Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Faktor yang Membuat Bodi Mobil Menyetrum saat Disentuh, Waspada!
ilustrasi servis mobil (pexels.com/ David Glessner | Photographer & Director)
  • Sengatan pada bodi mobil paling sering berasal dari listrik statis akibat gesekan pakaian dan jok, terutama saat udara kering atau menggunakan material sintetis.
  • Sengatan yang berulang bersama lampu redup, perangkat elektronik bermasalah, atau sistem tidak konsisten dapat terkait gangguan grounding dan perlu diagnosis teknisi.
  • Isolasi kabel rusak, aksesori terpasang keliru, atau kebocoran arus berisiko memicu korsleting dan panas berlebih; hindari pemeriksaan sendiri bila muncul bau terbakar atau sengatan kuat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah menyentuh pintu mobil setelah turun dari kendaraan, lalu merasakan sengatan kecil seperti tersetrum? Sensasi tersebut memang sering dianggap sepele karena biasanya hanya berlangsung sesaat, tetapi penyebabnya gak selalu sama pada setiap kondisi. Dalam situasi tertentu, sengatan berasal dari listrik statis yang terbentuk akibat gesekan, sedangkan gangguan pada sistem kelistrikan mobil juga perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Perbedaan sumber sengatan penting dipahami agar pemilik mobil gak salah mengambil tindakan saat menghadapi masalah tersebut. Sengatan listrik statis umumnya terasa singkat ketika tubuh menyentuh permukaan logam, sementara gangguan kelistrikan perlu dicurigai jika sengatan berulang disertai kerusakan perangkat atau tanda lain yang gak normal. Supaya lebih paham dan gak asal menyimpulkan penyebabnya, yuk kenali lima faktor yang membuat bodi mobil terasa menyetrum saat disentuh!

1. Penumpukan listrik statis akibat gesekan

ilustrasi servis mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Listrik statis menjadi salah satu penyebab paling umum ketika bodi mobil terasa menyetrum saat disentuh. Muatan listrik dapat terbentuk akibat gesekan antara pakaian dan jok mobil, terutama ketika seseorang bergerak atau bergeser selama perjalanan. Ketika tubuh yang membawa muatan tersebut menyentuh bodi mobil berbahan logam, muatan dapat berpindah secara mendadak sehingga menimbulkan sengatan kecil yang terasa seperti kejutan listrik.

Fenomena ini lebih mudah terjadi ketika udara kering karena kelembapan rendah membuat muatan listrik lebih sulit terlepas secara bertahap. Bahan jok dan pakaian sintetis juga dapat meningkatkan kecenderungan terbentuknya muatan melalui gesekan. Jika sengatan hanya muncul sesaat ketika turun dari mobil dan gak disertai gejala lain, listrik statis bisa menjadi penyebab yang paling masuk akal, meski pemeriksaan tetap diperlukan apabila sensasinya terasa berulang atau mencurigakan.

2. Gangguan pada sistem pembumian kelistrikan

ilustrasi servis mobil (pexels.com/MART PRODUCTION)

Sistem pembumian atau grounding berfungsi menyediakan jalur balik arus listrik menuju sumbernya melalui rangkaian yang dirancang sesuai kebutuhan kendaraan. Sambungan pembumian yang longgar, berkarat, atau rusak dapat mengganggu aliran arus pada sistem kelistrikan tertentu. Meski gangguan ini gak otomatis membuat seluruh bodi mobil bertegangan, kondisi tersebut dapat memicu masalah kelistrikan yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Gejala gangguan pembumian bisa berupa perangkat elektronik yang bekerja gak normal, lampu yang meredup, atau sistem kelistrikan yang menunjukkan perilaku tidak konsisten. Jika sengatan terasa ketika menyentuh bodi mobil dan muncul bersamaan dengan gejala tersebut, pemeriksaan jalur pembumian layak menjadi salah satu langkah diagnosis. Sebaiknya, teknisi memeriksa sambungan kabel, titik pembumian, dan kondisi rangkaian menggunakan alat ukur yang sesuai daripada langsung mengganti komponen tanpa mengetahui sumber masalahnya.

3. Kerusakan isolasi kabel listrik

ilustrasi servis mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Kabel pada mobil dilapisi bahan isolasi untuk mencegah penghantar listrik bersentuhan dengan bagian yang gak semestinya. Seiring waktu, lapisan tersebut dapat rusak akibat panas mesin, gesekan, usia pemakaian, atau pemasangan aksesori yang kurang tepat. Jika penghantar yang terbuka bersentuhan dengan bagian logam dan mengalami gangguan isolasi, risiko kebocoran arus maupun hubungan pendek dapat meningkat, bergantung pada kondisi rangkaiannya.

Masalah ini perlu mendapat perhatian lebih jika sengatan disertai bau terbakar, sekring yang berulang kali putus, atau gangguan pada perangkat elektronik. Kabel yang terkelupas juga dapat meningkatkan risiko panas berlebih dan kebakaran apabila arus mengalir melalui jalur yang gak semestinya. Jika terdapat dugaan kerusakan isolasi, hindari menyentuh bagian kabel yang terbuka dan segera minta teknisi memeriksa instalasi kelistrikan mobil secara menyeluruh.

4. Pemasangan aksesori elektronik yang kurang tepat

ilustrasi servis mobil (pexels.com/Esmihel Muhammed)

Aksesori tambahan seperti lampu variasi, sistem audio berdaya besar, dan perangkat elektronik lain dapat mengubah beban serta konfigurasi sistem kelistrikan kendaraan. Jika pemasangannya dilakukan tanpa memperhatikan kapasitas kabel, perlindungan sekring, dan jalur pembumian, gangguan kelistrikan berpotensi muncul. Namun, perlu dipahami bahwa penambahan aksesori gak serta-merta menyebabkan bodi mobil menyetrum karena dampaknya bergantung pada kualitas instalasi dan jenis gangguan yang terjadi.

Risiko lebih besar dapat muncul ketika kabel aksesori disambungkan secara sembarangan, isolasinya kurang terlindungi, atau sambungan listriknya longgar. Kondisi tersebut bisa menimbulkan hubungan pendek, panas berlebih, maupun gangguan pada rangkaian kendaraan. Jika masalah mulai terasa setelah pemasangan aksesori baru, mintalah teknisi memeriksa kembali jalur kabel dan sambungannya untuk memastikan seluruh instalasi sesuai spesifikasi kendaraan serta standar keselamatan kelistrikan.

5. Kebocoran arus dari komponen kelistrikan

ilustrasi servis mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Komponen kelistrikan yang mengalami kerusakan dapat menimbulkan kebocoran arus apabila isolasi, sambungan, atau bagian internalnya gak lagi bekerja sebagaimana mestinya. Pada kendaraan tertentu, gangguan pada perangkat elektronik atau instalasi tambahan dapat menyebabkan kondisi listrik yang gak normal pada bagian logam. Meski begitu, sengatan pada bodi mobil gak cukup untuk memastikan adanya kebocoran arus karena listrik statis juga dapat menimbulkan sensasi serupa.

Pemeriksaan menjadi semakin penting jika sengatan terasa berulang tanpa pola yang jelas, terutama ketika disertai gangguan perangkat elektronik, bau terbakar, atau tanda kerusakan kabel. Teknisi dapat menggunakan alat ukur untuk memeriksa kondisi rangkaian, kualitas isolasi, serta kemungkinan adanya arus bocor sesuai prosedur kendaraan. Jika sengatan terasa kuat atau diduga berasal dari sistem kelistrikan, hindari menyentuh bodi maupun bagian logam kendaraan dan jangan melakukan pemeriksaan sendiri sebelum kondisinya dinyatakan aman.

Bodi mobil yang terasa menyetrum saat disentuh gak selalu menandakan kerusakan serius karena listrik statis dapat muncul akibat gesekan pakaian dan jok selama perjalanan. Namun, gangguan pembumian, kerusakan isolasi kabel, pemasangan aksesori yang keliru, dan kebocoran arus tetap perlu dipertimbangkan jika terdapat gejala tambahan. Jadi, jangan abaikan sengatan yang berulang atau terasa tidak wajar, dan segera lakukan pemeriksaan profesional untuk memastikan penyebabnya sekaligus menjaga keselamatan saat berkendara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article