Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa mengganggu kenyamanan berkendara, terutama ketika mobil melintasi kawasan yang dipenuhi kabut asap. Selain membuat jarak pandang menurun, partikel halus dalam asap dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu iritasi mata, batuk, hingga memperburuk gangguan pernapasan.
Salah satu langkah untuk mengurangi paparan asap adalah mengatur sistem pendingin udara atau AC mobil dengan benar. Namun, AC yang dingin saja tidak cukup. Pengemudi juga perlu memperhatikan mode sirkulasi udara, kondisi filter kabin, serta tingkat kepekatan asap di sekitar kendaraan agar udara di dalam kabin tetap senyaman dan sebersih mungkin.
