mata perih, atau susah bernapas, pengemudi sebaiknya berhenti di tempat aman atau menunda pergi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa mengganggu kenyamanan berkendara, terutama ketika mobil melintasi kawasan yang dipenuhi kabut asap. Selain membuat jarak pandang menurun, partikel halus dalam asap dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu iritasi mata, batuk, hingga memperburuk gangguan pernapasan.

Salah satu langkah untuk mengurangi paparan asap adalah mengatur sistem pendingin udara atau AC mobil dengan benar. Namun, AC yang dingin saja tidak cukup. Pengemudi juga perlu memperhatikan mode sirkulasi udara, kondisi filter kabin, serta tingkat kepekatan asap di sekitar kendaraan agar udara di dalam kabin tetap senyaman dan sebersih mungkin.

1. Aktifkan mode sirkulasi udara dalam kabin

ilustrasi menghidupkan AC mobil (pexels.com/UMA media)

Langkah pertama adalah mengaktifkan fitur recirculation atau sirkulasi udara dalam kabin. Biasanya, fitur ini ditandai dengan ikon mobil dan panah melingkar pada panel AC. Ketika diaktifkan, sistem akan menggunakan kembali sebagian besar udara dari dalam kabin, alih-alih terus menarik udara dari luar. Cara ini dapat membantu mengurangi masuknya asap ketika mobil melintasi area yang tercemar.

Sebaliknya, mode udara luar atau fresh air memungkinkan udara dari luar masuk melalui sistem ventilasi. Saat kadar asap di luar tinggi, penggunaan mode tersebut bisa meningkatkan paparan partikel di dalam mobil. Meski begitu, sirkulasi internal bukan perlindungan sempurna karena kabin tidak sepenuhnya kedap udara. Gunakan fitur ini selama melewati kawasan berasap, tetapi tetap perhatikan petunjuk pabrikan dan kondisi udara di dalam kabin.

2. Periksa filter kabin dan kondisi AC

ilustrasi AC mobil (pexels.com/www.kaboompics.com)

Filter kabin atau cabin air filter berfungsi menyaring debu, serbuk sari, dan partikel tertentu sebelum udara dialirkan ke interior mobil. Jika filter sudah kotor atau melewati masa penggantian, aliran udara dapat terganggu dan kemampuan penyaringannya mungkin menurun. Karena itu, periksa kondisinya secara berkala, terutama ketika wilayah tempat tinggal sedang mengalami karhutla.

Jika sering berkendara di kawasan berasap, tanyakan kepada bengkel apakah tersedia filter kabin dengan kemampuan penyaringan partikel halus yang lebih baik, termasuk jenis HEPA atau filter berteknologi setara yang memang kompatibel dengan kendaraan. Jangan menganggap semua filter standar mampu menyaring partikel asap berukuran sangat kecil. Penggantian juga perlu mengikuti spesifikasi mobil agar aliran udara tidak terhambat dan sistem AC tetap bekerja dengan baik.

3. Tutup jendela dan hindari area berasap pekat

ilustrasi jendela mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pengaturan AC akan lebih efektif jika seluruh jendela dan sunroof ditutup ketika mobil melintasi kawasan berasap. Membuka jendela untuk mendapatkan udara segar justru dapat memasukkan lebih banyak partikel ke dalam kabin. Pastikan pula pintu tertutup rapat dan hindari menyalakan ventilasi yang mengambil udara luar saat kondisi udara sedang buruk.

Jika asap sangat pekat, jarak pandang menurun drastis, atau pengemudi mulai mengalami mata perih dan sesak, jangan memaksakan perjalanan. Cari tempat aman yang jauh dari sumber asap jika memungkinkan, lalu pantau informasi kualitas udara dan kondisi jalan. Bila perjalanan tidak mendesak, menundanya merupakan pilihan yang lebih aman. AC dengan mode sirkulasi internal dapat mengurangi paparan, tetapi tidak membuat kabin sepenuhnya bebas polutan.

Menghadapi asap karhutla membutuhkan kombinasi pengaturan AC, filter kabin yang sesuai, dan keputusan berkendara yang tepat. Prioritaskan keselamatan dan hindari wilayah dengan konsentrasi asap tinggi selama kondisi belum membaik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article