Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Penyebab Jarak Tempuh Mobil Listrik Menurun, Bukan Cuma Usia Baterai
ilustrasi mobil listrik di jalan (pexels.com/Hyundai Motor Group)
  • Jarak tempuh mobil listrik dapat menurun tanpa berarti baterai rusak; suhu ekstrem membuat sistem termal memakai energi tambahan dan mengurangi efisiensi baterai.
  • AC atau pemanas kabin, akselerasi agresif, serta pengereman mendadak meningkatkan konsumsi daya; berkendara halus dan stabil membantu menjaga efisiensi.
  • Ban kurang tekanan, muatan berat, tanjakan, kemacetan, dan kecepatan tinggi mempersingkat jarak tempuh; penurunan drastis berulang atau peringatan dasbor perlu diperiksa di bengkel resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mobil listrik bisa jalan lebih pendek walau baterainya penuh. Ini bukan selalu karena baterainya rusak. Cuaca panas atau dingin, AC, cara menyetir ngebut, ban kurang angin, jalan menanjak, dan jalan macet bisa memakai daya lebih banyak. Kalau jaraknya turun sekali dan ada tanda peringatan, mobil perlu diperiksa di bengkel resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mobil listrik semakin menarik perhatian karena menawarkan efisiensi energi dan biaya operasional yang relatif hemat. Namun, ada satu hal yang kerap membuat pemiliknya bertanya-tanya, yakni jarak tempuh yang terasa semakin pendek meski baterai sudah terisi penuh. Kondisi ini gak selalu menandakan baterai mulai rusak, sebab sejumlah faktor teknis dan kebiasaan berkendara juga dapat memengaruhi konsumsi energi kendaraan.

Penurunan jarak tempuh bisa terasa ketika mobil yang biasanya mampu menempuh perjalanan jauh justru membutuhkan pengisian daya lebih cepat dari perkiraan. Cuaca, kondisi jalan, penggunaan fitur kabin, hingga karakter berkendara dapat memengaruhi seberapa efisien energi baterai digunakan selama perjalanan. Supaya gak buru-buru menyimpulkan baterai sudah menurun kualitasnya, yuk kenali lima penyebab jarak tempuh mobil listrik berkurang berikut ini!

1. Suhu lingkungan memengaruhi kinerja baterai

ilustrasi charging mobil listrik (pexels.com/DaeYeoung Ahn)

Suhu lingkungan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kemampuan baterai mobil listrik dalam menyimpan dan menyalurkan energi. Baterai lithium-ion bekerja paling efisien dalam rentang suhu tertentu, sehingga kondisi yang terlalu dingin atau terlalu panas dapat memengaruhi kinerjanya. Ketika suhu berada di luar rentang ideal, sistem pengelolaan termal kendaraan bisa menggunakan energi tambahan untuk menjaga baterai tetap berada dalam kondisi kerja yang sesuai.

Dampaknya, energi yang tersedia untuk menggerakkan mobil dapat berkurang karena sebagian daya digunakan untuk pengaturan suhu baterai. Dalam cuaca dingin, hambatan elektrokimia pada baterai juga meningkat sehingga efisiensi pemakaian energi dapat menurun. Karena itu, jarak tempuh yang lebih pendek saat menghadapi perubahan cuaca belum tentu menandakan kerusakan permanen, terutama jika performa kembali membaik ketika suhu lingkungan lebih sesuai.

2. Penggunaan pendingin kabin mengonsumsi energi baterai

ilustrasi AC mobil (pexels.com/Lilian Serrano)

Sistem pendingin kabin atau air conditioner (AC) turut menggunakan energi yang berasal dari baterai utama mobil listrik. Berbeda dari mobil konvensional yang dapat memanfaatkan panas mesin untuk membantu menghangatkan kabin, mobil listrik perlu mengatur kebutuhan suhu kabin dengan sistem tersendiri. Ketika AC bekerja dengan intensitas tinggi, konsumsi energi tambahan dapat membuat jarak tempuh berkurang, terutama saat perjalanan berlangsung lama.

Pengaruhnya akan semakin terasa ketika mobil digunakan dalam kondisi cuaca panas dan kabin membutuhkan pendinginan terus-menerus. Situasi serupa juga dapat terjadi saat pemanas kabin digunakan pada cuaca dingin, terutama pada kendaraan yang mengandalkan pemanas resistif. Untuk menjaga efisiensi, pengaturan suhu kabin secara wajar dan penggunaan fitur pengondisian awal ketika mobil masih terhubung ke pengisi daya dapat membantu mengurangi pemakaian energi selama perjalanan.

3. Gaya berkendara terlalu agresif

ilustrasi mengemudi mobil listrik (unsplash.com/Michael Kahn)

Kebiasaan menginjak pedal akselerator secara mendadak dapat meningkatkan kebutuhan daya motor listrik dalam waktu singkat. Mobil listrik memang mampu menghasilkan torsi besar sejak putaran awal, tetapi akselerasi berulang dengan intensitas tinggi tetap membutuhkan energi lebih banyak. Jika pengemudi sering melakukan percepatan tajam lalu mengerem mendadak, konsumsi energi cenderung meningkat sehingga jarak tempuh per pengisian daya dapat berkurang.

Sebaliknya, gaya berkendara yang halus dan konsisten membantu kendaraan menggunakan energi secara lebih efisien. Fitur pengereman regeneratif atau regenerative braking juga dapat mengembalikan sebagian energi saat mobil melambat, meskipun jumlah energi yang pulih tidak sepenuhnya menggantikan daya yang telah digunakan untuk berakselerasi. Dengan menjaga kecepatan tetap stabil dan mengantisipasi kondisi lalu lintas, pengemudi dapat membantu memperpanjang jarak tempuh tanpa harus mengorbankan kenyamanan berkendara.

4. Tekanan ban dan hambatan gulir meningkat

ilustrasi velg ban mobil (pexels.com/Mike Bird)

Kondisi ban turut menentukan seberapa besar energi yang dibutuhkan mobil listrik untuk bergerak di jalan. Tekanan ban yang terlalu rendah meningkatkan hambatan gulir atau rolling resistance, sehingga motor harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan kecepatan. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, konsumsi energi dapat meningkat dan jarak tempuh kendaraan menjadi lebih pendek daripada perkiraan.

Selain tekanan angin, jenis ban, tingkat keausan, dan kesesuaian spesifikasi ban juga dapat memengaruhi efisiensi kendaraan. Beban tambahan akibat bagasi yang terlalu berat turut meningkatkan energi yang diperlukan untuk menggerakkan mobil, terutama ketika melewati tanjakan atau sering berhenti dan kembali melaju. Oleh sebab itu, pemeriksaan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan dan pengelolaan muatan kendaraan menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga efisiensi mobil listrik.

5. Kondisi jalan dan kecepatan perjalanan berubah

ilustrasi mobil di jalan menanjak (unsplash.com/Severin Demchuk)

Jarak tempuh mobil listrik juga dipengaruhi karakter rute yang dilalui, bukan hanya kondisi kendaraan itu sendiri. Perjalanan melalui jalan menanjak, jalur perkotaan yang padat, atau rute dengan banyak pemberhentian dapat mengubah pola konsumsi energi secara signifikan. Ketika mobil harus berulang kali berakselerasi atau menghadapi tanjakan panjang, kebutuhan daya meningkat sehingga energi baterai lebih cepat terpakai.

Kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan juga dapat meningkatkan hambatan aerodinamika, yakni hambatan udara yang harus dilawan kendaraan saat bergerak. Semakin tinggi kecepatan, semakin besar energi yang dibutuhkan untuk mengatasi hambatan tersebut, sehingga konsumsi energi per kilometer dapat meningkat. Karena itu, perbedaan jarak tempuh antara perjalanan di dalam kota dan di jalan tol belum tentu menunjukkan adanya masalah pada baterai, melainkan bisa berasal dari perbedaan kondisi berkendara.

Jarak tempuh mobil listrik yang menurun gak selalu disebabkan oleh usia atau kerusakan baterai, karena suhu, penggunaan fitur kabin, gaya berkendara, kondisi ban, dan karakter rute juga memiliki pengaruh nyata. Memahami faktor-faktor tersebut dapat membantu pemilik kendaraan mengevaluasi konsumsi energi secara lebih tepat sebelum memutuskan melakukan pemeriksaan teknis. Namun, jika penurunan jarak tempuh terjadi secara drastis, terus berulang dalam kondisi serupa, atau disertai peringatan pada dasbor, pemeriksaan di bengkel resmi tetap penting untuk memastikan kondisi baterai dan sistem kendaraan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article