ilustrasi jalan macet (pexels.com/Tahir Xəlfəquliyev)
Rute yang terlihat sama belum tentu memberikan kondisi perjalanan yang identik. Kemacetan, jumlah kendaraan, panjang antrean, tanjakan, turunan, hingga frekuensi berhenti dapat berubah dari satu perjalanan ke perjalanan berikutnya.
Cuaca juga dapat memengaruhi konsumsi energi kendaraan. Hujan, misalnya, dapat membuat permukaan jalan lebih basah dan meningkatkan hambatan ketika ban bergerak. Penggunaan AC dalam kondisi panas juga membutuhkan energi tambahan sehingga mesin harus bekerja lebih berat.
Kecepatan juga memiliki pengaruh penting, terutama ketika kendaraan melaju lebih cepat di jalan bebas hambatan. Hambatan udara meningkat seiring bertambahnya kecepatan sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk mempertahankan laju kendaraan.
Karena itu, membandingkan konsumsi BBM hanya berdasarkan angka dari satu perjalanan bisa menghasilkan kesimpulan yang kurang tepat. Pengujian dalam beberapa perjalanan dengan kondisi yang berbeda akan memberikan gambaran yang lebih realistis.