Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AiMOGA BCI Juara, Bawa Teknologi Mobilitas Berbasis AI

3 min read
AiMOGA BCI Juara, Bawa Teknologi Mobilitas Berbasis AI
AiMOGA BCI, kursi roda yang bisa bergerak berdasarkan perintah dari sinyal otak pengguna (Dok. Istimewa)
  • AiMOGA BCI, kursi roda berbasis sinyal otak, meraih juara pertama Mind-Driven Wheelchair Challenge pada kompetisi Global Brain-Computer Interface × Medical Insurance Innovation Scenario 2026 di Hangzhou.

  • Sistem memakai EEG non-invasif delapan kanal untuk menerjemahkan fokus pengguna menjadi perintah arah, dengan klaim akurasi lebih dari 95 persen dan latensi kurang dari tiga detik.

  • Di luar kompetisi, kursi roda dilengkapi LiDAR, kamera kedalaman, layar sentuh, tombol darurat, dan kendali manual; AiMOGA mengembangkan robotika AI melalui kerja sama strategis dengan Chery.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Teknologi kendali berbasis otak tidak hanya berkembang untuk kebutuhan perangkat medis. AiMOGA Robotics menunjukkan penerapannya pada kendaraan mobilitas personal melalui AiMOGA BCI, kursi roda yang bisa bergerak berdasarkan perintah dari sinyal otak pengguna.

Teknologi tersebut bahkan berhasil meraih juara pertama kategori Mind-Driven Wheelchair Challenge dalam Global Brain-Computer Interface × Medical Insurance Innovation Scenario Competition 2026 di Hangzhou, China.

  1. 1. Kendali kursi roda tak lagi mengandalkan tangan

    Konsep human-machine interface pada kendaraan memperlihatkan perkembangan interaksi pengemudi dan teknologi.
    Dari perspektif otomotif, teknologi ini menarik karena memperlihatkan bagaimana konsep human-machine interface berkembang (Dok. Istimewa)

    Cara kerja AiMOGA BCI mengandalkan perangkat EEG atau electroencephalography non-invasif dengan delapan kanal. Perangkat tersebut membaca sinyal aktivitas otak pengguna, kemudian sistem menerjemahkannya menjadi perintah untuk menggerakkan kendaraan.

    Pengguna cukup memusatkan perhatian pada perintah arah yang ditampilkan melalui layar. Sinyal yang ditangkap kemudian diterjemahkan menjadi perintah maju, mundur, kiri, kanan, hingga berhenti. AiMOGA mengklaim sistemnya memiliki akurasi pengenalan perintah EEG lebih dari 95 persen dengan latensi kurang dari tiga detik.

    Dari perspektif otomotif, teknologi ini menarik karena memperlihatkan bagaimana konsep human-machine interface berkembang.

    Jika pada mobil saat ini pengemudi berinteraksi melalui setir, pedal, tombol, layar sentuh, atau perintah suara, AiMOGA mencoba membawa interaksi tersebut ke level berikutnya dengan memanfaatkan sinyal otak.

    “Pengguna hanya perlu memusatkan perhatian pada tombol arah yang ditampilkan di layar untuk mengendalikan pergerakan kursi roda tanpa menggunakan tangan,” jelas Head of Brain-Computer Interface AiMOGA Robotics, Xie Yuyang, Rabu (30/09/2026).

  2. 2. Ada LiDAR dan kamera untuk mendeteksi lingkungan

    Robot humanoid Mornine berdiri di area dalam ruangan dengan tampilan tubuh putih dan aksen hitam.
    AiMOGA menyebut Mornine sebagai robot humanoid pertama yang raih tiga sertifikasi (Dok. Istimewa)

    AiMOGA BCI juga tidak hanya mengandalkan sistem BCI. Untuk penggunaan di luar kompetisi, kendaraan ini dibekali LiDAR dan depth cameras yang berfungsi mendukung navigasi berbasis peta, mendeteksi rintangan, sekaligus membantu menghindari objek di sekitar.

    Menariknya, fitur tersebut justru dinonaktifkan ketika AiMOGA BCI mengikuti kompetisi. Alasannya karena aturan perlombaan mengharuskan peserta mengandalkan sistem kendali otak untuk menyelesaikan lintasan.

    Dengan demikian, kemenangan AiMOGA dalam kategori tersebut lebih berfokus pada kemampuan sistem membaca sinyal EEG dan menerjemahkannya menjadi gerakan.

    Konsep penggunaan LiDAR dan kamera untuk membaca lingkungan juga memiliki kemiripan dengan teknologi yang kini berkembang pada kendaraan modern. Sensor digunakan untuk memahami kondisi sekitar kendaraan sebelum sistem mengambil tindakan, baik untuk navigasi maupun penghindaran rintangan.

    AiMOGA BCI juga menyediakan beberapa metode pengoperasian lain, seperti layar sentuh, tombol berhenti darurat, serta pengambilalihan kendali secara manual. Jadi, teknologi kendali otak bukan satu-satunya sistem yang tersedia pada kendaraan tersebut.

  3. 3. AiMOGA bawa teknologi otomotif Chery ke robotika

    Robot AiMOGA berdiri dalam area pameran, menandai ekspansi pengiriman perangkat robot tersebut ke pasar di 60 negara.
    Robot AiMOGA sudah tembus 60 negara (Dok. Istimewa)

    AiMOGA Robotics merupakan perusahaan robotika berbasis AI yang menjalin kerja sama strategis dengan Chery. Fokusnya adalah mengembangkan embodied intelligence, dengan menggabungkan kecerdasan buatan, persepsi lingkungan, kemampuan interaksi, navigasi, dan robotika cerdas.

    Karena itu, AiMOGA BCI bisa dilihat sebagai salah satu contoh bagaimana teknologi yang berkembang di dunia kendaraan mulai merambah ke sektor mobilitas personal.

    Bukan hanya soal bagaimana kendaraan bergerak, tetapi juga bagaimana manusia memberikan perintah dan bagaimana kendaraan memahami lingkungan sekitarnya.

    Dalam kompetisi tersebut, AiMOGA BCI menjadi bagian dari berbagai proyek BCI yang menguji penerapan teknologi secara langsung. Selain kursi roda elektrik, kompetisi juga mencakup drone, lengan robot, robot berkaki empat, sistem pengetikan berbasis kendali otak, hingga permainan balap.

    Total ada 415 tim yang mengikuti kompetisi dari berbagai wilayah China dan sejumlah negara lain, dengan 251 proyek melaju ke babak final.

    AiMOGA menyebut teknologi yang dikembangkannya telah diterapkan dalam lebih dari 100 skenario, termasuk layanan publik, transportasi cerdas, layanan kesehatan, dan pendampingan di rumah. Produknya juga disebut telah terjual di lebih dari 60 negara dan wilayah.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More