Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menerjang Banjir Bisa Bikin Motor Korslet, Ini Komponen Paling Riskan

3 min read
Menerjang Banjir Bisa Bikin Motor Korslet, Ini Komponen Paling Riskan
ilustrasi Motor Listrik Melewati Banjir (Dok. Honda AHM)
  • Banjir dapat memicu korsleting dan gangguan mesin pada motor bensin maupun listrik, terutama di soket, kabel, sensor, ECU, konektor baterai, controller, serta komponen pengatur daya.
  • Air juga mengancam filter udara, ruang bakar, rem, bearing, rantai, dan oli; mesin yang mati saat menerjang genangan tidak boleh langsung dinyalakan kembali.
  • Jika motor mogok atau terendam, matikan kontak, pindahkan ke tempat aman, jangan menangani komponen listrik sendiri, lalu bawa ke bengkel untuk pemeriksaan menyeluruh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banjir bukan sekadar menghambat perjalanan, tetapi juga bisa menjadi ancaman serius bagi kendaraan bermotor. Air yang masuk ke bagian kelistrikan berpotensi menyebabkan korsleting, mengganggu kinerja mesin, bahkan memicu kerusakan komponen dengan biaya perbaikan tidak sedikit.

Risiko tersebut berlaku untuk motor bensin maupun motor listrik, meskipun bagian yang rentan mengalami gangguan tidak sepenuhnya sama. Karena itu, pengendara perlu memahami komponen yang paling berisiko ketika terkena air sekaligus mengetahui tindakan darurat yang tepat setelah kendaraan terendam banjir.

  1. 1. Sistem kelistrikan dan sensor paling rentan mengalami korsleting

    ilustrasi aki motor (freepik.com/senivpetro)
    ilustrasi aki motor (freepik.com/senivpetro)

    Pada motor bensin, komponen kelistrikan seperti soket kabel, konektor, sekring, relay, dan koil pengapian perlu mendapat perhatian khusus. Air yang masuk ke sambungan listrik dapat mengganggu aliran arus, terutama jika terdapat kabel terkelupas atau pelindung konektor sudah rusak. Selain itu, sensor elektronik dan ECU juga berisiko mengalami gangguan apabila air mencapai bagian tersebut. Gejalanya bisa berupa mesin sulit dihidupkan, tenaga tersendat, lampu indikator menyala, hingga mesin mendadak mati.

    Pada motor listrik, risiko juga terdapat pada konektor baterai, kabel tegangan tinggi, controller, dan komponen pengatur daya. Air dapat memicu gangguan isolasi atau korsleting jika masuk ke bagian yang tidak terlindungi dengan baik. Meski beberapa motor listrik sudah memiliki perlindungan terhadap air, bukan berarti seluruh komponennya aman untuk direndam. Pengendara sebaiknya tidak membuka konektor atau mencoba memeriksa baterai sendiri setelah motor terendam. Penanganan komponen bertegangan tinggi harus dilakukan teknisi yang memiliki kompetensi khusus.

  2. 2. Filter udara, ruang mesin, dan rem juga bisa terdampak

    ilustrasi memeriksa filter udara pada motor
    ilustrasi memeriksa filter udara pada motor (vecteezy.com/kasarp Techawongtham)

    Selain kelistrikan, filter udara menjadi komponen yang sangat riskan ketika motor menerjang banjir. Jika air masuk melalui saluran udara hingga mencapai ruang bakar, mesin berpotensi mengalami water hammer atau kondisi ketika piston tidak bisa bergerak karena air yang sulit dimampatkan. Kerusakan akibat kondisi ini dapat berupa setang piston bengkok hingga komponen internal mesin rusak. Karena itu, motor yang tiba-tiba mati saat melewati genangan tidak boleh langsung dinyalakan kembali.

    Bagian lain yang perlu diperhatikan adalah sistem pengereman, bearing roda, rantai, dan pelumas mesin. Air yang masuk ke ruang rem dapat mengurangi efektivitas pengereman untuk sementara. Sementara itu, air yang bercampur dengan oli mesin atau oli transmisi dapat menurunkan kemampuan pelumasan dan mempercepat keausan komponen. Setelah melewati banjir, rem perlu diperiksa dan diuji secara hati-hati pada kecepatan rendah di tempat aman. Pemeriksaan bengkel tetap diperlukan jika muncul suara tidak normal, rem terasa berbeda, atau terdapat indikasi air masuk ke ruang mesin.

  3. 3. Matikan mesin dan lakukan penanganan darurat dengan benar

    ilustrasi motor mogok
    ilustrasi motor mogok (pexels.com/Corentin HENRY)

    Jika motor mogok saat menerjang banjir, jangan memaksakan diri menyalakan mesin menggunakan starter elektrik maupun engkol. Matikan kontak, pindahkan kendaraan ke tempat yang lebih aman, lalu dorong atau angkut menuju lokasi kering. Jangan mencabut soket, membuka baterai, atau menyentuh kabel tegangan tinggi pada motor listrik. Jika motor masih terendam, prioritaskan keselamatan diri dan hindari menyentuh kendaraan yang berpotensi mengalami gangguan kelistrikan.

    Setelah kendaraan berada di tempat aman, segera bawa ke bengkel untuk pemeriksaan menyeluruh. Teknisi perlu memeriksa filter udara, busi, ruang bakar, oli, konektor, sistem pengereman, serta komponen kelistrikan. Pada motor listrik, pemeriksaan baterai, controller, dan sistem isolasi juga perlu dilakukan sesuai prosedur pabrikan. Jangan terburu-buru menghidupkan kendaraan hanya karena bagian luarnya sudah terlihat kering. Penanganan yang tepat sejak awal dapat mencegah kerusakan lanjutan dan menghindari biaya perbaikan yang lebih besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More