Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Bahaya Tidak Menggunakan Fitur Keyless Entry dengan Tepat

3 min read
5 Bahaya Tidak Menggunakan Fitur Keyless Entry dengan Tepat
ilustrasi kunci mobil (pexels.com/Mohit Hambiria)
  • Penggunaan keyless entry yang tidak tepat dapat memicu gangguan sinyal, terutama jika remote terlalu jauh, terhalang benda, atau baterainya lemah.
  • Rolling code yang bermasalah membuat remote sulit mengunci maupun membuka pintu, sehingga sistem keamanan kendaraan menjadi rentan.
  • Remote yang disimpan dekat jendela berisiko terkena relay attack; pengemudi juga perlu memastikan mesin mati dan pintu terkunci melalui indikator serta pengecekan manual.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Fitur keyless entry pada mobil memiliki fungsi untuk memudahkan akses tanpa menggunakan kunci manual. Namun, penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko terhadap keamanan kendaraan. Sistem ini bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab jika kamu kurang berhati-hati.

Kesalahan dalam menyimpan remote atau membiarkannya berada di tempat terbuka dapat membuat sinyal mudah ditangkap. Akibatnya, pintu mobil berpotensi dibuka tanpa izin oleh orang lain. Berikut macam-macam masalah yang terjadi saat fitur keyless entry tidak digunakan dengan tepat.

  1. 1. Gangguan sinyal

    ilustrasi kunci mobil
    ilustrasi kunci mobil (unsplash.com/Matthias Münning)

    Penggunaan fitur keyless entry yang tidak sesuai prosedur dapat menyebabkan munculnya gangguan pada sinyal. Remote yang terlalu jauh dari kendaraan atau terhalang benda tertentu membuat sistem sulit mengenali perintah. Akibatnya, pintu mobil tidak dapat dibuka maupun dikunci dengan baik.

    Selain itu, baterai remote yang lemah juga bisa memicu masalah yang sama. Sinyal yang tidak stabil akan membuat sistem keamanan bekerja tidak optimal. Oleh sebab itu, kamu perlu memastikan remote berada dalam kondisi baik dan digunakan dengan cara yang benar agar fitur keyless entry berfungsi normal.

  2. 2. Rolling code rusak

    ilustrasi kunci mobil
    ilustrasi kunci mobil (unsplash.com/Edoardo Cuoghi)

    Kerusakan pada rolling code dapat menimbulkan masalah pada sistem keamanan keyless entry. Kode yang tidak diperbarui dengan benar membuat sinyal antara remote dan mobil tidak dapat terbaca. Hal ini biasanya terjadi ketika kamu mengabaikan tanda-tanda kerusakan pada sistem tersebut.

    Apabila rolling code tidak berfungsi, maka pintu kendaraan akan sulit dikunci atau dibuka menggunakan remote. Keamanan mobil pun menjadi rentan karena sistem tidak bekerja sesuai fungsinya. Oleh karena itu, kamu sebaiknya segera melakukan pemeriksaan agar rolling code tetap berjalan dengan baik.

  3. 3. Pencurian dengan metode relay attack

    ilustrasi kunci mobil
    ilustrasi kunci mobil (unsplash.com/Ivan Kazlouskij)

    Kesalahan dalam penggunaan fitur keyless entry dapat meningkatkan risiko pencurian kendaraan. Salah satu metode yang sering digunakan adalah Relay Attack. Pada metode ini, pelaku menangkap dan memperkuat sinyal dari remote untuk membuka pintu mobil.

    Kondisi tersebut biasanya terjadi ketika kamu meletakkan remote terlalu dekat dengan jendela atau pintu rumah. Sinyal yang mudah tertangkap membuat sistem keamanan menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, kamu perlu menyimpan remote di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan sinyal agar terhindar dari pencurian.

  4. 4. Lupa mematikan mesin

    ilustrasi kunci mobil
    ilustrasi kunci mobil (unsplash.com/Roland Denes)

    Sistem Start/Stop Engine membuat mesin mobil dapat dihidupkan dan dimatikan hanya dengan menekan tombol. Kemudahan ini kadang membuat pengemudi lupa mematikan mesin sebelum meninggalkan kendaraan. Akibatnya, mesin tetap menyala meskipun pintu sudah terkunci.

    Kejadian seperti ini dapat menimbulkan risiko pemborosan bahan bakar dan potensi bahaya lainnya. Selain itu, kendaraan yang mesinnya masih hidup juga rawan digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, kamu perlu memastikan mesin benar-benar mati setiap kali keluar dari mobil.

  5. 5. Terjadi pemblokiran mesin

    ilustrasi kunci mobil
    ilustrasi kunci mobil (unsplash.com/Chris Kursikowski)

    Sebelum meninggalkan kendaraan, pastikan sistem pengunci pintu telah aktif dengan sempurna. Kamu dapat memerhatikan indikator berupa bunyi beep atau lampu sein yang berkedip sebagai tanda pintu terkunci. Tanda tersebut menunjukkan bahwa sistem keamanan sudah berfungsi.

    Selain itu, lakukan pengecekan manual dengan menarik gagang pintu untuk memastikan pintu tidak dapat dibuka. Langkah ini penting agar tidak terjadi kesalahan pada sistem keyless entry. Dengan begitu, kamu dapat meninggalkan mobil dengan tenang karena keamanannya sudah terjamin.

    Penggunaan fitur keyless entry yang tidak tepat dapat menyebabkan gangguan sinyal, kerusakan sistem, dan risiko pencurian seperti Relay Attack. Selain itu, mesin juga bisa tetap menyala jika kamu lupa mematikan tombol Start/Stop. Pastikan remote aman, perhatikan indikator beep dan lampu sein, serta cek kunci pintu secara manual sebelum meninggalkan mobil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More