Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Cek Voltase Aki Mobil yang Benar Tanpa ke Bengkel
ilustrasi cek kondisi mobil (unsplash.com/Erik Mclean)
  • Kondisi aki menentukan kinerja sistem kelistrikan mobil; pemeriksaan voltase dapat dilakukan mandiri memakai multimeter digital pada mode DC Voltage dengan rentang maksimal 20V.
  • Pengukuran dilakukan saat mesin dan perangkat elektronik mati, idealnya setelah menunggu 30 menit. Sambungkan probe merah ke terminal positif dan hitam ke negatif yang bersih.
  • Aki optimal menunjukkan 12,6–12,7 volt saat mesin mati; saat hidup normalnya 13,7–14,5 volt. Angka di bawah batas tersebut menandakan penurunan daya atau gangguan pengisian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kondisi sistem kelistrikan pada mobil sangat ditentukan oleh keadaan baterai atau aki yang harus selalu dalam kondisi prima. Aki yang sehat akan menunjang seluruh komponen elektronik agar dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, perawatan aki menjadi hal yang tidak boleh kamu abaikan sebagai pemilik kendaraan.

Tidak sedikit pemilik mobil yang sering mempertanyakan berapa voltase ideal pada aki mobil. Pertanyaan tersebut muncul karena mereka ingin memastikan mesin dapat menyala secara optimal. Berikut cara mengecek voltase aki mobil dengan benar tanpa ke bengkel.

1. Siapkan multimeter digital

ilustrasi cek kondisi mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Kamu dapat memanfaatkan multimeter digital untuk memeriksa kondisi aki karena alat ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Pastikan terlebih dahulu bahwa perangkat tersebut berada dalam kondisi yang baik dan berfungsi normal. Langkah ini penting agar hasil pengujian pada aki mobil kamu menjadi lebih akurat.

Selanjutnya, aturlah multimeter pada mode DC Voltage dengan rentang pengukuran maksimal 20V. Pengaturan pada rentang tersebut dinilai paling ideal untuk mengukur aki mobil secara presisi. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui voltase aki dalam kondisi normal dengan lebih mudah.

2. Pastikan mesin mobil dalam keadaan mati

ilustrasi cek kondisi mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Pastikan proses pengukuran kamu lakukan ketika kendaraan dalam keadaan mati total. Matikan mesin mobil serta seluruh perangkat elektronik seperti lampu utama dan AC. Hal tersebut perlu kamu lakukan untuk memastikan kondisi aki benar-benar siap untuk diperiksa.

Langkah ini sangat penting agar tegangan yang terukur dapat mencerminkan kapasitas murni aki tanpa adanya beban tambahan. Jika mobil baru saja selesai digunakan, sebaiknya tunggu sekitar 30 menit terlebih dahulu. Dengan memberi jeda waktu, hasil pengukuran akan menjadi lebih akurat dan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

3. Hubungkan probe multimeter ke terminal

ilustrasi cek kondisi mobil (unsplash.com/RKTW extend)

Setelah kamu memastikan mobil dalam keadaan mati total, segera hubungkan probe alat ukur ke terminal baterai. Tempelkan probe yang berwarna merah pada terminal positif dan probe hitam pada terminal negatif. Pastikan kamu memasangnya dengan posisi yang benar agar tidak terjadi kesalahan pembacaan.

Periksa kembali agar sambungan antara probe dan terminal terpasang cukup kencang sehingga hasil pengukuran tidak terganggu. Kamu juga wajib membersihkan terminal aki dari kotoran maupun kerak putih yang menempel sebelum pengukuran dimulai. Dengan terminal yang bersih, aliran listrik dapat terdeteksi dengan lebih akurat.

4. Baca hasil pengukuran secara cermat

ilustrasi periksa kondisi mobil (unsplash.com/Kate Ibragimova)

Multimeter akan langsung menampilkan deretan angka sesaat setelah probe terhubung dengan sempurna. Angka yang muncul pada layar tersebut menunjukkan besarnya tegangan yang dimiliki aki mobil. Pembacaan ini menjadi acuan utama untuk menilai kondisi aki secara keseluruhan.

Jika layar menunjukkan angka 12,6 hingga 12,7 volt, maka kondisi aki mobil kamu sedang berada dalam performa yang maksimal. Apabila indikator menampilkan angka 12,4 volt, artinya kapasitas daya aki sudah menurun menjadi sekitar 75 persen. Namun jika angkanya berada di bawah 12,0 volt, risiko aki tidak mampu menyalakan mesin menjadi sangat besar.

5. Periksa tegangan saat mesin hidup

ilustrasi periksa mesin mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Untuk tahap akhir, kamu perlu memeriksa kembali kelistrikan saat mesin mobil sudah dinyalakan. Dalam keadaan mesin hidup, tegangan normal pada baterai seharusnya berada pada kisaran 13,7 sampai 14,5 volt. Rentang tersebut menunjukkan bahwa proses pengisian daya berjalan sebagaimana mestinya.

Apabila angka tersebut tercapai, berarti alternator bekerja secara optimal dalam menyuplai ulang energi listrik. Namun jika hasil pengukuran menunjukkan di bawah 13 volt, kemungkinan besar terdapat gangguan pada sistem pengisian mobil kamu. Segera lakukan pemeriksaan lanjutan agar masalah tidak semakin memburuk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article