Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Faktor yang Bikin Konsumsi BBM Mobil Berubah-ubah

3 min read
3 Faktor yang Bikin Konsumsi BBM Mobil Berubah-ubah
ilustrasi naik mobil pribadi (unsplash.com/why kei)
  • Gaya berkendara, terutama akselerasi agresif serta kebiasaan sering mengerem dan kembali berakselerasi, dapat meningkatkan konsumsi BBM dibanding laju yang bertahap dan stabil.
  • Kondisi perjalanan berubah meski rutenya sama: kemacetan, tanjakan, frekuensi berhenti, hujan, penggunaan AC, dan kecepatan tinggi memengaruhi kebutuhan energi kendaraan.
  • Beban kendaraan, tekanan ban, serta kondisi mesin dan komponen pendukung turut menentukan efisiensi; angka konsumsi di panel instrumen bukan patokan mutlak karena mengikuti data perjalanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah merasa mobil lebih boros pada hari tertentu, padahal rute yang dilewati hampir sama? Kondisi tersebut cukup umum terjadi. Konsumsi bahan bakar tidak selalu menghasilkan angka yang sama setiap kali mobil digunakan.

Banyak faktor yang memengaruhi seberapa banyak bensin atau solar yang dibutuhkan kendaraan. Bahkan perubahan kecil pada kebiasaan berkendara dan kondisi perjalanan bisa membuat konsumsi BBM berubah tanpa disadari.

  1. 1. Gaya berkendara ikut menentukan

    Ilustrasi setir mobil yang kurang responsif
    Ilustrasi setir mobil yang kurang responsif (freepik.com/diana.grytsku)

    Cara pengemudi menginjak pedal gas memiliki pengaruh besar terhadap konsumsi bahan bakar. Akselerasi secara agresif membuat mesin membutuhkan lebih banyak energi dibandingkan ketika mobil dipacu secara bertahap dan stabil.

    Kebiasaan mengerem lalu kembali berakselerasi juga dapat membuat konsumsi BBM meningkat. Energi yang sudah digunakan untuk mempercepat kendaraan kemudian terbuang ketika mobil kembali diperlambat. Pola ini sering terjadi di jalan perkotaan dengan banyak lampu lalu lintas, persimpangan, dan kendaraan yang keluar-masuk jalur.

    Sebaliknya, menjaga kecepatan tetap stabil dalam kondisi lalu lintas yang memungkinkan dapat membantu membuat konsumsi lebih konsisten. Namun, bukan berarti harus mempertahankan kecepatan tertentu dalam semua kondisi karena keselamatan dan batas kecepatan tetap menjadi pertimbangan utama.

    Perbedaan gaya berkendara juga menjelaskan mengapa dua orang yang menggunakan mobil dengan model dan mesin sama bisa mendapatkan angka konsumsi BBM berbeda. Cara mengendalikan kendaraan setiap pengemudi tidak selalu sama.

  2. 2. Kondisi jalan dan cuaca tidak selalu sama

    ilustrasi jalan macet
    ilustrasi jalan macet (pexels.com/Tahir Xəlfəquliyev)

    Rute yang terlihat sama belum tentu memberikan kondisi perjalanan yang identik. Kemacetan, jumlah kendaraan, panjang antrean, tanjakan, turunan, hingga frekuensi berhenti dapat berubah dari satu perjalanan ke perjalanan berikutnya.

    Cuaca juga dapat memengaruhi konsumsi energi kendaraan. Hujan, misalnya, dapat membuat permukaan jalan lebih basah dan meningkatkan hambatan ketika ban bergerak. Penggunaan AC dalam kondisi panas juga membutuhkan energi tambahan sehingga mesin harus bekerja lebih berat.

    Kecepatan juga memiliki pengaruh penting, terutama ketika kendaraan melaju lebih cepat di jalan bebas hambatan. Hambatan udara meningkat seiring bertambahnya kecepatan sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk mempertahankan laju kendaraan.

    Karena itu, membandingkan konsumsi BBM hanya berdasarkan angka dari satu perjalanan bisa menghasilkan kesimpulan yang kurang tepat. Pengujian dalam beberapa perjalanan dengan kondisi yang berbeda akan memberikan gambaran yang lebih realistis.

  3. 3. Kondisi mobil dan beban ikut berubah

    Ilustrasi mekanik mengecek kelistrikan mesin mobil (pexels.com/Gustavo Fring)
    Ilustrasi mekanik mengecek kelistrikan mesin mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

    Mobil yang membawa beban lebih berat membutuhkan energi lebih besar untuk bergerak. Penumpang tambahan, barang di bagasi, atau membawa barang berat di kabin dapat membuat mesin bekerja lebih keras, terutama saat berakselerasi dan melewati tanjakan.

    Kondisi ban juga perlu diperhatikan. Tekanan angin yang tidak sesuai dapat meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih banyak untuk menggerakkan kendaraan. Selain itu, kondisi mesin dan sistem pendukung seperti filter udara, sistem pengapian, serta komponen lainnya juga dapat memengaruhi efisiensi.

    Itulah sebabnya angka konsumsi BBM pada panel instrumen sebaiknya tidak dianggap sebagai angka mutlak. Sistem kendaraan biasanya menghitung konsumsi berdasarkan data perjalanan tertentu, sehingga hasilnya dapat berubah ketika kondisi berkendara berubah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More