4 Hal yang Membuat Mobil Bekas Terlihat Bagus tapi Bermasalah

- Tampilan eksterior baru dicat ulang bisa menyembunyikan kerusakan struktural
- Interior bersih namun bau tidak wajar bisa menandakan masalah sistem pendingin udara
- Mesin halus saat dinyalakan singkat bisa menjadi tanda masalah serius yang tersembunyi
- Riwayat servis tidak lengkap dapat menyembunyikan perawatan atau perbaikan besar sebelumnya
Membeli mobil bekas mungkin menjadi pilihan karena harganya yang relatif lebih terjangkau jika dibandingkan mobil baru. Namun, nyatanya mobil bekas yang terlihat menarik secara visual bisa jadi menyimpan masalah tersembunyi yang baru terasa ketika digunakan dalam jangka waktu tertentu.
Kurangnya pengetahuan dan ketelitian ketika memeriksa mobil bekas bisa membuat calon pembeli terjebak oleh tampilan luarnya semata. Oleh karena itu, pahamilah beberapa faktor berikut ini yang kerap menipu secara visual agar bisa menjadi langkah penting untuk terhindar dari risiko kerugian yang besar di kemudian hari.
1. Tampilan eksterior yang baru dicat ulang

Mobil bekas dengan cat yang terlihat mulus dan mengkilap bisa jadi dianggap memiliki perawatan yang baik. Namun, kondisi ini sebetulnya bisa saja merupakan hasil pengecatan ulang untuk menutupi bekas tabrakan, karat, hingga goresan serius yang terdapat pada body mobil.
Pengecatan ulang tanpa perbaikan struktur yang menyeluruh bisa berpotensi menyembunyikan kerusakan pada bagian rangka. Jika tidak segera diperiksa secara detail, maka masalah tersebut bisa mempengaruhi keselamatan dan juga kenyamanan dalam berkendara sehari-hari.
2. Interior bersih, namun bau tidak wajar

Interior mobil yang bersih dan rapi memang bisa memberikan kesan mobil terawat dengan baik. Namun, perlu diingat bahwa aroma tidak wajar seperti bau apa kata parfum yang terlalu menyengat bisa menjadi tanda adanya kebocoran air atau masalah di bagian sistem pendingin udara.
Masalah tersembunyi pada interior kerap kali memerlukan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Kondisi ini juga dapat mengindikasikan mobil peraturan dan banjir atau pernah mengalami kelembaban berlebih untuk waktu yang cukup lama.
3. Mesin halus saat dinyalakan singkat

Mesin mobil bekas yang terdengar halus ketika pertama kali dinyalakan mungkin sering dianggap sebagai indikator dari kondisi yang baik. Namun, suara mesin yang ada bisa berubah setelah digunakan lebih lama atau ketika mesin mencapai suhu kerja tertentu.
Beberapa penjual kerap memanaskan mesin terlebih dahulu agar suara kasarnya tidak sampai terdengar berlebihan. Tanpa uji jalan yang memadai, maka calon pembeli sangat berisiko melewatkan masalah serius pada bagian mesin atau transmisinya.
4. Riwayat servis tidak lengkap, namun terlihat meyakinkan

Dokumen servis yang terlihat rapi kerap kali membuat pembeli mungkin merasa aman terhadap kondisi mobil bekas. Sayangnya justru riwayat servis yang tidak lengkap atau tidak jelas bisa menyembunyikan perawatan yang tidak rutin atau bahkan perbaikan besar yang pernah dilakukan sebelumnya.
Tanpa catatan servis yang transparan, maka akan sulit untuk memastikan apakah memang mobil tersebut dirawat sesuai standar pabrikan atau justru sebaliknya. Kondisi ini bisa berdampak langsung pada performa jangka panjang dan juga meningkatkan risiko kerusakan secara mendadak pada mobil.
Tampilan luar yang menarik pada mobil bekas tidak selalu menjamin kondisi yang bebas masalah. Justru dengan memahami hal-hal yang sering menipu secara visual, maka calon pembeli bisa lebih waspada dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Pastikan bahwa mobil bekas yang dibeli memang benar-benar layak pakai.


















![[QUIZ] Pilih Mobil LCGC Favorit, Kami Bisa Tebak Gaya Hidupmu](https://image.idntimes.com/post/20240222/oip-40-f3bcadc4b1a39af7191309eb7f658bc1.jpg)