Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Kesalahan Pengemudi Mobil Saat Menghadapi Jalan Rusak

3 min read
4 Kesalahan Pengemudi Mobil Saat Menghadapi Jalan Rusak
ilustrasi mengemudi mobil (unsplash.com/Alex Jumper)
  • Melaju cepat di jalan berlubang meningkatkan benturan pada ban, suspensi, pelek, dan sistem kemudi; pengemudi perlu mengurangi kecepatan sebelum mencapai area rusak.
  • Pengereman mendadak saat roda berada di lubang memindahkan beban ke depan dan mengganggu stabilitas; perlambatan sebaiknya dilakukan lebih awal dalam kondisi aman.
  • Membelok tiba-tiba untuk menghindari lubang berisiko membuat mobil kehilangan keseimbangan; pengemudi juga perlu memeriksa tekanan, telapak, dinding ban, dan pelek secara berkala.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jalan rusak menjadi salah satu kondisi yang cukup sering dihadapi oleh para pengemudi, terutama ketika melewati area dengan permukaan jalan bergelombang, berlubang, atau tidak rata. Kondisi tersebut bukan hanya membuat perjalanan kurang nyaman, namun juga bisa memberikan beban tambahan pada roda ban, suspensi, dan komponen kemudi mobil.

Sayangnya, beberapa kebiasaan yang terlihat sederhana justru bisa membuat risiko kerusakannya semakin besar pada saat mobil melewati permukaan jalan yang buruk. Oleh sebab itu, ada beberapa kesalahan berikut ini yang perlu dihindari oleh para pengemudi mobil ketika harus menghadapi kondisi jalan yang rusak agar kendaraan tidak sampai mengalami kerusakan serius.

  1. 1. Melaju terlalu cepat di atas jalan berlubang

    ilustrasi mobil SUV (unsplash.com/Axel Antas-Bergkvist)
    ilustrasi mobil SUV (unsplash.com/Axel Antas-Bergkvist)

    Mengemudi dengan kecepatan tinggi pada saat menemukan jalan berlubang sebetulnya bisa membuat roda dan suspensi menerima benturan yang jauh lebih besar dalam waktu singkat. Pada saat ban menghantam lubang dengan keras, maka energi benturannya bisa diteruskan ke komponen seperti suspensi, pelek dan sistem kemudi sehingga beban yang diterima kendaraan pun menjadi jauh lebih tinggi.

    Mengurangi kecepatan sebelum mencapai permukaan jalan yang rusak dapat memberikan kesempatan bagi suspensi untuk bekerja dengan beban yang lebih terkendali dengan baik. Namun, pengereman secara mendadak tepat pada saat roda sedang berada di atas lubang sebaiknya dapat dihindari karena bisa membuat kendaraan kehilangan kestabilan dan memberikan beban tambahan pada sistem pengereman, serta bagian roda.

  2. 2. Mengerem mendadak saat roda sudah berada di lubang

    ilustrasi mengemudi (unsplash.com/Jaromír Kavan)
    ilustrasi mengemudi (unsplash.com/Jaromír Kavan)

    Pengereman secara mendadak pada saat roda mobil sudah masuk ke lubang merupakan kebiasaan yang bisa meningkatkan beban pada beberapa komponen kendaraan secara bersamaan. Pada saat kendaraan mengerem, maka bobot mobil akan cenderung berpindah ke bagian depan, sehingga roda depan bisa menerima beban yang jauh lebih besar pada saat menghantam permukaan jalan yang tidak merata.

    Pengemudi sebaiknya melakukan pengereman sebelum mencapai lubang setelah memastikan bahwa kondisi di belakang dan sekitar kendaraan tetap aman untuk memperlambat lajunya. Setelah kecepatan cukup rendah, maka mobil bisa diarahkan melewati bagian jalan rusak dengan posisi yang lebih stabil tanpa melakukan gerakan stir secara tiba-tiba.

  3. 3. Menghindari lubang dengan membelok secara mendadak

    ilustrasi mobil SUV (unsplash.com/tabeaschimpf)
    ilustrasi mobil SUV (unsplash.com/tabeaschimpf)

    Melihat lubang di depan memang bisa membuat pengemudi secara spontan membelok untuk menghindarinya, namun perubahan arah secara mendadak justru bisa menimbulkan risiko lain. Gerakan setir secara tiba-tiba bisa membuat mobil kehilangan keseimbangan, terutama pada saat kendaraan sedang melaju cukup cepat atau permukaan jalan yang ada di sekitarnya tidak rata.

    Jika kondisi lalu lintas memungkinkan, maka pengemudi sebaiknya dapat mengurangi kecepatan terlebih dahulu dan kemudian melakukan perubahan arah secara lebih halus dan terstruktur. Pastikan pula bahwa area di sekitar kendaraan benar-benar aman sebelum berpindah posisinya karena menghindari kerusakan mobil tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan keselamatan pengguna jalan lainnya.

  4. 4. Mengabaikan kondisi ban dan tekanan angin

    ilustrasi ban mobil
    ilustrasi ban mobil (pexels.com/Mike Bird)

    Kondisi ban memiliki peran yang sangat penting pada saat mobil digunakan untuk melewati jalan yang rusak karena bar menjadi salah satu bagian pertama yang akan menerima benturan dari permukaan jalan. Tekanan angin yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan bisa mempengaruhi kemampuan bahan dalam meredam benturan, serta menjaga kontak dengan permukaan jalan.

    Pemeriksaan tekanan ban sebaiknya memang dapat dilakukan secara berkala dan disesuaikan dengan rekomendasi yang diberikan oleh pihak pabrikan kendaraan. Pengemudi harus memperhatikan soal kondisi telapak ban, dinding ban, dan pelek setelah mobil melewati lubang yang cukup keras untuk memastikan bahwa memang tidak ada kerusakan yang terlihat.

    Menghadapi jalan rusak memerlukan pengendalian yang tenang dan kemampuan dalam membaca kondisi jalan. Melalui langkah-langkah yang tepat, maka bisa memastikan kondisi ban tetap baik agar membantu mengurangi risiko terhadap kendaraan. Kebiasaan berkendara yang lebih hati-hati dapat membuat pengemudi merasa nyaman selama perjalanan dan meminimalisir risiko terjadinya kerusakan pada mobil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More