BYD Flash Charging 1.500 kW, Isi Daya Mobil Listrik Cuma 9 Menit

BYD memperkenalkan Flash Charging 1.500 kW di Indonesia, dengan klaim pengisian kendaraan kompatibel dari 10% ke 70% sekitar lima menit dan hingga 97% dalam sembilan menit.
Teknologi ini memakai Blade Battery generasi kedua serta konektor berbentuk T dengan sistem rel, katrol, penyangga kabel, konektor geser, dan fitur Plug-and-Charge pada kendaraan kompatibel.
BYD menargetkan Flash Charging hadir di 10 diler Denza sepanjang 2026, sambil mengkaji perluasan ke fasilitas umum dan model lain seperti BYD M6 EV yang memerlukan penyesuaian perangkat lunak.
Jakarta, IDN Times - BYD memperkenalkan teknologi Flash Charging di Indonesia yang menawarkan daya pengisian hingga 1.500 kW. Teknologi ini dikembangkan untuk memangkas waktu pengisian daya kendaraan listrik, salah satu aspek yang menjadi perhatian konsumen ketika beralih dari mobil bermesin pembakaran internal.
BYD mengklaim kendaraan yang kompatibel dapat mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen dalam sekitar lima menit.
Pengisian hingga 97 persen diklaim membutuhkan waktu sekitar sembilan menit pada suhu normal, dengan Blade Battery generasi kedua sebagai teknologi pendukungnya.
1. Daya pengisian mencapai 1.500 kW

BYD perkenalkan generasi kedua Blade Battery (IDN Times/Fadhliansyah) Flash Charging menggunakan sistem pengisian berdaya tinggi melalui satu konektor. Teknologi ini dirancang untuk bekerja bersama Blade Battery generasi kedua yang dikembangkan agar mampu menerima energi dengan lebih cepat sekaligus mengoptimalkan pengelolaan panas.
BYD mengusung slogan "Ready in 5, Full in 9" untuk menggambarkan kemampuan pengisian tersebut. Meski demikian, waktu pengisian aktual tetap bergantung pada kompatibilitas kendaraan dan kondisi pengisian. Angka sembilan menit yang diumumkan BYD merujuk pada pengisian hingga 97 persen, bukan 100 persen.
2. Desain pengisian dibuat lebih praktis

BYD Flash Charging resmi rilis di Indonesia (IDN Times/Fadhliansyah) Selain kecepatan, Flash Charging mengandalkan desain konektor berbentuk huruf T yang menggantung di atas area pengisian. Sistem rel dan katrol menjaga kabel tetap terangkat sehingga tidak menyentuh permukaan yang kotor atau basah.
BYD juga menghadirkan sistem penyangga untuk mengurangi beban kabel ketika digunakan, konektor yang dapat digeser mengikuti posisi port pengisian, serta fitur Plug-and-Charge pada kendaraan kompatibel yang telah mengaktifkan layanan tersebut. Dengan fitur terakhir, autentikasi dapat berlangsung otomatis saat konektor dihubungkan.
3. Mulai diterapkan di diler Danza

Danza Z9GT dan New D9 (IDN Times/Fadhliansyah) BYD berencana menghadirkan Flash Charging di 10 diler Danza di Indonesia sepanjang 2026. Perusahaan juga mengkaji perluasan jaringan ke fasilitas umum dan menjajaki kerja sama dengan operator infrastruktur pengisian daya, termasuk PLN.
"Flash Charging menghadirkan pengalaman pengisian daya EV yang lebih mendekati kebiasaan umum konsumen Indonesia saat mengisi bahan bakar, sehingga membuat transisi menuju kendaraan listrik menjadi lebih mudah, praktis, dan lancar," ujar Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan.
BYD juga berencana mengembangkan penerapan teknologi ini ke model lainnya, termasuk BYD M6 EV. Namun, model tersebut masih memerlukan penyesuaian perangkat lunak sebelum kemampuan Flash Charging dapat digunakan.



















