Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Alasan Jetour Tetap Jual Varian ICE dan Hybrid Sekaligus
Tampilan Jetour T1 terlihat gagah (IDN Times/Fadhliansyah)
  • Jetour menghadirkan T1 dengan dua pilihan teknologi, mesin bensin dan hybrid i-DM, karena pasar Indonesia masih dalam masa transisi menuju elektrifikasi.
  • Perusahaan ingin memberi kebebasan bagi konsumen untuk memilih sesuai gaya hidup dan kebutuhan, tanpa harus mengikuti tren kendaraan listrik sepenuhnya.
  • Strategi dua powertrain ini dianggap langkah realistis untuk menjembatani kebutuhan pasar konvensional sekaligus mempersiapkan arah menuju mobilitas elektrifikasi di masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Berbeda dengan sebagian pabrikan yang mulai fokus pada kendaraan elektrifikasi, PT Jetour Sales Indonesia justru menghadirkan Jetour T1 dalam dua pilihan teknologi sekaligus, yakni mesin pembakaran internal (ICE) dan hybrid Intelligent Dual Mode (i-DM).

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Jetour menilai pasar Indonesia masih berada dalam fase transisi sehingga kebutuhan konsumen terhadap teknologi kendaraan belum sepenuhnya seragam.

1. Kebutuhan konsumen Indonesia masih beragam

Jetour T1 resmi meluncur di Indonesia. (IDN Times/Fadhliansyah)

Meski tren elektrifikasi terus berkembang, tidak semua konsumen memiliki kebutuhan yang sama. Sebagian pengguna mulai mencari kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan, sementara sebagian lainnya masih mengutamakan kemudahan penggunaan kendaraan bermesin konvensional.

Karena itu, Jetour memilih menyediakan dua pilihan powertrain agar dapat menjangkau spektrum konsumen yang lebih luas. Strategi tersebut memungkinkan calon pembeli memilih teknologi sesuai kebutuhan, tanpa harus dipaksa mengikuti tren tertentu.

Menurut perusahaan, fleksibilitas menjadi faktor penting karena karakter penggunaan kendaraan di Indonesia sangat beragam, mulai dari mobilitas perkotaan hingga perjalanan lintas daerah.

2. Memberi kebebasan konsumen menentukan pilihan

Ruang mesin bensin Jetour T1 (IDN Times/Fadhliansyah)

Sales Director PT Jetour Sales Indonesia, Michael Budihardja, menegaskan bahwa kehadiran dua pilihan teknologi merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan lebih banyak opsi kepada konsumen.

“Melalui Jetour T1, kami ingin memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen Indonesia yang ingin mulai menikmati manfaat elektrifikasi melalui teknologi i-DM maupun bagi mereka yang masih menginginkan pengalaman berkendara konvensional,” ujar Michael, Rabu (3/6/2026).

Jetour menilai setiap konsumen memiliki gaya hidup dan kebutuhan berbeda. Karena itu, pendekatan yang diambil bukan menggiring konsumen menuju satu teknologi tertentu, melainkan menyediakan berbagai alternatif yang dapat dipilih sesuai preferensi masing-masing.

3. Strategi realistis di tengah masa transisi pasar

Jetour T1 resmi meluncur di Indonesia. (IDN Times/Fadhliansyah)

Kehadiran varian ICE dan hybrid secara bersamaan menunjukkan bahwa Jetour melihat elektrifikasi sebagai proses jangka panjang.

Meskipun minat terhadap kendaraan elektrifikasi meningkat, perusahaan menilai kendaraan bermesin konvensional masih memiliki pasar yang cukup besar di Indonesia.

Di sisi lain, varian i-DM disiapkan untuk konsumen yang ingin mulai merasakan manfaat elektrifikasi tanpa harus beralih langsung ke kendaraan listrik murni. Dengan strategi tersebut, Jetour berupaya menjembatani kebutuhan pasar saat ini sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perubahan tren mobilitas di masa depan.

Melalui pendekatan dua powertrain, Jetour tidak hanya menjual produk, tetapi juga menawarkan pilihan yang lebih fleksibel bagi konsumen Indonesia yang berada pada tahap berbeda dalam perjalanan menuju elektrifikasi.

Editorial Team

Related Article