Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kerusakan Mobil Akibat Kebiasaan Menerobos Banjir
ilustrasi mobil (unsplash.com/Dibakar Roy)
  • Menerobos banjir berisiko merusak mesin karena air dapat mengganggu sistem pembakaran, piston, connecting rod, dan ruang bakar, sehingga performa mobil menurun.
  • Air banjir dapat memicu error atau korsleting pada kelistrikan, serta menurunkan daya cengkeram rem yang membuat mobil berpotensi mogok dan jarak pengereman lebih panjang.
  • Lumpur, kotoran, dan zat asam dalam banjir mempercepat karat pada suspensi, roda, sasis, serta kaki-kaki; kolong mobil perlu segera dibersihkan setelah melewati genangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mobil yang nekat masuk banjir bisa rusak. Air bisa masuk ke mesin dan membuat mobil tidak jalan. Listrik mobil juga bisa error. Roda dan bagian bawah mobil bisa kotor lalu berkarat. Rem yang basah jadi kurang kuat. Setelah lewat genangan, mobil perlu dibersihkan dan rem dipakai pelan-pelan supaya kering.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hindari kebiasaan menerobos banjir saat berkendara. Tindakan tersebut sangat berisiko menimbulkan berbagai kerusakan pada kendaraan. Semakin sering dilakukan, dampak negatifnya pada mobil akan semakin besar.

Jika kamu terbiasa memaksa mobil melewati genangan air, maka komponen penting bisa mengalami masalah. Kerusakan dapat terjadi pada mesin, sistem kelistrikan, hingga bagian body kendaraan. Berikut ini macam-macam rincian kerusakan mobil akibat kebiasaaan menerobos banjir.

1. Mesin mobil rusak

ilustrasi mobil (unsplash.com/Dibakar Roy)

Saat menerobos banjir, bagian pertama yang perlu kamu perhatikan adalah kondisi mesin. Air yang masuk ke dalam ruang mesin berpotensi merusak berbagai komponen penting. Jika hal ini terjadi, performa kendaraan bisa terganggu secara signifikan.

Masuknya air ke mesin dapat menyebabkan kerusakan serius pada sistem pembakaran dan bagian internal lainnya. Komponen seperti piston, connecting rod, hingga ruang bakar rawan mengalami gangguan. Oleh karena itu, kamu sebaiknya tidak memaksakan mobil melewati genangan yang terlalu tinggi.

2. Sistem kelistrikan error

ilustrasi mobil (unsplash.com/Dibakar Roy)

Dampak menerobos banjir tidak hanya terjadi pada bagian mesin saja. Sistem kelistrikan pada mobil juga memiliki risiko besar untuk mengalami gangguan. Kerusakan pada komponen ini dapat membuat berbagai fitur kendaraan menjadi tidak berfungsi.

Sistem kelistrikan memegang peranan penting agar mobil dapat beroperasi dengan normal. Jika terjadi korsleting atau error akibat air, maka mobil kamu bisa mogok di tengah jalan. Karena itu, kamu sebaiknya menghindari genangan banjir demi menjaga keandalan sistem kelistrikan kendaraan.

3. Kerusakan suspensi dan roda

ilustrasi mobil (unsplash.com/Dibakar Roy)

Banjir juga berpotensi merusak bagian suspensi dan roda pada mobil. Air yang mengandung kotoran dan lumpur dapat memicu munculnya karat pada komponen tersebut. Jika terus dibiarkan, kondisi ini akan menurunkan kualitas material suspensi dan roda.

Kerusakan pada suspensi dan roda tentu akan berdampak pada kenyamanan serta keamanan berkendara. Performa suspensi bisa menjadi tidak stabil dan roda berpotensi mengalami aus lebih cepat. Oleh karena itu, kamu perlu segera membersihkan bagian bawah mobil setelah melewati genangan agar kerusakan dapat dicegah.

4. Sistem pengereman tidak optimal

ilustrasi mobil (unsplash.com/Dibakar Roy)

Risiko lain dari kebiasaan menerobos banjir adalah menurunnya kinerja sistem pengereman. Ketika mobil melewati genangan, air akan langsung mengenai bagian cakram dan kampas rem. Akibatnya, daya cengkeram rem menjadi berkurang dan tidak seoptimal biasanya.

Kondisi rem yang basah dapat membuat jarak pengereman menjadi lebih panjang. Hal ini tentu membahayakan keselamatan kamu saat berkendara, terutama di jalan licin. Setelah melewati banjir sebaiknya kamu menginjak rem beberapa kali secara perlahan agar komponen kembali kering.

5. Mobil jadi berkarat

ilustrasi mobil (unsplash.com/Dibakar Roy)

Kebiasaan menerobos banjir dapat membuat bagian bawah mobil lebih mudah keropos dan berkarat. Bagian yang paling rentan adalah sasis serta komponen kaki-kaki kendaraan. Air kotor yang mengandung lumpur dan zat asam akan mempercepat proses korosi pada logam.

Kerusakan ini akan semakin parah jika kamu tidak langsung membersihkan mobil setelah melewati genangan. Sisa air dan kotoran yang menempel terus-menerus dapat merusak lapisan pelindung pada body. Oleh karena itu, kamu sebaiknya segera mencuci kolong mobil agar struktur kendaraan tetap awet.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article