Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Masalah yang Terjadi Pada Mobil yang Jarang Dipakai

5 Masalah yang Terjadi Pada Mobil yang Jarang Dipakai
ilustrasi mobil (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Mobil yang jarang digunakan rentan mengalami ban kempes, aki tekor, serta bahan bakar menurun kualitasnya akibat tidak ada sirkulasi dan tekanan udara yang stabil.
  • Oli mesin bisa mengendap di dasar karter sehingga pelumasan berkurang saat mobil dinyalakan kembali, meningkatkan risiko gesekan dan kerusakan komponen mesin.
  • Wiper kaca depan mudah mengeras karena jarang dipakai dan terpapar sinar matahari, menyebabkan sapuan tidak bersih serta potensi goresan pada kaca mobil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sebagian orang memilih punya mobil khusus dipakai saat liburan. Untuk aktivitas harian atau kerja, mereka lebih memilih transportasi umum. Jika kamu punya rencana seperti itu, penting untuk memahami risiko mobil yang jarang digunakan.

Mobil yang lama tidak dipakai bisa memicu beberapa gangguan pada komponennya. Pada dasarnya, mobil tidak dirancang untuk jarang dipakai. Berikut ini beberapa masalah yang terjadi jika mobil tidak dipakai lama.

1. Ban kempes

ilustrasi ban mobil
ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Nischal Kanishk)

Mobil yang diparkir terlalu lama tanpa digerakkan berisiko mengalami ban kempes. Tekanan angin di dalam ban bisa menurun secara perlahan selama masa penyimpanan. Akibatnya, permukaan ban yang menempel ke lantai akan tertekan terus-menerus.

Jika kondisi ini dibiarkan, bentuk ban bisa berubah dan tidak kembali seperti semula. Deformasi pada ban terjadi karena beban kendaraan bertumpu di satu titik dalam waktu lama. Karena itu kamu perlu memompa ulang ban dan menggerakkan mobil secara berkala agar ban tetap aman.

2. Pengurasan baterai

ilustrasi garasi
ilustrasi garasi (unsplash.com/Theo)

Aki mobil yang jarang dinyalakan tidak akan mendapat pengisian daya secara optimal. Proses pengisian hanya terjadi ketika mesin hidup dan alternator bekerja. Tanpa aktivitas itu, kapasitas aki akan terus menurun.

Selain tidak diisi, aki juga kehilangan daya secara perlahan akibat komponen siaga. Sistem seperti ECU (Electronic Control Unit) dan alarm tetap menarik arus listrik walau mobil mati. Jika dibiarkan lama, kamu bisa mengalami aki tekor saat ingin menghidupkan mobil kembali.

3. Bahan bakar kadaluarsa

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (unsplash.com/Lesia)

Bahan bakar yang didiamkan terlalu lama di dalam tangki dapat mengalami penurunan kualitas. Proses oksidasi membuat bensin atau solar bercampur dengan udara dan uap air. Akibatnya, bahan bakar jadi lebih kental dan mudah membentuk endapan.

Kondisi bahan bakar yang sudah basi berpotensi menyumbat saluran dan injektor. Endapan tersebut mengganggu proses pembakaran di ruang mesin. Untuk mencegahnya, kamu disarankan mengisi tangki penuh dan menyalakan mesin secara berkala agar sirkulasi bahan bakar tetap berjalan.

4. Pengendapan minyak

Ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (unsplash.com/Hyundai Motor Group)

Oli mesin tidak akan bersirkulasi jika mobil lama tidak dinyalakan. Akibatnya oli cenderung turun dan mengendap di dasar bak karter. Kondisi ini membuat komponen atas mesin kekurangan pelumas saat awal dihidupkan.

Kurangnya pelumasan di awal menyalakan mesin bisa meningkatkan gesekan antar komponen. Gesekan berlebih berpotensi menimbulkan aus dan kerusakan dini. Untuk menghindarinya, kamu disarankan memanaskan mesin secara berkala agar oli kembali melumasi seluruh bagian mesin.

5. Wiper jadi kaku

ilustrasi wiper kaca mobil
ilustrasi wiper kaca mobil (unsplash.com/NxJaxxx Le)

Wiper kaca depan mobil yang jarang dipakai bisa cepat mengeras. Paparan sinar matahari langsung membuat karet wiper kehilangan kelenturannya. Akibatnya, sapuan wiper jadi tidak bersih saat turun hujan.

Karet yang kaku juga berisiko menggores permukaan kaca depan. Kerusakan kecil ini lama-kelamaan mengganggu visibilitas berkendara. Supaya lebih awet, kamu sebaiknya mengangkat wiper saat parkir lama di luar ruangan.

Mobil yang jarang dipakai rawan aki tekor, ban kempes, bahan bakar basi, dan oli mengendap. Komponen seperti wiper dan pelumasan mesin juga cepat rusak. Kamu cukup menyalakan mesin dan cek kondisi mobil secara rutin agar tetap awet.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More