Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bensin Bisa Basi: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengenali Gejalanya

Bensin Bisa Basi: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengenali Gejalanya
Ilustrasi mengisi bensin (Pexels/Andrea Piacquadio)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Bensin bisa basi akibat oksidasi dan penguapan senyawa ringan, terutama jika kendaraan dibiarkan lama tanpa digunakan atau tangki sering kosong.
  • Tanda bensin basi terlihat dari perubahan warna menjadi gelap dan munculnya aroma asam menyengat mirip cat atau pelarut kimia.
  • Penggunaan bensin basi menyebabkan mesin sulit dinyalakan, brebet, serta berisiko menyumbat injektor dan merusak komponen bahan bakar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bahan bakar minyak atau bensin merupakan komponen paling krusial untuk menjaga agar mesin kendaraan dapat bekerja dengan lancar. Banyak pemilik kendaraan beranggapan bahwa bensin adalah cairan kimia stabil yang tidak memiliki batas waktu kedaluwarsa selama disimpan di dalam tangki. Anggapan tersebut sering kali membuat kendaraan dibiarkan menganggur dalam waktu lama tanpa pengosongan bahan bakar.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa bensin ternyata bisa mengalami proses penurunan kualitas atau biasa disebut basi. Cairan bahan bakar yang sudah basi tidak lagi mampu menghasilkan pembakaran yang optimal dan justru berpotensi merusak komponen mesin. Memahami faktor penyebab serta tanda-tanda perubahan zat kimia ini sangat penting demi mencegah kerusakan mekanis yang fatal.

1. Proses oksidasi dan penguapan zat kimia senyawa bensin

ilustrasi isi bensin (pexels.com/Erik Mclean)
ilustrasi isi bensin (pexels.com/Erik Mclean)

Penyebab utama bensin bisa menjadi basi adalah terjadinya reaksi oksidasi ketika cairan bersentuhan langsung dengan oksigen di dalam tangki. Bensin terdiri atas ratusan senyawa hidrokarbon yang sebagian di antaranya memiliki sifat sangat mudah menguap pada suhu ruangan. Ketika kendaraan didiamkan dalam waktu berbulan-bulan, senyawa ringan yang berfungsi untuk memicu pembakaran awal akan menguap ke udara luar.

Proses penguapan tersebut menyisakan senyawa berat yang lambat laun berubah karakteristik menjadi lebih kental dan lengket seperti pernis. Selain oksidasi, tangki kendaraan yang sering kosong juga rentan mengalami kondensasi akibat perubahan suhu lingkungan yang drastis. Uap air hasil kondensasi ini akan turun dan bercampur dengan bensin, sehingga merusak struktur kimia dan menurunkan nilai oktan bahan bakar.

2. Perubahan warna dan munculnya aroma menyengat yang khas

ilustrasi knalpot mobil keluar embun (pexels.com/Khunkorn Laowisit)
ilustrasi knalpot mobil keluar embun (pexels.com/Khunkorn Laowisit)

Mengenali bensin yang sudah basi dapat dilakukan secara mandiri melalui pengamatan visual dan indra penciuman dengan teliti. Bensin yang masih baru dan berkualitas baik umumnya memiliki warna yang jernih, terang, dan agak kekuningan atau kemerahan tergantung jenis oktan. Jika bensin sudah basi, warnanya akan berubah menjadi lebih gelap, keruh, atau kecokelatan seperti minyak goreng bekas.

Selain perubahan warna fisik, aroma yang keluar dari cairan tersebut juga akan mengalami perubahan yang sangat kontras. Bensin normal memiliki bau khas hidrokarbon yang tajam namun bersih saat tercium dari dekat lubang tangki. Sementara itu, bensin yang telah basi akan mengeluarkan aroma busuk yang asam dan menyengat, mirip dengan bau cat atau pelarut kimia yang kedaluwarsa.

3. Gejala mesin brebet dan sulit dinyalakan saat pagi hari

Ilustrasi mobil mogok (pexels/MART PRODUCTION)
Ilustrasi mobil mogok (pexels/MART PRODUCTION)

Dampak langsung dari penggunaan bensin basi akan langsung terasa pada performa dan responsivitas mesin saat kendaraan dihidupkan. Karena senyawa pemantik apinya sudah hilang menguap, mesin kendaraan akan menjadi sangat sulit untuk dinyalakan, terutama dalam kondisi dingin. Jikapun berhasil hidup, putaran mesin akan terasa tidak stabil, tersendat-sendat, atau sering kali mengalami gejala brebet saat pedal gas diinjak.

Gumpalan kental mirip pernis dari bensin basi juga berisiko tinggi menyumbat lubang kecil pada komponen injektor atau karburator kendaraan. Sumbatan ini mengganggu suplai bahan bakar ke ruang bakar, sehingga memicu kerusakan pada pompa bensin dan busi. Cara terbaik untuk mencegah hal ini adalah dengan menguras tangki jika kendaraan berencana disimpan tidak digunakan lebih dari dua bulan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More