Mobil listrik semakin menarik perhatian karena menawarkan efisiensi energi dan biaya operasional yang relatif hemat. Namun, ada satu hal yang kerap membuat pemiliknya bertanya-tanya, yakni jarak tempuh yang terasa semakin pendek meski baterai sudah terisi penuh. Kondisi ini gak selalu menandakan baterai mulai rusak, sebab sejumlah faktor teknis dan kebiasaan berkendara juga dapat memengaruhi konsumsi energi kendaraan.
Penurunan jarak tempuh bisa terasa ketika mobil yang biasanya mampu menempuh perjalanan jauh justru membutuhkan pengisian daya lebih cepat dari perkiraan. Cuaca, kondisi jalan, penggunaan fitur kabin, hingga karakter berkendara dapat memengaruhi seberapa efisien energi baterai digunakan selama perjalanan. Supaya gak buru-buru menyimpulkan baterai sudah menurun kualitasnya, yuk kenali lima penyebab jarak tempuh mobil listrik berkurang berikut ini!
