Mobil dengan sistem all-wheel drive (AWD) kerap diasosiasikan dengan kemampuan berkendara yang lebih aman karena tenaga mesin dapat disalurkan menuju keempat roda. Kemampuan tersebut memang memberikan keuntungan dalam situasi tertentu, terutama ketika kendaraan membutuhkan traksi tambahan pada permukaan jalan yang licin. Namun, keunggulan AWD sering berkembang menjadi berbagai anggapan yang terlalu menyederhanakan faktor keselamatan berkendara.
Keselamatan mobil tetap bergantung pada banyak aspek, mulai dari kondisi ban, kecepatan, karakter permukaan jalan, sampai respons pengemudi ketika menghadapi situasi darurat. Sistem AWD dapat membantu mobil memperoleh traksi ketika berakselerasi, tetapi bukan berarti teknologi tersebut mampu mengatasi seluruh keterbatasan fisik kendaraan. Supaya gak keliru menilai kemampuan sistem penggerak ini, yuk pahami beberapa mitos mobil AWD yang sering dianggap lebih aman di segala kondisi.
