Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Tanda Microsleep yang Wajib Kamu Waspadai Saat Menyetir

4 Tanda Microsleep yang Wajib Kamu Waspadai Saat Menyetir
ilustrasi tidur di dalam mobil (pexels.com/Vitaly Gariev)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Microsleep adalah kondisi hilang kesadaran beberapa detik saat mengemudi yang bisa memicu kecelakaan fatal karena pengemudi kehilangan kendali kendaraan.
  • Tanda-tanda utama microsleep meliputi sering menguap, kelopak mata terasa berat, sulit fokus, hingga tubuh tiba-tiba tersentak di balik kemudi.
  • Langkah pencegahan terbaik adalah segera menepi ke tempat aman dan beristirahat ketika gejala muncul agar perjalanan tetap aman dan terkendali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Fenomena microsleep saat berkendara tidak boleh kamu anggap sepele. Kondisi hilang kesadaran selama beberapa detik ini sangat berbahaya jika terjadi di jalan. Risiko kecelakaan fatal dapat meningkat karena kamu kehilangan kendali atas kendaraan.

Karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali gejala microsleep sejak awal. Pastikan tubuh dalam kondisi fit dan beristirahat cukup sebelum mengemudi jarak jauh. Kamu perlu tahu apa saja tanda microsleep saat menyetir.

1. Terus menguap

ilustrasi sopir
ilustrasi tidur di dalam mobil (pexels.com/Sinitta Leunen)

Saat mengemudi, kamu harus waspada jika mulai sering menguap berulang kali. Kebiasaan menguap terus-menerus merupakan sinyal awal tubuh mengalami kelelahan berat. Kondisi tersebut bisa berujung pada microsleep tanpa kamu sadari.

Apabila menguap sampai membuat mata kamu terpejam beberapa detik, risikonya sangat tinggi. Pandangan ke jalan akan terputus sehingga kendali terhadap kendaraan hilang seketika. Segera menepi ke tempat aman dan beristirahat adalah langkah paling tepat untuk mencegah kecelakaan.

2. Kelopak mata terasa berat

ilustrasi sopir
ilustrasi tidur di dalam mobil (pexels.com/Vitaly Gariev)

Kelopak mata yang terasa sangat berat saat mengemudi merupakan tanda yang tidak boleh kamu abaikan. Dorongan untuk berkedip cepat dan berulang biasanya muncul karena tubuh sudah kelelahan. Kondisi ini menandakan otak kamu mulai kesulitan mempertahankan kesadaran penuh.

Jika gejala tersebut dibiarkan, microsleep dapat terjadi dalam hitungan detik. Kamu bisa kehilangan fokus terhadap jalan dan kendaraan di sekitar tanpa menyadarinya. Langkah terbaik adalah segera menepi ke tempat aman lalu beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

3. Tidak fokus

ilustrasi sopir
ilustrasi menyetir mobil (unsplash.com/Amrut Roul)

Kesulitan memahami informasi atau berkomunikasi saat mengemudi perlu kamu waspadai. Rasa bingung dan linglung yang muncul tiba-tiba menandakan otak sudah sangat lelah. Kondisi tersebut adalah salah satu sinyal awal tubuh kehilangan fokus.

Jika dibiarkan, fenomena microsleep sangat mungkin terjadi dalam hitungan detik. Kamu bisa tidak sadar telah melewati rambu atau keluar jalur tanpa kendali. Untuk mencegah risiko kecelakaan, segera menepi dan beristirahat sampai kondisi kamu benar-benar pulih.

4. Tubuh tiba-tiba kaget

ilustrasi menyetir mobil
ilustrasi menyetir mobil (unsplash.com/why kei)

Gejala paling mudah dikenali dari microsleep adalah tubuh kamu yang tiba-tiba tersentak saat mengemudi. Sentakan tersebut terjadi karena otak sempat kehilangan kesadaran selama beberapa detik. Refleks kaget ini muncul sebagai reaksi alami tubuh untuk kembali sadar.

Jika kamu mengalami sentakan mendadak di balik kemudi, jangan mengabaikannya. Kejadian itu menandakan kamu hampir tertidur meski hanya sesaat. Segera tepikan kendaraan di tempat aman dan istirahat untuk menghindari risiko kecelakaan.

Microsleep sangat berbahaya karena bikin kamu hilang kendali sesaat saat mengemudi. Kenali tandanya seperti sering menguap, mata berat, linglung, dan tubuh tersentak, lalu segera menepi untuk istirahat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More